... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pengadilan Mesir Tambah Masa Tahanan Putri Syaikh Yusuf Qardhawi

Foto: Dr. Yusuf al-Qardhawi

KIBLAT.NET, Kairo – Pengadilan Mesir, Selasa (30/10), memperpanjang penahanan putri Syaikh Yusuf Qardhawi, Ala Qardhawi dan suaminya, Hosam Khalaf. Pembaharuan penahanan ini diklaim untuk penyelidikan lebih dalam.

Menurut kantor berita resmi Mesir, seperti dinukil Anadolu Agency (AA), Pengadilan Kriminal Kairo memutuskan memperbaruhi penahanan Ala dan Khalaf serta 15 orang lainnya, yang dituduh penyandang dana kegiatan “teroris”, selama 45 hari. Hal itu untuk penyelidikan lebih dalam terkait tuduhan terhadap mereka.

Menurut sumber di pengadilan, keduanya dituduh bergabung Ikhwanul Muslimin, yang masuk daftar organisasi teror pemerintah Mesir di bawah Abdul Fatah Al-Sisi. Mereka dituduh berperan mengembangkan organisasi tersebut dengan menggalang dana asing dari Negara-negara luar.

Putri dan menantu Syaikh Qardhawi ditangkap pada 30 Juni 2017 di kediamannya di pesisir utara Mesir. Saat itu, keduanya tengah menghabiskan liburan Idul Fitri.

Pada 3 Juli 2017, Jaksa Keamanan Negara Tertinggi di Mesir memutuskan untuk memenjarakan putri Syaikh Qardhawi dan suaminya dalam rangka melanjutkan penyelidikan. Penambahan masa tahanan itu antara 15 hingga 45 hari.

Menurut undang-undang Mesir, terduga pelaku kriminal bisa ditahan lebih dahulu. Jika terbukti akan diadili namun jika tidak dibebaskan.

Sejak kudeta militer yang menggulingkan Presiden Muhammad Mursi, panglima militer Abdul Fatah Al-Sisi yang saat itu menjabat menduduki kursi presiden. Sejak saat itu pula, Organisasi Ikhwanul Muslimin yang menjadi tempat bernaung Mursi dimasukkan ke dalam daftar kelompok teroris.

BACA JUGA  Wabah Corona, Advokat Mesir Tuntut China Rp164 Ribu Triliun

Sumber: Anadolu
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Klarifikasi Komika Ananta Rispo Soal Acara Stand Up Comedy di Solo

Komika Ananta Rispo menanggapi adanya warga Solo yang melakukan penolakan terhadap road show stand up comedy miliknya

Rabu, 31/10/2018 00:43 3

Indonesia

Dinilai Provokatif, DSKS Tolak Road Show Majelis Lucu Indonesia di Solo

Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) menolak keras adanya Tour Road Show Majelis Lucu Indonesia di Hotel Sala View Surakarta pada tanggal 3 November 2018

Selasa, 30/10/2018 18:58 5

Hoax Buster

Situs Satir Bilang O’Connor Murtad Lalu Masuk Hindu

Penyanyi Irlandia Sinead O'Connor telah menjadi seorang Hindu setelah beberapa hari masuk Islam. O'Connor mengaku menemukan suatu hal di dalam Islam yang tidak ia perhatikan, terkait meminum alkohol (minuman keras).

Selasa, 30/10/2018 18:00 0

Fikih

Sholat Ghoib Bagi Korban Kecelakaan Pesawat

Kemaren kita dikejutkan dengan pesawat Lion Air jurusan Pangkal Pinang yang jatuh di perairan Karawang. Setelah tim SAR turun tangan, kita mendapati korban berupa potongan tubuh bahkan masih ada yang belum ditemukan.

Selasa, 30/10/2018 15:05 0

Indonesia

Ahli Hukum Pidana: Pembakar Bendera Tauhid Ditetapkan Tersangka untuk Meredam Opini Publik

Ahli hukum pidana, Nasrullah Nasution menduga penetapan tersangka dua anggota Banser yang membakar bendera hanya untuk meredam opini publik.

Selasa, 30/10/2018 14:13 0

Indonesia

Sidang Perdana Praperadilan Kasus Sukmawati Digelar 5 November Mendatang

Sidang perdana praperadilan soal penghentian kasus Sukmawati akan digelar pada 5 November 2018 mendatang.

Selasa, 30/10/2018 12:37 0

Indonesia

Pembakar Bendera Tauhid Dijerat Pasal 174 KUHP, Polisi Dinilai Kaburkan Substansi Permasalahan

Ahli hukum pidana, Nasrullah Nasution menyayangkan penetapan tersangka dua oknum Banser yang membakar bendera tauhid

Selasa, 30/10/2018 12:26 0

Indonesia

Dianggap Mengganggu Rapat Umum, Pembakar Bendera Tauhid Jadi Tersangka

Pihak kepolisian menetapkan dua anggota Banser pembakar bendera tauhid yang berinisial M dan F sebagai tersangka.

Selasa, 30/10/2018 11:19 0

Indonesia

YLKI: Lion Air Harus Beri Kompensasi Bagi Korban Kecelakaan Pesawat

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulis Abadi menanggapi soal jatuhnya pesawat Lion Air JT 610

Senin, 29/10/2018 15:29 0

Indonesia

Basarnas: Saat Jatuh, Emmergency Local Transmitter Milik Lion Air JT 610 Tak Berfungsi

Marsdya TNI M Syaugi mengungkapkan bahwa saat jatuh pemberitahuan keadaan darurat dari pesawat tersebut tidak terpancar.

Senin, 29/10/2018 15:01 0

Close