... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

KSHUMI Sebut Ada Kejanggalan Dalam Penetapan Tersangka Pembakar Bendera Tauhid

Foto: Ketua KSHUMI, Chandra Purna Irawan

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua Komunitas Sarjana Hukum Muslim Indonesia (KSHUMI), Chandra Purna Irawan menilai tidak tepat jika pembakar bendera tauhid dijerat pasal 74 KUHP. Menurutnya, itu adalah pasal yang fokus pada tindakan mengganggu rapat umum dengan sengaja.

“Bahwa pasal 174 KUHP merupakan tindak pidana ringan. Pasal ini menitik beratkan pada ‘Dengan sengaja mengganggu rapat umum, dengan mengadakan huru hara, atau membuat gaduh’. Jika dilihat dari locus dan tempus delicti (waktu dan tempat kejadiannya), pembakaran itu diduga dilakukan setelah upacara atau rapat peringatan hari santri,” katanya kepada Kiblat.net melalui rilisnya pada Rabu (31/10/2018).

“Sehingga pembakaran tersebut tidak menggangu rapat umum atau peringatan hari santri dan juga tidak terjadi huru hara pada saat itu,” sambungnya.

Bahwa jika yang dimaksud huru hara adalah respon dari masyarakat setelah kejadian itu tersebar, kata dia, maka pendapat saya kurang tepat menjerat tersangka menggunakan pasal 174 KUHP. Menurutnya, penegak hukum harus melihat dengan teliti bahwa respon masyarakat tersebut karena menilai telah terjadi pelecehan terhadap simbol agama Islam.

Ia juga menekankan bahwa Islam memandang bendera yang berwarna hitam dan putih bertuliskan lafadz tauhid sebagaimana keterangan dari hadist, Sirah Nabawiyah, ijma sahabat dan ulama menegaskan bahwa itu adalah bendera Rasulullah Saw dan umat Islam yang sangat diagungkan dan dimuliakan. Maka sepatutnya pelaku pembakaran tersebut dikenakan pasal 156a KUHP tentang tindak pidana penistaan agama.

BACA JUGA  Mau Refund Dana Haji? Begini Prosedurnya

“Terlebih lagi perbuatan tersebut dilakukan tampak tanpa rasa bersalah dengan diiringi lagu-lagu. Saya mendorong pelaku ditetapkan tersangka penistaan agama (156a KUHP),” ucapnya.

Chandra menilai bahwa ada kejanggalan dalam penetapan tersangka tersebut. Menurutnya, penetapan tersangka menggunakan pasal 174 KUHP hanya untuk meredam gejolak di masyarakat.

“Saya melihat ada kejanggalan, bahwa diduga penetapan tersangka menggunakan pasal 174 KUHP, penegak hukum telah melakukan ‘Rechtspolitiek’ yaitu kebijakan hukum hanya untuk meredam gejolak yang terjadi di masyarakat,” tukasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video Kajian

Ust. Muhajirin Ibrahim, Lc: Akibat Menghina Syariat Allah

KIBLAT.NET- Hati-hati, sesungguhnya Allah tidak buta ,allah tidak tuli, Allah maha melihat sekecil apapun dosa...

Rabu, 31/10/2018 12:00 0

News

Beggy Rizkiyansyah: Gerakan Islam dari Sarekat Islam ke Masyumi

KIBLAT.NET – Banyak masyarakat Indonesia yang tak tahu sejarah perjuangan dan berkembangan tokoh-tokoh Islam dan...

Rabu, 31/10/2018 10:00 0

Mesir

Pengadilan Mesir Tambah Masa Tahanan Putri Syaikh Yusuf Qardhawi

Putri dan menantu Syaikh Qardhawi ditangkap pada 30 Juni 2017 di kediamannya di pesisir utara Mesir. Saat itu, keduanya tengah menghabiskan liburan Idul Fitri.

Rabu, 31/10/2018 09:12 0

Afghanistan

Pemimpin Taliban Seru Rakyat Afghanistan Shalat Istisqa’

Ia juga mengimbau rakyat untuk banyak beristighfar dan bertaubat.

Rabu, 31/10/2018 08:07 0

Myanmar

Bangladesh-Myanmar Mulai Pulangkan Pengungsi Rohingya Bulan Depan

“Kami sepakat memulai pemulangan (Rohingya) pada pertengahan November,” kata Menteri Luar Negeri Bangladesh, Syahid Al-Haq, kepada media di ibukota Dhaka setelah bertemu delegasi Myanmar yang dipimpin Myint To, pejabat Deplu Myanmar.

Rabu, 31/10/2018 06:56 0

Hoax Buster

Situs Satir Bilang O’Connor Murtad Lalu Masuk Hindu

Penyanyi Irlandia Sinead O'Connor telah menjadi seorang Hindu setelah beberapa hari masuk Islam. O'Connor mengaku menemukan suatu hal di dalam Islam yang tidak ia perhatikan, terkait meminum alkohol (minuman keras).

Selasa, 30/10/2018 18:00 0

Fikih

Sholat Ghoib Bagi Korban Kecelakaan Pesawat

Kemaren kita dikejutkan dengan pesawat Lion Air jurusan Pangkal Pinang yang jatuh di perairan Karawang. Setelah tim SAR turun tangan, kita mendapati korban berupa potongan tubuh bahkan masih ada yang belum ditemukan.

Selasa, 30/10/2018 15:05 0

Hoax Buster

Hoaks Seputar Jatuhnya Pesawat Lion Air JT-610

Proses evakuasi korban pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh di perairan Karawang pada Senin pagi, 29 Oktober 2018 terus dilakukan

Selasa, 30/10/2018 14:28 0

Turki

Militer AS dan Turki Siap Mulai Patroli Bersama di Manbij, Suriah

Robertson tidak menjelaskan kapan pelaksanaan operasi itu dimulai.

Selasa, 30/10/2018 14:16 0

Arab Saudi

Menlu Turki: Jaksa Agung Saudi Akui Pembunuhan Khashoggi Terencana

“Jaksa Agung Saudi mengakui bahwa pembunuhan Khashoggi terencana sebelumnya. Ia juga menekankan pentingnya menyelesaikan penyelidikan Saudi dalam kasus pembunuhan Khashoggi secepat mungkin,” kata Jawushglu dalam konferensi pers

Selasa, 30/10/2018 09:30 0

Close