... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Tak Ada yang Menawar, Iran Terpaksa Jual Minyak Mentah Lebih Murah

Foto: Kilang minyak

KIBLAT.NET, Teheran – Iran mulai menjual minyak mentah ke perusahaan swasta untuk diekspor sebagai bagian dari strategi untuk melawan sanksi AS, kata pernyataan Kementerian Perminyakan Iran. Sanksi AS terhadap Negara itu akan berlaku pekan depan.

Iran pada Ahad (28/10) harus menjual minyak mentahnya, yang ditawarkan untuk pertama kalinya di bursa energi Teheran. Harga yang ditawarkan pun lebih rendah dari harga kementerian karena tidak menemukan pelanggan untuk membeli.

Menurut pernyataan kementerian, pelanggan tidak menawar harga yang ditetapkan oleh Negara, yaitu $79,15 per barel.

Kementerian mengatakan bahwa akibat tidak adanya yang menawar dengan harga terendah yang ditetapkan pemerintah, akhir pemerintah menjual hanya 280 ribu barel dari 1 juta barel dengan harga 74,85 setiap satu barel. Harga ini lebih rendah dari harga terendah yang ditetapkan pemerintah.

Penjualan dilakukan dengan membayar 20% dari harga kuantitas dalam mata uang lokal dan 80% dalam mata uang asing, menurut pernyataan itu.

Iran bertujuan untuk meningkatkan nilai minyaknya di dalam negeri dan memastikan aliran likuiditas menjelang putaran kedua sanksi minyak yang akan diterapkan pekan depan.

Para pejabat mengatakan kilang minyak Iran hanya bisa membeli minyak mentah untuk mengekspor produk minyak, karena negara itu mengendalikan perdagangan minyak mentah.

Iran mengatakan pada Juli akan mulai menjual minyak ke perusahaan swasta sebagai bagian dari upaya untuk terus mengekspor minyak dan akan mengambil langkah-langkah lain untuk mengatasi sanksi setelah Amerika Serikat meminta sekutunya untuk menghentikan semua impor minyak Iran dari November.

BACA JUGA  Udara Palembang Memburuk, Sekolah Pun Tak Masuk

Washington memberlakukan sanksi pada sektor keuangan, logam, dan otomotif untuk Iran pada Agustus setelah Amerika Serikat menarik diri dari kesepakatan nuklir 2015. Namun sejumlah Negara Uni Eropa dan negara-negara lain menolak untuk menarik dan menyatakan komitmen mereka terhadap perjanjian tersebut.

Iran adalah produsen minyak terbesar ketiga di Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) sebesar 3,45 juta barel per hari, dengan rata-rata ekspor 2,1 juta barel per hari.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

YLKI: Lion Air Harus Beri Kompensasi Bagi Korban Kecelakaan Pesawat

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulis Abadi menanggapi soal jatuhnya pesawat Lion Air JT 610

Senin, 29/10/2018 15:29 0

Indonesia

Basarnas: Saat Jatuh, Emmergency Local Transmitter Milik Lion Air JT 610 Tak Berfungsi

Marsdya TNI M Syaugi mengungkapkan bahwa saat jatuh pemberitahuan keadaan darurat dari pesawat tersebut tidak terpancar.

Senin, 29/10/2018 15:01 0

Indonesia

Boeing Siap Bantu Investigasi Kecelakaan Pesawat Lion Air JT 610

Boeing Siap Bantu Investigasi Kecelakaan Pesawat Lion Air JT 610

Senin, 29/10/2018 12:53 0

Indonesia

Alami Kecelakaan, Pesawat Lion Air JT 610 Buatan Tahun 2018

Pihak Lion Air buka suara soal jatuhnya pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610

Senin, 29/10/2018 11:53 0

Indonesia

Syam Organizer Serahkan Huntara untuk Warga Sembalun

Huntara yang dibangun Syam Organizer berdiri di atas reruntuhan puing-puing rumah lama Ahmad Zainuddin yang telah roboh. Sudah sebulan lebih, Zainudin dan keluarganya tinggal di tenda berbahan terpal.

Senin, 29/10/2018 05:24 0

Opini

Bakar Bendera Tauhid, Berlakukah UU Ormas untuk Banser?

Ketika isu Perppu Ormas bergulir, ambisi pemerintah untuk meniadakan Ormas yang dianggap bertentangan dengan Pancasila dan Undang-undang dasar 1945 begitu besar.

Senin, 29/10/2018 00:13 0

Indonesia

Terus Meningkat, Kerugian Pasca Bencana Sulteng Capai Rp. 18,48 Trilyun

Dampak ekonomi kerugian dan kerusakan akibat bencana alam di Sulawesi Tengah terus meningkat

Ahad, 28/10/2018 17:20 0

Indonesia

Haedar Nashir: Jika Benar-benar “Aku Indonesia”, Jangan Biarkan Rupiah Terpuruk

Menurutnya, jika benar-benar cinta Indonesia, seharusnya tidak membiarkan ekonomi krisis.

Ahad, 28/10/2018 16:14 0

Indonesia

Bertopi Kalimat Tauhid, UBN: Marahlah Karena Allah!

Pimpinan Arrohman Quranic Learning (AQL) Center, Ustadz Bachtiar Nasir mengatakan bahwa amarah itu anugerah, jika ditempatkan pada tempatnya dan diluapkan secara proporsional.

Ahad, 28/10/2018 12:31 0

Indonesia

Kejagung Klaim Selamatkan Lebih Rp2 Triliun Uang Negara

"Untuk kasus korupsi, selain menindak dalam penanganan, Kejaksaan telah melakukan penyelamatan dan pengembalikan aset negara," kata Jaksa Agung HM Prasetyo.

Ahad, 28/10/2018 10:47 0

Close