... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pembakar Bendera Tauhid Dijerat Pasal 174 KUHP, Polisi Dinilai Kaburkan Substansi Permasalahan

Foto: Advokat SNH Advocacy Center, Nasrullah Nasution

KIBLAT.NET, Jakarta – Ahli hukum pidana, Nasrullah Nasution menyayangkan penetapan tersangka dua oknum Banser yang membakar bendera tauhid. Sebab, ia menilai penetapan tersangka tidak sesuai substansi permasalahan.

“Penetapan itu berdasarkan temuan kepolisian, kita menghormati itu. Tapi kita juga menyayangkan karena yang diminta masyarakat apa, yang terjadi apa,” katanya saat dihubungi Kiblat.net pada Selasa (30/10/2018).

Menurutnya, kepolisian berusaha mengaburkan substansi permasalahan. Nasrullah memaparkan bahwa substansi dalam kasus ini adalah dugaan penodaan agama.

“Polisi tidak melihat rasa keadilan di masyarakat, ada kesan mengaburkan substansi permasalahan. Karena substansinya adalah masyarakat menuntut soal pembakaran dan dugaan penodaan agama,” tuturnya.

“Yang merugikan masyarakat itu terkait dengan bendera tauhidnya. Bukan pada hal-hal yang tidak prinsip seperti gaduh, karena itu efek dari pembakaran bendera,” sambungnya.

Oleh sebab itu, ia berharap polisi bisa lebih peka terhadap masalah yang sebenarnya dimintakan masyarakat. Artinya, keinginan masyarakat hanya ada keadilan, tidak lebih dari itu.

Sebagaimana diketahui, Polda Jabar menetapkan pembakar bendera tauhid yang berinisial M dan F dengan pasal 174 KUHP. Dalam pasal tersebut menyebutkan bahwa, barangsiapa dengan sengaja mengganggu rapat umum yang tidak terlarang, dengan mengadakan huru hara, atau membuat gaduh, dihukum penjara selama – lamanya tiga minggu atau denda sebanyak – banyaknya Rp 900.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Arab Saudi

Menlu Turki: Jaksa Agung Saudi Akui Pembunuhan Khashoggi Terencana

“Jaksa Agung Saudi mengakui bahwa pembunuhan Khashoggi terencana sebelumnya. Ia juga menekankan pentingnya menyelesaikan penyelidikan Saudi dalam kasus pembunuhan Khashoggi secepat mungkin,” kata Jawushglu dalam konferensi pers

Selasa, 30/10/2018 09:30 0

Arab Saudi

Saudi Gelar Latihan Militer Gabungan dengan Lima Negara Arab

Latihan ini bersandi "Perisai Arab 1"

Selasa, 30/10/2018 07:29 0

Iran

Tak Ada yang Menawar, Iran Terpaksa Jual Minyak Mentah Lebih Murah

Kondisi itu terjadi menjelang diberlakukan sanksi kedua AS pekan depan.

Selasa, 30/10/2018 06:40 0

Arab Saudi

Amnesty: Syaikh Al-Audah Terancam Vonis Mati di Persidangan Ketiga

"Kami menyerukan kepada pemerintah Saudi untuk membatalkan rencana mengeluarkan hukuman mati dan membebaskan semua tahanan berpendapat,” imbuhnya.

Senin, 29/10/2018 20:13 0

Amerika

Menhan AS Bahas Kasus Pembunuhan Khashoggi dengan Menlu Saudi

"kami akan terus mendukung pertahanan kerajaan." kata Mattise

Senin, 29/10/2018 09:37 0

Yaman

Yaman Sambut Misi AS Perangi “Teroris” di Negaranya

Pernyataan itu disampaikannya saat Al-Ahmar bertemu dengan penglima komando pusat AS, Joseph Votel, di ibukota Bahrain, Manama, seperti dilaporkan kantor berita Yaman, Saba, pada Ahad (28/10).

Senin, 29/10/2018 08:16 0

Palestina

Israel Targetkan Tiga Remaja Gaza dengan Jet Tempur

Al-Qudrah menambahkan bahwa ketiga korban itu bernama Khaled Bassam Mahmoud Abu Sa'id (14), Abdul Hamid Mohammed Abu Zaher (13) dan Mohammed Ibrahim Abdullah Al-Sattari (13). Seluruhnya dari desa Wadi al-Salqa dekat Deir Al-Balah.

Senin, 29/10/2018 07:07 0

Opini

Bakar Bendera Tauhid, Berlakukah UU Ormas untuk Banser?

Ketika isu Perppu Ormas bergulir, ambisi pemerintah untuk meniadakan Ormas yang dianggap bertentangan dengan Pancasila dan Undang-undang dasar 1945 begitu besar.

Senin, 29/10/2018 00:13 0

Arab Saudi

Menlu Al-Jubeir: Hubungan Saudi dengan Amerika Sangat Kuat

"Kerajaan Arab Saudi memiliki hubungan strategis dengan Amerika Serikat yang kembali ke tahun 1930-an, itu diabadikan oleh pertemuan dengan almarhum Raja Abdulaziz dan Franklin Roosevelt," kata Al-Jubeir.

Ahad, 28/10/2018 14:28 0

Eropa

Pengadilan Eropa: Menghina Nabi Muhammad Bukan Kebebasan Berekspresi

Hayat Haq mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa "keputusan Pengadilan Eropa memperkuat kebebasan dan hak keyakinan agama, salah satu pilar kebebasan dalam masyarakat demokratis yang diatur oleh hukum".

Ahad, 28/10/2018 14:13 0

Close