... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Menhan AS Bahas Kasus Pembunuhan Khashoggi dengan Menlu Saudi

Foto: Kantor konsulat Saudi di Turki, lokasi pembunuhan Jamal Khashoggi. Foto: AFP.

KIBLAT.NET, Washington – Menteri Pertahanan, AS Jim Matisse, Ahad (28/10), mengatakan bahwa dia telah bertemu Menteri Luar Negeri Saudi, Adel al-Jubair, dan membicarakan kasus Jamal Khashoggi, jurnalis oposisi yang tewas di konsulat Saudi di Turki. Matisse meminta penyelidikan transparan atas pembunuhan tersebut.

Kematian Khashoggi di Washington Post telah berubah menjadi krisis bagi Arab Saudi, pengekspor minyak terbesar dunia, di tengah reaksi marah dari sekutu Riyadh.

Matisse mengatakan dia bertemu al-Jubair di sela-sela konferensi di Bahrain pada hari Sabtu lalu dan membahas pembunuhan Khashoggi.

“Kami membahasnya,” katanya kepada sekelompok kecil wartawan yang menyertainya dalam perjalanannya ke Praha.

“Seperti yang Anda ketahui, kami membicarakan hal yang sama adalah perlunya investigasi yang transparan, komprehensif, dan lengkap,” imbuhnya.

Matisse mengungkapkan, ada kesepakatan penuh dengan menteri luar negeri Saudi tanpa ada keberatan sama sekali. Ia tidak mengungkap isi kesepakatan itu dan hanya mengatakan, menlu Saudi sangat kooperatif.

Presiden AS Donald Trump mengatakan dia ingin tahu apa yang telah terjadi. Ia menekankan pada saat yang sama pentingnya peran Riyadh sebagai sekutu dalam menghadapi Teheran dan “militan Islam” serta pembeli utama senjata AS.

Beberapa waktu sebelumnya, dalam konferensi press dengan Perdana Menteri Ceko, Matisse ditanya kamampuan penyelidikan jika Putra Mahkota Saudi Muhammad bin Salman terlibat dalam pembunuhan Khashoggi.

BACA JUGA  Diduga Terlibat Pembunuhan Khasoggi, Mantan Konjen Saudi Dilarang Masuk Amerika

Mattise menjabat, “Turki, dengan bukti-buktinya, akan memastikan bahwa ada lebih dari ulasan tentang apa yang terjadi dan saya yakin bahwa penyelidikan akan mencakup bukti yang diajukan oleh Turki sejauh ini.”

Pada hari Sabtu, al-Jubair mengatakan pada pertemuan puncak keamanan di Bahrain bahwa hubungan Arab Saudi dengan Amerika Serikat adalah “ironi” di tengah apa yang disebutnya “histeria media” atas kematian Khashoggi.

Pada konferensi yang sama, Matisse membuat pernyataan tajam ke Arab Saudi dan mengatakan pembunuhan Khashoggi merusak stabilitas Timur Tengah dan membawa Washington mengambil tindakan lebih lanjut terhadap mereka yang bertanggung jawab.

Awal bulan ini, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo bertemu dengan raja Saudi dan putra mahkota untuk membahas masalah ini.

Washington telah mengumumkan mengsanksi 21 warga Saudi baik dengan mencabut visa mereka ke Amerika Serikat atau menempatkan mereka pada visa yang tidak memenuhi syarat setelah kematian Khashoggi.

Ditanya apakah Amerika Serikat akan mengurangi dukungannya untuk koalisi yang dipimpin Saudi di Yaman, Matisse mengatakan pada Ahad, “kami akan terus mendukung pertahanan kerajaan.”

Sumber: Reuters
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Syam Organizer Serahkan Huntara untuk Warga Sembalun

Huntara yang dibangun Syam Organizer berdiri di atas reruntuhan puing-puing rumah lama Ahmad Zainuddin yang telah roboh. Sudah sebulan lebih, Zainudin dan keluarganya tinggal di tenda berbahan terpal.

Senin, 29/10/2018 05:24 0

Opini

Bakar Bendera Tauhid, Berlakukah UU Ormas untuk Banser?

Ketika isu Perppu Ormas bergulir, ambisi pemerintah untuk meniadakan Ormas yang dianggap bertentangan dengan Pancasila dan Undang-undang dasar 1945 begitu besar.

Senin, 29/10/2018 00:13 0

Indonesia

Terus Meningkat, Kerugian Pasca Bencana Sulteng Capai Rp. 18,48 Trilyun

Dampak ekonomi kerugian dan kerusakan akibat bencana alam di Sulawesi Tengah terus meningkat

Ahad, 28/10/2018 17:20 0

Indonesia

Haedar Nashir: Jika Benar-benar “Aku Indonesia”, Jangan Biarkan Rupiah Terpuruk

Menurutnya, jika benar-benar cinta Indonesia, seharusnya tidak membiarkan ekonomi krisis.

Ahad, 28/10/2018 16:14 0

Indonesia

Bertopi Kalimat Tauhid, UBN: Marahlah Karena Allah!

Pimpinan Arrohman Quranic Learning (AQL) Center, Ustadz Bachtiar Nasir mengatakan bahwa amarah itu anugerah, jika ditempatkan pada tempatnya dan diluapkan secara proporsional.

Ahad, 28/10/2018 12:31 0

Indonesia

Kejagung Klaim Selamatkan Lebih Rp2 Triliun Uang Negara

"Untuk kasus korupsi, selain menindak dalam penanganan, Kejaksaan telah melakukan penyelamatan dan pengembalikan aset negara," kata Jaksa Agung HM Prasetyo.

Ahad, 28/10/2018 10:47 0

Indonesia

Menlu Retno Sebut Indonesia Selalu di Depan Dukung Palestina

Retno menyatakan Indonesia selalu berada di depan dalam mendukung perjuangan Palestina.

Ahad, 28/10/2018 10:10 0

Indonesia

HRS Center Bakal Polisikan Yaqut Cholil Terkait Info Hoaks Bendera

Ahli hukum pidana ini menilai bahwa Yaqut telah melanggar pasal 14 ayat 1 Undang-undang nomor 1 tahun 1946 tentang pemberitahuan berita bohong.

Ahad, 28/10/2018 09:48 4

Profil

Rifa’i Surur, Keluar Masuk Penjara Demi Memperjuangkan Syariat Islam

Jika ada pertanyaan, siapakah yang pantas disebut sebagai syaikh bagi seluruh jamaah jihad di Mesir. Maka, akan dijawab tanpa pikir panjang dengan menyebut nama Rifai Surur

Ahad, 28/10/2018 06:45 0

Indonesia

Jalur Gaza Dibombardir Jet Tempur Israel

Israel Mengebom 80 Lokasi di Jalur Gaza

Sabtu, 27/10/2018 14:49 0

Close