Amnesty: Syaikh Al-Audah Terancam Vonis Mati di Persidangan Ketiga

KIBLAT.NET, Riyadh – Organisasi Amnesty International, Senin (29/10), mendesak otoritas Saudi membebaskan para tahanan politik, termasuk Syaikh Salman Al-Audah. Lembaga tersebut mengatakan, Syaikh Al-Audah akan menghadapi sidang ketiga dan terancam vonis mati.

“Dijadwalkan Syaikh Salman Al-Audah menghadiri persidangan ketiga pada 30 Oktober. Mungkin ia menghadapi hukuman mati di Arab Saudi karena melakukan aksi damai atas haknya kebebasan berekspresi setelah permintaan jaksa untuk mengeksekusinya,” tulis Amnesty dalam akun resmi Twitter seperti dinukil Misra Al-Arabiya.

“Kami menyerukan kepada pemerintah Saudi untuk membatalkan rencana mengeluarkan hukuman mati dan membebaskan semua tahanan berpendapat,” imbuhnya.

Pada 3 Oktober, pihak berwenang Saudi menggelar sidang kedua Syaikh Al-Audah di Pengadilan Kriminal di Riyadh, Arab Saudi. Menurut akun aktivis yang memantau penangkapan aktivis dan ulama di Saudi, Muktaqaly Rakyi, persidangan itu berlangsung sangat singkat. Syaikh menolak sebanyak 37 tujuan yang disangkan jaksa. Kemudian sidang ditutup.

Pada sidang itu, keluarga akhirnya dibolehkan hadir. Sidang pertama digelar tertutup tanpa boleh ada yang menghadiri. Muktaqaly Rakyi menilai, kehadiran keluarga merupakan keberhasilan upaya aktivis menekan pemerintah Saudi.

Syaikh Al-Audah sendiri dituduh terlibat 37 kasus yang berkaitan dengan terorisme. Sehingga dalam persidangan pertama Jaksa Penuntut Umum Saudi meminta hakim memberi hukuman mati.

Tuntutan itu pun menuai kecaman dari perkumpulan ulama dunia. Mereka menggelar konferensi pers di Turki, Agustus lalu, mendesak pemerintah Saudi membebaskan Syaikh Al-Audah dan ulama-ulama lainnya.

BACA JUGA  Menlu Saudi: Biden Akan Membuat Hubungan Saudi-AS Semakin Baik

Sumber: masralarabia.com
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat