... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pengadilan Eropa: Menghina Nabi Muhammad Bukan Kebebasan Berekspresi

Foto: Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa (ECHR)

KIBLAT.NET, Brussels – Yayasan Integritas untuk Hak Asasi Manusia (Hayat Haq) telah menyatakan dukungannya atas keputusan Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa (ECHR), yang menganggap bahwa menghina Nabi Muhammad tidak termasuk dalam bentuk kebebasan berekspresi.

Hayat Haq mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa “keputusan Pengadilan Eropa memperkuat kebebasan dan hak keyakinan agama, salah satu pilar kebebasan dalam masyarakat demokratis yang diatur oleh hukum”.

Pada Kamis, 25 Oktober 2018, Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa memutuskan bahwa menghina Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak jatuh dalam kebebasan berekspresi. Pengadilan juga menyatakan bahwa hukuman pengadilan Austria untuk seorang wanita yang menghina Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bukan melanggar hak atas kebebasan berekspresi, atau Bab X Piagam Eropa tentang Hak Asasi Manusia.

Hayat Haq menjelaskan bahwa keputusan Pengadilan Eropa muncul dalam konteks mendorong perlindungan dan penghormatan terhadap perasaan religius umat Islam dan berfungsi untuk mempromosikan perdamaian masyarakat.

Lembaga itu juga mencatat bahwa Pengadilan Eropa telah menperjelas perbedaan antara hak atas kebebasan berekspresi dan apa yang dianggap sebagai pelanggaran hak dan penyalahgunaan perasaan keagamaan individu dan masyaraka”.

Keputusan Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa muncul dalam rangka mendukung keputusan pengadilan di Austria pada tahun 2009 terhadap seorang wanita Austria yang didenda € 480 (Rp8,34 juta) dalam kasus menghina Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

BACA JUGA  Statistik Ungkap Islam Paling Cepat Tumbuh di Norwegia

Sumber: Middle East Monitor
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Bertopi Kalimat Tauhid, UBN: Marahlah Karena Allah!

Pimpinan Arrohman Quranic Learning (AQL) Center, Ustadz Bachtiar Nasir mengatakan bahwa amarah itu anugerah, jika ditempatkan pada tempatnya dan diluapkan secara proporsional.

Ahad, 28/10/2018 12:31 0

Indonesia

Kejagung Klaim Selamatkan Lebih Rp2 Triliun Uang Negara

"Untuk kasus korupsi, selain menindak dalam penanganan, Kejaksaan telah melakukan penyelamatan dan pengembalikan aset negara," kata Jaksa Agung HM Prasetyo.

Ahad, 28/10/2018 10:47 0

Indonesia

Menlu Retno Sebut Indonesia Selalu di Depan Dukung Palestina

Retno menyatakan Indonesia selalu berada di depan dalam mendukung perjuangan Palestina.

Ahad, 28/10/2018 10:10 0

Indonesia

HRS Center Bakal Polisikan Yaqut Cholil Terkait Info Hoaks Bendera

Ahli hukum pidana ini menilai bahwa Yaqut telah melanggar pasal 14 ayat 1 Undang-undang nomor 1 tahun 1946 tentang pemberitahuan berita bohong.

Ahad, 28/10/2018 09:48 4

Profil

Rifa’i Surur, Keluar Masuk Penjara Demi Memperjuangkan Syariat Islam

Jika ada pertanyaan, siapakah yang pantas disebut sebagai syaikh bagi seluruh jamaah jihad di Mesir. Maka, akan dijawab tanpa pikir panjang dengan menyebut nama Rifai Surur

Ahad, 28/10/2018 06:45 0

Indonesia

Jalur Gaza Dibombardir Jet Tempur Israel

Israel Mengebom 80 Lokasi di Jalur Gaza

Sabtu, 27/10/2018 14:49 0

Video News

Kiblat Review : Ijtima Ulama dan Politik Umat Islam

KIBLAT.NET- Ijtima ulama 2, sudah digelar dan menghasilkan kesepakatan. Salah satunya dengan adanya pakta integritas...

Sabtu, 27/10/2018 12:09 0

Indonesia

Kesepakatan Wapres dan Pimpinan Ormas Islam Terkait Pembakaran Bendera Tauhid

Lima Kesepakatan Wapres dan Pimpinan Ormas Terkait Pembakaran Bendera Tauhid

Sabtu, 27/10/2018 10:19 0

Analisis

Skenario Global di Balik Industri Islamofobia

Mereka membagi adanya “Good Muslims” dan “Bad Muslims”. “Good Muslims” adalah umat Islam yang mau bekerja untuk Barat. Kumar menganalogikan pendekatan Islamofobia liberal sebagai “penjajahan berbulu domba”.

Sabtu, 27/10/2018 06:00 1

Artikel

Khilafah dan Ujian Negara Bangsa

Masih relevankah konsep negara bangsa di tengah gempuran globalisasi, liberalisasi ekonomi, banjir informasi bahkan mobilitas penduduk? Mampukah ia bertahan?

Sabtu, 27/10/2018 02:38 0

Close