... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Saudi Dalami Laporan Turki, Pembunuhan Khashoggi Terencana

Foto: Hatice terlihat selfie dengan Khashoggi dalam opininya di Washington Post.

KIBLAT.NET, Riyadh – Kejaksaan Penuntut Umum Saudi, Kamis (25/10), mengatakan bahwa pihaknya akan mendalami informasi yang disampaikan pemerintah Turki, pembunuhan Jamal Khashoggi terencana. Ini pernyataan pertama pemerintah Saudi terkait adanya “niat sebelumnya” dalam kasus pembunuhan Khashoggi di konsulatnya di Turki.

“Jaksa Penuntut Umum menerima informasi dari Negara sahabat Turki melalui tim kerja bersama antara Kerajaan Arab Saudi dan Republik Turki menunjukkan bahwa tersangka dalam kejadian tersebut melakukan pembunuhan dengan niat sebelumnya,” kata Jaksa Agung Saudi, Sa’ud bin Abdullah Al-Mu’jib, seperti dinukil France24 dari kantor berita Saudi (SPA).

Dia menekankan bahwa pihaknya terus melanjutkan penyelidikan terhadap para tersangka. Kami akan menyampaikan hasil penyelidikan dan membawa para terdakwa ke pengadilan.

Perlu dicatat, ini merupakan pertama kali menyebut ada “niat sebelumnya” dalam kasus tewasnya Khashoggi. Saudi dan Turki membentuk tim bersama untuk menyelidiki kasus tersebut.

17 hari setelah hilangnya Khashoggi, akhirnya pihak berwenang Saudi mengumumkan pada 20 Oktober bahwa jurnalis Saudi yang saat ini bekerja di Washington Post itu tewas setelah bertengkar dengan sejumlah orang di dalam kantor konsulat di Turki. Sebanyak 18 orang diamankan dalam kasus ini.

Bersamaan dengan pengumuman itu, pemerintah Saudi mengganti sejumlah pejabat keamanan termasuk wakil kepala intelijen, Ahmed Asiri. Banyak pihak juga meragukan pernyataan Saudi atas kematian Khashoggi.

Khashoggi dinyatakan hilang sesaat setelah memasuki kantor konsulat Saudi di Turki. Kabar tersebut pertama kali disampaikan oleh tunangan Khashoggi, Hatice Cengiz. Namun anehnya, keluarga Khashoggi tidak mengenal Cengiz meski telah bertunangan.

Kematian Khashoggi telah memicu reaksi internasional. Sejumlah Negara Eropa telah mengeluarkan penghentian penjualan senjata kepada Saudi sebagai hukuman terhadap Riyadh. Kerajaan dinilai bertanggung jawab atas tewasnya wartawan tersebut.

Sumber: France24
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Polda Jabar: 3 Anggota Banser Minta Pengamanan Diri Kepada Polisi

"Saat ini masih berada di Polres dengan kaitan permohonan minta diamankan atau pengamanan diri kepada Polres"

Kamis, 25/10/2018 23:18 0

Indonesia

KOKAM Daerah Siap Kawal Dahnil Anzar Saat Diperiksa Polda Metro Jaya

KOKAM Daerah Siap Kawal Dahnil Anzar Saat Diperiksa Polda Metro Jaya

Kamis, 25/10/2018 22:27 0

Indonesia

Tjahjo Kumolo: Ormas Islam Harus Sesuai dengan Quran dan Hadits

Menurutnya, jika ada ormas yang melanggar hukum atau mengganggu ketertiban maka menjadi domain kepolisian untuk menangani hal tersebut.

Kamis, 25/10/2018 22:04 0

Indonesia

Dahnil Anzar Dipanggil Polisi, Pengacara Muhammadiyah Khawatir Terjadi Kriminalisasi

Dahnil Anzar kembali dipanggil Polda Metro Jaya untuk diperiksa terkait kasus kebohongan dengan tersangka Ratna Sarumpaet

Kamis, 25/10/2018 22:01 0

Indonesia

Begini Cara Kemendagri Awasi WNI yang Kembali dari Suriah

Menteri Dalam Negeri (Mendgri) Tjahjo Kumolo mengatakan pihaknya akan mengawasi ketat WNI yang kembali dari Suriah

Kamis, 25/10/2018 20:50 0

Indonesia

Ismail Yusanto: HTI Tidak Punya Bendera

"HTI tidak punya bendera, kita hanya punya logo"

Kamis, 25/10/2018 20:21 0

Indonesia

Kemendagri Akan Hapus 3.000 Lebih Peraturan Daerah

Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo menyebut Indonesia bukanlah negara hukum melainkan negara peraturan. Dia menjelaskan, hal ini karena banyaknya peraturan yang dihasilkan.

Kamis, 25/10/2018 19:00 0

Indonesia

Kemenhan Jalin Kerjasama Trilateral Untuk Tanggulangi Terorisme

Kemenhan menjalin kerjasama trilateral untuk menanggulangi terorisme, bersama Malaysia dan Filipina

Kamis, 25/10/2018 18:59 0

Indonesia

Wiranto Klaim Penegakan Hukum Baik, Kepercayaan Publik Kepada Pemerintah Tinggi

"Politik stabil, hukum ditegakkan dengan baik, dan keamanan kita jaga stabilitasnya. Sehingga tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah sangat tinggi,"

Kamis, 25/10/2018 18:34 0

Indonesia

Polisi Dalami Niat Pembakar Bendera Tauhid di Garut

Mantan Kabareskrim ini juga menyebutkan bahwa kepolisian turut mencari pembawa bendera. Sebab, ia beranggapan bahwa saat kegiatan tidak boleh membawa atribut apapun.

Kamis, 25/10/2018 17:55 0

Close