Direktur CIA Laporkan Temuan dan Analisis Kasus Khashoggi ke Trump

KIBLAT.NET, Washington – Direktur Central Intelligence Agency (CIA), Gina Haspel, Kamis (25/10), menyampaikan laporannya terkait pembunuhan Jamal Khashoggi di konsulat Saudi di Turki kepada Presiden Donald Trump. Laporan itu disampaikan setelah Haspel ke Turki untuk berdikusi dengan para pejabat setempat membahas tewasnya wartawan yang kerap mengkritik rezim Saudi itu.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Robert Paladino, mengatakan Haspel menyerahkan laporan yang berisi “temuan dan analisisnya tentang kunjungannya ke Turki”. Paladino menolak untuk mengungkap isi laporan tersebut.

Haspel mengunjungi Turki pekan ini untuk berdiskusi dengan para pejabat Turki tentang pembunuhan seorang jurnalis Saudi di dalam konsulatnya di Istanbul pada 2 November lalu.

Menurut koran Turki pro pemerintah, Daily Sabah, Haspel dilihatkan bukti-bukti yang dikumpulkan pihak berwenang Turki dari kantor konsulat Saudi dan rumah dinas kepala konsulat. Haspel juga disebut didengarkan rekaman video dan audio yang menunjukkan detik-detik eksekusi.

Di sisi lain, Reuters mengatakan bahwa Turki menolak permintaan Haspel untuk mendengar rekaman-rekaman itu. Daily Sabah sendiri kerap mengeluarkan laporan-laporan yang disebutnya bocoran dari pemerintah sejak awal kasus Khashoggi mencuat. Tak jarang berita tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Terkait penjatuhan sanksi berat kepada Saudi, Paladino mengatakan bahwa negaranya masih menunggu penyelidikan rinci oleh pemerintah Saudi.

“Kami ingin kasus ini bisa cepat selesai. Semakin penyelidikan membutuhkan waktu lama kita khawatir tentang dampak dan keefektifannya,” kata Paladino.

Kantor kejaksaan Saudi mengumumkan Kamis sebelumnya bahwa pihaknya sedang menyelidiki informasi dari Turki bahwa para tersangka dalam kasus tersebut telah “melakukan tindakan dengan niat sebelumnya”, sebuah hipotesis yang tidak pernah disentuh oleh Riyadh.

Amerika Serikat sebelumnya menyatakan akan menjatuhkan sanksi berat jika Saudi terbukti di balik pembunuhan jurnalis Washington Post itu. Namun perlu dicatat, Saudi sekutu utama Washington di Timur Tengah.

Sumber: AFP
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat