Ismail Yusanto: HTI Tidak Punya Bendera

KIBLAT.NET, Jakarta – Ismail Yusanto mengatakan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), yang kini telah dicabut status badan hukumnya oleh pemerintah, tidak memiliki bendera resmi. Sehingga pernyataan yang dituduhkan kepada HTI terkait bendera bertuliskan kalimat tauhid yang dibakar di Garut, tidak benar.

“HTI tidak punya bendera, kita hanya punya logo. Memang di beberapa aksi diaplikasikan di bendera, tapi kita tidak punya bendera. Kita tidak pernah mengaplikasikan logo itu pada bendera, di AD/ART itu disebutkan lambang Logo,” ungkap Ismail usai menghadiri diskusi di Hotel Grand Alia Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (25/10/2018).

Ismail menjelaskan logo HTI yang dimaksud adalah latar hitam bertuliskan Hizbut Tahrir Indonesia dengan huruf ‘i’ di tulisan Tahrir dan Indonesia menggunakan tiang bendera bertuliskan kalimat Laa Ilaa Ha Illallah dengan bahasa arab.

Mantan juru bicara HTI itu menegaskan selama ini bendera yang biasa dipakai dalam acara HTI bukanlah bendera milik organisasi itu. “Selama ini kami mengatakan ini bukannya bendera HTI, tapi ini adalah bendera Rasul,” ujarnya.

“Bahkan kita punya acara khusus mengenalkan itu namanya Mapara, Masirah Panji Rasulullah. Pada awal 2007 acara itu digelar di seluruh Indonesia,” terang Ismail.

Sementara, Mantan Ketua Umum DPP Hizbut Tahrir Indonesia Rochmat S. Labib mengibaratkan bendera Rasul sama juga seperti kopiah. Ketika digunakan sebuah organisasi, bukan lantas bendera tersebut adalah milik organisasi tersebut.

BACA JUGA  Innalilahi, Syekh Ali Jaber Meninggal Dunia

“Misalnya kita pakai kopiah, kemudian disangka kopiah HTI. Jadi ini bendera umat Islam dipakai dalam demo HTI, tidak apa-apa. Istilahnya kan kita umat Islam dan nabi punya bendera, ya kita pakai bendera itu,” ungkapnya.

Rahmat menyebut bahwa Kalimat Tauhid yang berada di bendera Rasul juga merupakan kalimat penyatu umat Islam. Sebab, umat Islam tauhidnya sama, yaitu kalimat laa ilaa ha illallah.

“Kalimat tauhid itu kan menyatukan semua ummat. Ketika dipakai orang Ansor, Muhammadiyah itu tidak apa-apa. Karena yang menyatukan umat Islam itu kan kalimat tauhid. Persamaan antara umat Islam kan tauhidnya, justru kalau berbeda ya bukan Islam,” kata Rochmat.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Imam S.

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat