Dahnil Anzar Dipanggil Polisi, Pengacara Muhammadiyah Khawatir Terjadi Kriminalisasi

KIBLAT.NET, Jakarta – Polda Metro Jaya kembali memanggil Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak (DAS) kasus hoak Ratna Sarumpaet (RS) Jumat (26/10/2018) besok. Pengacara Muhammadiyah akan mendampingi proses hukum Ketua PP Pemuda Muhammadiyah tersebut karena khawatir terjadi kriminalisasi.

Dahnil Anzar telah menerima surat panggilan dari Polda Metro Jaya tertanggal 22 Oktober 2018. Dia diagendakan menjalani pemeriksaan konfrontir sebagai saksi dalm kasus berita bohong atau hoaks dengan tersangka Ratna Sarumpaet.

“Melihat kondisi ini, kami dari Pengacara Muhammadiyah akan ikut mendampingi DAS pada hari Jumat besok, karena bagaimana pun DAS merupakan kader Muhammadiyah yang saat inipun masih menjabat Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah,” kata Direktur Satgas Advokasi Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Gufroni dalam keterangan tertulisnya, Kamis (25/10/2018).

Gufroni mengatakan selain dia, akan ada Trisno dan Jamil dari Majelis Hukum dan HAM (MHH) PP Muhammadiyah yang akan mendampingi Dahnil. Pendampingan itu akan dilakukan sampai selesai hingga kasus tersebut dibawa ke meja persidangan.

Pengacara Muhammadiyah itu mengungkapkan adanya kekhawatiran terjadinya kriminalisasi terhadap Ketua PP Pemuda Muhammadiyah. “Mengapa kami mendampingi DAS, karena kami khawatir kasus ini dipolitisir dan DAS dikriminalisasi mengingat bahwa kasus ini murni kebohongan yang dilakukan RS secara individu,” ungkap Gufroni.

Ghufron menekankan dalam kasus hoaks dengan tersangka Ratna Sarumpaet, sama sekali tidak ada unsur rekayasa oleh pihak-pihak tertentu untuk dipolitisir sedemikian rupa. Selain itu, Dahnil sendiri dalam keterangan sebelumnya menyatakan tidak kenal dengan RS dan sama sekali tidak ada komunikasi dengannya. Bahkan DAS berkali-kali mengatakan bahwa dirinya juga korban kebohongan RS.

BACA JUGA  PKS Konsisten Perjuangkan RUU Minuman Beralkohol

“Makanya kami mempertanyakan apa urgensi sehingga DAS harus dipanggil kembali untuk pemeriksaan konfrontir dengan RS,” ujar Gufroni.

Sikap Polda Metro Jaya yang memanggil kembali Dahnil Anzar justru dipertanyakan urgensinya. Muncul pertanyaan apakah belum cukup keterangan yang sudah diberikannya sebagai saksi, sehingga keterangannya harus dikonfrontir dengan Ratna.

Gufroni mengira kasus tersebut sudah cukup dan tidak ada lagi pemanggilan terhadap saksi-saksi. Hal itu berdasar keterangan Humas Polda Metro Jaya beberapa waktu lalu, yang menyatakan bahwa berkas pemeriksaan sudah cukup dan kasus ini segera dilimpahkan ke kejaksaan.

Reporter: Imam S.
Editor: Wildan Mustofa

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat