... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Bin Salman Berjanji Hukum Pejabat yang Terlibat Pembunuhan Khashoggi

Foto: Putra Mahkota Saudi Muhammed bin Salman bin Abdul Aziz Al Saud

KIBLAT.NET, Riyadh – Putra Mahkota Saudi Muhammad bin Salman, Rabu (24/10), berjanji menghukum semua yang terlibat dalam pembunuhan jurnalis Saudi, Jamal Khashoggi, di Turki.

“Kejahatan itu menyakitkan bagi semua orang Saudi dan bagi setiap manusia di dunia,” katanya dalam sebuah wawancara di Inisiatif Investasi di konferensi Riyadh. Ia menggambarkan pembunuhan Khashoggi peristiwa aneh yang tidak bisa dibenarkan.

Bin Salman menambahkan, kerajaan mengambil semua langkah hukum untuk mendapat kesimpulan mengenai pembunuhan itu. Orang-orang yang bertanggung jawab atas kejahatan tersebut akan dihukum dan keadilan pada akhirnya akan menang.

Dia menekankan bahwa negaranya berkoordinasi dengan Turki untuk mendapat kesimpulan berdasarkan fakta-fakta atas insiden itu. Ia juga menegaskan bahwa hubungan negaranya dengan Turki sangat istimewa dan tidak akan ada keretakan antara keduanya.

Bin Salman menunjukkan bahwa sudah waktunya untuk merestrukturisasi sektor keamanan nasional di negaranya.

Sumber di kantor kepresidenan Turki melaporkan bahwa Presiden Recep Tayyip Erdogan menelepon Putra Mahkota Saudi Muhammad bin Salman pada hari Rabu untuk membahas langkah-langkah yang diperlukan dalam mengungkap kematian Khashoggi.

Erdogan mengatakan pada Rabu di Ankara bahwa negaranya tidak akan mengizinkan para pelaku kejahatan untuk melarikan diri dari pembunuhan brutal ini.

“Kami bertekad untuk tidak membiarkan ada tabir dalam kasus ini dan memastikan semua yang bertanggung jawab tidak dibebaskan dari keadilan, mulai dari otak hingga eksekutor pembunuhan,” kata Erdogan.

BACA JUGA  Selain Abdullah Basfar, Saudi Dilaporkan Tangkap Syaikh Saud Al-Funaisan

“Ankara akan terus menyajikan bukti baru secara transparan untuk menyoroti aspek gelap dari pembunuhan ini,” imbuhnya.

Turki Lihatkan Bukti ke AS

Sementara itu, menurut laporan media bahwa intelijen Turki memberitahukan “semua bukti” tentang kematian Khashoggi kepada Gina Haspell, direktur CIA, selama kunjungannya ke Ankara, Selasa lalalu. Haspell mengunjungi Turki dalam rangka menemui pejabat setempat untuk membicarakan kematian jurnalis anti rezim Saudi itu.

Surat kabar “Sabah” menyebutkan bahwa para pejabat Turki bersama-sama memperdengarkan rekaman audio dan memperlihatkan foto serta bukti-bukti yang dikumpulkan dari konsulat dengan Haspell di kantor pusat dinas intelijen Turki.

Erdogan mengatakan dalam pidato di hadapan anggota partainya di Parlemen bahwa pihaknya telah memiliki bukti-butki kuat atas pembunuhan Khashoggi dengan sengaja dan kejih pada 2 Oktober lalu.

Dalam pidatonya, Erdogan mengatakan pembunuhan Khashoggi telah direncanakan beberapa hari sebelumnya. Ia menuntut semua yang terlibat dibawa ke pengadilan. Dia juga menyerukan pengadilan para tersangka digelar di Istanbul.

Erdogan meminta Arab Saudi untuk menjawab lokasi mayat Khashoggi dan siapa yang memerintahkan pembunuhan tersebut.

Dia juga menyerukan pembentukan komite netral untuk mempertimbangkan kasus ini. Akan tetapi, saat ini ia merasa yakin bisa bekerja sama dengan bin Salman.

Pemerintah Saudi sebelumnya membantah Khashoggi tewas sejak dilaporkan hilang. Berulang kali, kerajaan mengatakan bhawa Khashonggi masih hidup. Namun akhirnya menyatakan bahwa Khashoggi tewas di konsulat di Turki karena berkelahi, setelah melakukan penyelidikan. Kerajaan mengaku tidak mengetahui pembunuhan itu.

BACA JUGA  Alhamdulillah, Arab Saudi Izinkan Umrah Mulai 4 Oktober

Sumber: BBC Arabic
Redaktur: Sulhi El-Izzi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Mensos Sebut 40% Masyarakat Indonesia Golongan Tidak Mampu

Mensos memaparkan 40% masyarakat tidak mampu atau setara 98 juta jiwa mendapat subsidi elpiji sekaligus listrik. Sementara 38% atau setara 92,4 juta jiwa menerima Penerima Bantuan Iuran (PBI)-Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Rabu, 24/10/2018 18:24 0

Indonesia

Komentari Parade Tauhid, Said Aqil: Bukan Bela Lambang Tauhid, Tapi Bela HTI

"Bukan lambang tauhidnya, tapi membela lambang ormas yang sudah dilarang"

Rabu, 24/10/2018 17:36 3

Indonesia

Aksi Bakar Bendera Tauhid, Fahira Idris: Memicu Konflik di Masyarakat

Ia menegaskan rasa kecewa dan marah umat Islam akibat pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid adalah hal yang sangat wajar. Namun, umat muslim diharapkan tetap tenang.

Rabu, 24/10/2018 17:30 0

Indonesia

Badan Pengawas Pemberantasan Terorisme Tunggu Peraturan DPR

Badan Pengawas Pemberantasan Terorisme Tunggu Peraturan DPR

Rabu, 24/10/2018 15:46 0

Video Kajian

Muslimah Harus Digembleng Dengan Surah An-Nur? Ini Alasannya!

KIBLAT.NET – Muslimah Harus Digembleng Dengan Surah An-Nur? Ini Alasannya! Bunda Aisyah Radhiyallahu ‘Anha pernah...

Rabu, 24/10/2018 15:00 0

Indonesia

Penanganan Kasus Pembakaran Bendera Tauhid Diserahkan kepada Polri dan Kejaksaan

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto mengatakan bahwa pihak kepolisian akan menindaklanjuti tindakan pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid di Garut.

Rabu, 24/10/2018 13:02 0

Indonesia

Pelaku Pembakar Bendera Tauhid Didesak Bertobat dan Minta Maaf

ISAC juga berharap kepada pimpinan Nahdhatul Ulama untuk segera bersikap dan memberi sanksi kepada para pelaku. Sementara kepada Kapolri agar segera memproses hukum mereka.

Rabu, 24/10/2018 11:22 0

Indonesia

Ketua GP Ansor Dipolisikan Terkait Pembakaran Bendera Tauhid

"Menurut kami, pasal yang dilaporkan sudah memenuhi unsur semua, tinggal penyidik nanti yang mengembangkan laporan kita ini," ujar Juanda.

Rabu, 24/10/2018 11:04 0

Opini

Yang Hilang Setelah Bendera Terbakar

Padahal, saat ini adalah saat kritis di mana umat perlu kehadiran dan bimbingan ulama. Bagaimana mereka harus beraksi, apa narasi yang harus dibawa, bagaimana menjaga aksi agar tidak “masuk angin” atau terpancing melakukan tindakan yang justru kontra-produktif.

Rabu, 24/10/2018 05:49 0

Manhaj

Merawat Ingatan akan Keagungan Kalimat Tauhid

Aksi pembakaran kalimat tauhid menuai gelombang protes dari umat. Sebagai umat Islam kita juga harus mengetahui seperti apa keagungan dari kalimat tauhid tersebut

Rabu, 24/10/2018 04:00 0

Close