... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Editorial: Bendera Tauhid dan Industri Kebencian

Foto: Bendera bertuliskan kalimat 'Laa ilaaha illallah Muhammad Rasulullah'

KIBLAT.NET – Setelah menjadi buah bibir terkait penggagalan sejumlah kegiatan keislaman, Banser kembali tenar. Video sekelompok orang berseragam ormas badan otonom NU itu merampas bendera bertuliskan lafal tauhid dan membakarnya.

Aksi berbuah reaksi. Video pernyataan muncul deras di sosial media. Mulai dari keprihatinan, sampai ajakan adu fisik. Sebagian dari sosok yang muncul justru mengaku sebagai orang NU yang kecewa dengan tindakan oknum Banser ini.

Berkaca dari kasus-kasus sebelumnya, ending dari cerita ini dapat diprediksi. Kasus mencuat, muncul reaksi hebat, disusul permohonan maaf atas khilaf dan cerita pun berakhir, tertutup dengan rapat. Esok, akan kembali terulang dengan pelaku dan latar yang berbeda.

Pola seperti ini harus kita sudahi, karena akan mengancam persatuan (ukhuwah) umat Islam. Padahal, di saat kehilangan kendali atas kekuasaan politik dan peradaban seperti sekarang ini, tinggal persatuan-lah yang menjadi indokator umat ini masih ada.

Jika pola seperti ini tidak segera diputus akan menjadi mangsa empuk bagi pribadi maupun kelompok yang ingin menghilangkan jejak-jejak hitam kejahatannya. Sekadar diingat, insiden ini terjadi beriringan dengan isu besar yang membelit elit penguasa.

Sebut saja skandal buku merah berisi dugaan aliran suap kepada beberapa petinggi penegak hukum. Selain itu, divestasi 51% saham Freeport yang ternyata ompong. Juga temuan BPK soal kebocoran dana dalam pembangunan infrastruktur yang nilainya mencapai Rp.44 triliun.

BACA JUGA  "Perang Melawan Teror" yang Digaungkan AS Renggut Setengah Juta Jiwa

Oleh sebab itu, insiden pembakaran bendera bertulisan kalimat tauhid itu tidak bisa dilihat secara parsial. Kita harus telusuri dari bangunan beberapa peristiwa yang terjadi dalam skala nasional dan kaitannya dengan Banser, maupun organisasi sejenis.

Yang paling dekat, insiden ini terkait dengan antusias Banser dalam mengganyang simbol-simbol yang terkait dengan HTI (Hizbut Tahrir Indonesia). Apa saja yang ditengarai beraroma HTI, akan dibasmi.

HTI juga menjadi stigma yang dipaksa untuk ditempelkan kepada pihak yang dinilai mengancam kepentingan kelompoknya. Sebut saja teror terhadap kajian Ustad Abdul Shomad (UAS) di Jawa Tengah dan Jawa Timur beberapa waktu lalu.

Padahal, belum tentu pelaku teror itu paham seluk beluk HTI selain dari indoktrinasi dari sang pemimpin. Tak ada ruang diskusi ilmiah. Bukan karena diskusi semacam itu tidak diminati, tetapi adu argumen yang fair dalam perkara seperti ini memang bikin penguasa merasa gatal.

Disengaja atau tidak, pola seperti itu berjalin kelindan membentuk sebuah industri yang memproduksi kebencian tiada henti. Terjadilah siklus hubungan dan ketergantungan satu dan lainnya. Kebencian menjadi bahan bakar yang mudah dan murah untuk menyulut adegan. Kebencian juga menjelma tiket serba guna untuk memenuhi kebutuhan pribadi dan kelompok.

Tidak adil kalau hanya menghujat oknum anggota Banser pelaku pembakaran bendera. Pucuk pimpinannya, jika terbukti mengobarkan indoktrinasi dan kebencian kepada kelompok tertentu, harus mendapatkan sanksi.

BACA JUGA  Gurita Syiah Iran di Damaskus Sebelum Arab Spring

Demikian pula bila ada tokoh tertentu yang secara serampangan menuduh kelompok lain sebagai radikal, anti NKRI dan cap-cap igauan lainnya. Sanksi juga harus diterapkan kepada tangan-tangan kekuasaan yang selalu mengipas-ngipasi api kebencian.

Tanpa ikhtiar kuat untuk memutus pola dan siklus ini, yakinlah, kejadian ini akan berakhir untuk kembali menjelma di lain hari. Tanpa tahu kapan lingkaran setan ini akan berkesudahan.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Banser Bakar Bendera Tauhid, Muhammadiyah: Kebablasan

Banser Bakar Bendera Tauhid, Muhammadiyah: Kebablasan

Selasa, 23/10/2018 12:51 0

Indonesia

Penodaan Agama Terus Terjadi karena Lemahnya Penegakan Hukum

etua Bidang Advokasi DPP PBB, Ismar Syafruddin menegaskan bahwa fenomena agama menjadi bahan candaan terus terjadi karena penegakan hukum yang tidak tegas.

Selasa, 23/10/2018 12:23 0

Indonesia

Dianggap Langgar Aturan Kampanye, Jokowi-Ma’ruf Amin Dilaporkan ke Bawaslu

Ketua Bidang Advokasi DPP PBB, Ismar Syafruddin melaporkan pasangan Capres-cawapres Jokowi-Ma'ruf Amin ke Bawaslu

Selasa, 23/10/2018 11:53 0

Ruang Publik

BSMI Rencanakan Bangun Klinik Permanen di Sigi

BSMI Rencanakan Bangun Klinik Permanen di Sigi

Selasa, 23/10/2018 11:34 0

Suriah

Turki Peringatkan Kampanye Militer Targetkan Jihadis di Idlib

Rusia memberi waktu tambahan bagi Turki untuk menerapkan butir kedua perjanjian. Tetapi tampaknya tidak ada indikasi nyata kelompok-kelompok tersebut menerima kesepakatan Idlib.

Selasa, 23/10/2018 09:38 1

Indonesia

Ada Dugaan Pelanggaran HAM dalam Penangkapan Terduga Teroris, TPM Lapor DPR

Ada Dugaan Pelanggaran HAM dalam Penangkapan Terduga Teroris, TPM Lapor DPR

Selasa, 23/10/2018 09:31 0

Indonesia

Bendera Tauhid Dibakar, Cupink Topan: Saat Ajal, Apa Kalian Mengucapkan Saya Pancasila?

Aktor Cupink Topan turut menyayangkan tindakan anggota Banser Garut yang membakar bendera tauhid.

Selasa, 23/10/2018 09:24 0

Indonesia

Bakar Bendera Tauhid, Anggota Banser Garut Penuhi Unsur Penodaan Agama

Ketua Umum Komunitas Sarjana Hukum Muslim Indonesia (KSHUMI), Chandra Purna Irawan mengungkapkan bahwa pembakaran bendera tauhid oleh anggota Banser Garut telah memenuhi unsur tindak pidana penodaan agama.

Selasa, 23/10/2018 09:03 2

Video Kajian

Inilah Fitnah Akhir Zaman – Ust. Farid A. Okbah, MA.

KIBLAT.NET- Menguatkan iman sangatlah penting di zaman yang penuh fitnah ini. Apa sajakah fitnah-fitnah akhir...

Selasa, 23/10/2018 08:15 0

Afghanistan

Operasi Infiltrasi Taliban Kembali Tewaskan Tentara NATO

NATO mengatakan bahwa salah satu anggota tewas dan dua lainnya luka-luka dalam serangan yang biasa disebut “serangan dari dalam” itu. Tidak dijelaskan lebih rinci insiden tersebut.

Selasa, 23/10/2018 06:20 0

Close