... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Warga Taiwan Gelar Demonstrasi Tuntut Referendum Kemerdekaan dari Cina

Foto: Demonstrasi Warga Taiwan Menuntut Referendum Kemerdekaan dari Cina, Sabtu (20/10/2018)

KIBLAT.NET, Taipei – Puluhan ribu warga Taiwan menggelar demonstrasi di ibukota Taipei, Sabtu (20/10/2018), mendukung referendum kemerdekaan dari Cina.

Demonstrasi yang digerakkan oleh kelompok yang menamakan diri sebagai Aliansi Formosa ini disebut-sebut sebagai salah satu yang terbesar yang pernah terjadi di Taiwan. Para demonstran memusatkan aksi mereka di dekat markas partai yang dipimpin presiden Tsai Ing, yaitu Partai Demokratik Progressif.

Juru bicara Aliansi Formosa Kenny Chung menyebut aksi kali ini sangat sukses, merujuk pada banyaknya peserta demonstrasi. Dalam unjuk rasa itu, mereka menyerukan presiden Tsai untuk mendesak Cina dan meminta referendum kemerdekaan untuk menghindari pencaplokan wilayah.

Para pengunjuk rasa terlihta mengusung poster bertuliskan “Hentikan Penindasan, Hentikan Pencaplokan”. Selain itu mereka juga membawa spanduk dengan tulisan “referendum Kemerdekaan”.

Cina masih menganggap Taiwan sebagai salah satu provinsi di bawah kekuasaan mereka. Taiwan, yang wilayahnya merupakan sebuah pulau terpisah dari Cina daratan, secara pemerintahan telah memisahkan diri dari Beijing pada 1949.

Di sisi lain Cina tak pernah meninggalkan penggunaan kekuatan untuk memaksa Taiwan kembali di bawah kendali mereka. Tahun ini Beijing meningkatkan tekanan militer dan diplomatik, termasuk dengan menggelar latihan militer udara dan laut di sekitar Pulau Formosa. Selain itu cina juga membujuk tiga dari sedikit negara masih mendukung eksistensi Taiwan, untuk melepaskan dukungan mereka.

BACA JUGA  Pendaftar Kartu Perdana di China Wajib Pindai Wajah

Sumber: Channel News Asia
Redaktur: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Soal Perusakan Barang Bukti Buku Merah Basuki Hariman, Begini Kata Jubir KPK

Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ditanya wartawan soal tindak lanjut kasus perusakan barang bukti buku merah basuki Hariman

Sabtu, 20/10/2018 13:27 0

Indonesia

KPK Berencana Periksa CEO Lippo Group James Riady Terkait Kasus Suap Meikarta

KPK Berencana Periksa CEO Lippo Group James Riady Terkait Kasus Suap Meikarta

Sabtu, 20/10/2018 12:46 0

Info Event

Aa Gym Resmikan Rumah Tangguh Lombok

Aa Gym Resmikan Rumah Tangguh Lombok

Sabtu, 20/10/2018 10:48 1

Indonesia

KontraS: Soal Temuan Indonesia Leaks, Presiden Jokowi Hanya Beri Ucapan Normatif

Ia juga mempertanyakan sikap Jokowi saat melihat kasus dugaaan aliran dana ke Kapolri Tito Karnavian yang diungkap oleh Indonesia leaks

Jum'at, 19/10/2018 19:08 0

Artikel

Tekor BPJS Kesehatan, Defisit Terencana atau Manajemen Buruk?

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menjadi sorotan setelah presiden Joko Widodo mengeluhkan utang lembaga itu yang mencapai triliunan rupiah

Jum'at, 19/10/2018 18:40 0

Indonesia

Dua Aturan di Rezim Jokowi-JK yang Berpotensi Melanggar HAM Menurut KontraS

Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) memberikan kritikan di empat tahun rezim Jokowi-JK.

Jum'at, 19/10/2018 18:33 0

Indonesia

4 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK, Begini Catatan KontraS

“Kasus ini tidak selesai karena ada politik kompromi, yaitu memberikan jabatan tehadap figur yang terindikasi pelaku pelanggaran HAM berat,” kata Yati.

Jum'at, 19/10/2018 15:42 0

Indonesia

Pesawat 6 Negara Asing Angkut Bantuan ke Sulteng

Pesawat dukungan dari Amerika Serikat, Australia, Kanada, Korea, Jepang, dan Singapura mengangkut 103 ton ke Sulawesi Tengah

Jum'at, 19/10/2018 13:48 0

Opini

Esensi Pentingnya Membaca

Membaca itu sangatlah penting. Kalimat “membaca” bagi kita sudah bukan barang asing lagi bagi telinga para pembaca.

Jum'at, 19/10/2018 13:36 0

Manhaj

Dakwah, Iqamatul Hujjah dan Jihad, Tiga Tahapan Penegakan Islam

Artinya untuk melalui tahapan pertama dan kedua itu butuh waktu yang tidak sebentar. Jadi, salah besar bila semangat menegakkan Islam diawali dengan jihad senjata sementara jihad dengan pemikiran dan menegakkan hujjah belum ditempuh dengan maksimal.

Jum'at, 19/10/2018 11:00 0

Close