... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Dua Aturan di Rezim Jokowi-JK yang Berpotensi Melanggar HAM Menurut KontraS

Foto: koordinator KontraS, Yati Indriyani

KIBLAT.NET, Jakarta – Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) memberikan kritikan di empat tahun rezim Jokowi-JK. Ketua KontraS, Yati Indriyani menegaskan bahwa ada peraturan yang dikhawatirkan dapat terjadi pelanggaran HAM bila diterapkan.

Salah satunya adalah undang-undang tentang Organisasi Masyarakat. Ia menegaskan bahwa dengan aturan ini rezim Jokowi-JK dinilai memusuhi Ormas.

“UU Ormas nomor 16 tahun 2017 yang merupakan bukti nyata bahwa rezim ini, rezim yang memusuhi Ormas. Karena lewat UU ini permintah sarat subjektivitas dan meniadakan proses hukum dalam membubarkan ormas,” katanya dalam konferensi pers di Kantor KontraS, Jakarta Pusat pada Jumat (19/10/2018).

“Ini sebuah catatan yang sangat keras dari kami dan mungkin lembaga lain. Karena ini kemunduran dari UU sebelumnya yang mengatur proses hukum bagi Ormas yang dikategorikan radikal,” tuturnya.

Yati juga berpendapat aturan lain yang berpotensi melanggar HAM adalah UU Terorisme. Sebab, dalam UU tersebut akan diatur pelibatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam menangani terorisme.

“UU terorisme harus dijalankan dengan prinsip kehati-hatian dan berada dalam koridor penegakan hukum dan menghormati HAM. Dalam konteks itu, pelibatan TNI dalam penanganan terorisme saat ini sebenarnya belum diperlukan karena institusi penegakan hukum masih mampu mengatasi terorisme,” tukasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Rusia

Silang Pendapat AS dan Rusia Soal 700 Tawanan ISIS di Suriah

Presiden Rusia Vladimir Putin mengklaim bahwa militan ISIS baru-baru ini menangkap sekitar 700 sandera di sebuah wilayah di Suriah yang dikuasai oleh pasukan Kurdi yang didukung AS.

Jum'at, 19/10/2018 18:00 0

China

China Berencana Buat Bulan Imitasi, Diluncurkan Tahun 2020

Chengdu, sebuah kota di provinsi Sichuan barat daya, sedang mengembangkan "satelit penerangan" yang diklaim akan bersinar bersamaan dengan bulan asli dan delapan kali lebih terang.

Jum'at, 19/10/2018 17:12 0

Iran

Khamenei Dorong Para Sarjana Iran “Bidik” Negara-negara Asia

Berpidato di hadapan para akademisi negara itu, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mendorong para ilmuwan muda Iran untuk "melihat ke Timur."

Jum'at, 19/10/2018 16:12 0

Mesir

Sutradara Pendukung Israel Ditolak Hadiri Festival Film Internasional Kairo

"Apakah kita sekarang pada tahap 'cinta Israel', sementara ratusan seniman dari seluruh dunia bersatu dengan Palestina dan menolak untuk pergi atau berurusan dengan entitas Zionis?" kata Malik Khoury.

Jum'at, 19/10/2018 14:22 0

Opini

Esensi Pentingnya Membaca

Membaca itu sangatlah penting. Kalimat “membaca” bagi kita sudah bukan barang asing lagi bagi telinga para pembaca.

Jum'at, 19/10/2018 13:36 0

Suriah

Pejabat PBB: Pendirian Zona Demiliterisasi di Idlib Akan Diperpanjang

Oposisi sendiri melihat antara Turki dan Rusia masih berbeda penafsiran dalam memahami poin-poin kesepakatan

Jum'at, 19/10/2018 12:00 0

Manhaj

Dakwah, Iqamatul Hujjah dan Jihad, Tiga Tahapan Penegakan Islam

Artinya untuk melalui tahapan pertama dan kedua itu butuh waktu yang tidak sebentar. Jadi, salah besar bila semangat menegakkan Islam diawali dengan jihad senjata sementara jihad dengan pemikiran dan menegakkan hujjah belum ditempuh dengan maksimal.

Jum'at, 19/10/2018 11:00 0

Afghanistan

Kembali Seru Boikot Pemilu, Taliban: Pemilu Tak Sesuai Islam dan Budaya

“Pemilu adalah konspirasi Barat yang bertujuan memperpanjang pendudukan dan tidak berdasar pada Islam atau budaya Afghanistan. Kewajiban setiap warga Afghanistan yang beragama Islam harus menentangnya,” kata pernyataan Taliban, seperti dikutip Reuters pada Kamis.

Jum'at, 19/10/2018 09:10 0

Prancis

Paris Pasok Militer Mesir Senjata saat Penggulingan Muhammad Mursi

Organisasi HAM menuduh senjata-senjata itu digunakan untuk membungkam rakyat.

Jum'at, 19/10/2018 08:27 0

Rusia

Putin: Mengeluarkan Iran dari Suriah Bukan Tanggung Jawab Kami

"Membujuk Iran untuk menarik diri dari Suriah bukanlah masalah Rusia. Teheran dan Damaskus memiliki kesepakatan sendiri," kata Putin seperti dikutip oleh Russia Today, Kamis (18/10).

Jum'at, 19/10/2018 07:20 0

Close