... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Titian

Dahsyatnya Dosa Pelaku LGBT

Foto: Ilustrasi azab

KIBLAT.NET – Dosa liwath atau hari ini lebih dikenal dengan istilah LGBT, merupakan dosa yang dibenci oleh Allah SWT. Kaumnya nabi Luth, pelaku liwath pertama kali Allah azzab dengan tiga azab sekaligus. Allah SWT berfirman:

فَأَخَذَتْهُمُ الصَّيْحَةُ مُشْرِقِينَ (73) فَجَعَلْنا عالِيَها سافِلَها وَأَمْطَرْنا عَلَيْهِمْ حِجارَةً مِنْ سِجِّيلٍ

Artinya, “Maka mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur, ketika matahari akan terbit. (73) Maka Kami jadikan bahagian atas kota itu terbalik ke bawah dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang keras.” (QS Al-Hijir : 73-74)

Mengomentari ayat ini, Ibnu Katsir di dalam tafsirnya berkata :

فَأَخَذَتْهُمُ الصَّيْحَةُ وهي ما جاءهم به مِنَ الصَّوْتِ الْقَاصِفِ عِنْدَ شُرُوقِ الشَّمْسِ وَهُوَ طُلُوعُهَا، وَذَلِكَ مَعَ رَفْعِ بِلَادِهِمْ إِلَى عَنَانِ السَّمَاءِ، ثُمَّ قَلْبِهَا وَجَعْلِ عَالِيَهَا سَافِلَهَا، وَإِرْسَالِ حِجَارَةِ السِّجِّيلِ عَلَيْهِمْ

Artinya, “Mereka ditimpa shoihah, yaitu apa yang datang kepada mereka berupa suara yang menghancurkan ketika terbitnya matahari. Hal itu itu dilakukan bersamaan dengan diangkatnya negeri tempat mereka bertempat ke angkasa, kemudian mereka dibalikkan dengan menjadikan bagian atas di bawah dan bawah di atas, setelah itu mereka dihujani dengan batu dari tanah yang keras.” (Tafsir Ibnu Katsir : 4/466)

Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyah di dalam kitab Ad-Da’ wad Dawa’ menjelaskan bahwa dosa liwath lebih dahsyat daripada dosa pembunuhan. Dosa liwath setingkat di bawah dosa syirik. Ibnul Qayyim Al-Jauziyah memaparkan beberapa alasan kenapa dosa liwath lebih dahsyat dibanding dosa-dosa besar yang lainnya.

1.Mereka melakukan dosa baru yang tidak pernah dilakukan oleh manusia sebelum kaumnya Nabi Luth, dan Allah SWT mengazab mereka dengan azab yang juga belum pernah Allah turunkan kepada kaum-kaum sebelum mereka. Allah SWT berfirman:

وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُم بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِّنَ الْعَالَمِينَ

Artinya, “Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu?” (QS Al-A’raf : 80)

2. Allah SWT juga menimpakan kepada mereka berbagai-macam azab dalam sekali waktu, Allah kirim kepada mereka suara yang menghancurkan, Allah balikkan tempat tinggal mereka, sehingga bagian atasnya menjadi di bawah dan sebaliknya, Allah hujani mereka dengan batu yang keras. Kolaborasi azab yang belum pernah Allah timpakan kepada kaum sebelumnya.

Hal ini karena dahsyatnya dosa yang mereka perbuat, sehingga membuat bumi tempat mereka berpijak menjadi bergetar, seolah menolak perbuatan menjijikkan yang mereka lakukan. Para malaikatpun lari ke ujung langit dan bumi jika menyaksikan dosa yang mereka perbuat, lantaran takut terdampak dari azab yang akan menimpa mereka. Bahkan gunung-gunung-pun bergetar, karena ngerinya dosa yang dilakukan oleh kaum Nabi Luth.

3. Hal lainnya yang menyebabkan dosa liwath lebih dahsyat dari pada pembunuhan adalah karena, ketika seseorang membunuh, maka Allah memberikan pilihan kepada walinya untuk memaafkan dengan menerima diyat atau melakukan qishash. Allah SWT berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِصَاصُ فِي الْقَتْلَى ۖ الْحُرُّ بِالْحُرِّ وَالْعَبْدُ بِالْعَبْدِ وَالْأُنثَىٰ بِالْأُنثَىٰ ۚ فَمَنْ عُفِيَ لَهُ مِنْ أَخِيهِ شَيْءٌ فَاتِّبَاعٌ بِالْمَعْرُوفِ وَأَدَاءٌ إِلَيْهِ بِإِحْسَانٍ ۗ ذَٰلِكَ تَخْفِيفٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَرَحْمَةٌ ۗ فَمَنِ اعْتَدَىٰ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَلَهُ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Artinya, “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishaash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh; orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba, dan wanita dengan wanita. Maka barangsiapa yang mendapat suatu pemaafan dari saudaranya, hendaklah (yang memaafkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi maaf) membayar (diat) kepada yang memberi maaf dengan cara yang baik (pula). Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kamu dan suatu rahmat. Barangsiapa yang melampaui batas sesudah itu, maka baginya siksa yang sangat pedih.” (QS Al-Baqoroh : 178)

BACA JUGA  Agar Hijrahmu Tidak Hanya Sekedar Tren

Sedangkan hukuman pagi pelaku homoseks di dalam Islam adalah hukuman mati dan tidak ada pilihan lain, sebagaimana pada pembunuhan. Dosa pembunuhan yang oleh Allah SWT diancam hukuman neraka, masih ada kemungkinan selamat dari hukuman mati atau qishash, jika dimaafkan oleh keluarga korban. Sedangkan pelaku homoseks di dalam Islam hukumannya hanya satu, yaitu hukuman mati.

4. Hukuman bagi pelaku liwath, lebih dahsyat daripada hukuman pembunuhan dan dosa besar lainnya. Hal ini tergambar dalam sebuah kisah pada zaman Abu Bakar Ash-Shiddiq. Suatu ketika Khalid bin Walid mendapati di salah satu perkampungan Arab lelaki menikah sesama lelaki, kemudian Khalid berkirim surat kepada Abu Bakar Ash-Shiddiq, selaku khalifah kala itu.

Kemudian Abu Bakar bermusyawarah dengan para sahabat tentang hukuman bagi pelaku homoseks tersebut. Ketika itu Ali bin Abi Thalib mengeluarkan pendapat yang paling keras terhadap pelaku homoseks, Ali bin Abi Thalib megatakan, “Tidaklah melakukan dosa seperti ini kecuali satu umat, dan kalian tahu apa yang Allah lakukan kepada mereka, pendapat saya, pelakunya harus dihukum mati dengan cara dibakar dengan api.” Kemudian Abu Bakar memerintahkan hukuman bakar bagi pelaku tesebut.

Sedangkan sahabat Ibnu Abbas berpendapat bahwa hukuman pelaku homoseks/liwath dijatuhkan dari bangunan tertinggi tempat dia tinggal dan dihujani dengan batu. Sahabat Ibnu Abbas pulalah yang meriwayatkan hadits dari Nabi tentang hukuman bagi pelaku homoseks. Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ وَجَدْتُمُوهُ يَعْمَلُ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ فَاقْتُلُوا الْفَاعِلَ وَالْمَفْعُولَ بِهِ

Artinya, “Barangsiapa yang kalian dapati melakukan perbuatan kaum Luth, maka hukum matilah keduanya, baik pelaku maupun objek.” (HR Tirmidzi, Abu Daud dan Ibnu Majah)

Dilihat dari dua pendapat sahabat di atas, ini mengindikasikan bahwa dosa liwath lebih dahsyat hukumannya dari dosa besar lainnya. Membunuh dengan sengaja, di dalam Islam hukumnya diqishosh, itupun masih ada kemungkinan untuk selamat dari qishash, jika dimaafkan oleh ahli warits.

Dosa zina di dalam Islam dihukum rajam, jika pelakunya muhshon (sudah menikah). Mari kita bandingkan dengan pendapat Ibnu Abbas di atas. Pada pendapat Ibnu Abbas terdapat dua hukuman sekaligus, dijatuhkan dari tempat tinggi, plus dirajam. Apalagi pendapat Ali bin Abi Thalib yang memutuskan untuk dibakar. Padahal secara kaidah umum dalam agama menghukum bakar adalah terlarang. Jika para sahabat zaman Abu Bakar sepakat untuk membakar pelaku homoseks, ini menandakan dahsyatnya tingkatan dosa yang dilakukan.

5. Nabi melaknat pelaku liwath tiga kali dalam satu waktu. Kita lihat dari sabda Nabi Muhammad SAW. Beliau bersabda:

لعن الله من عمل عمل قوم لوط ، لعن الله من عمل عمل قوم لوط ، لعن الله من عمل عمل قوم لوط

Artinya, “Allah melaknat orang yang melakukan perbuatan kaumnya Nabi Luth, Allah melaknat orang yang melakukan perbuatan kaumnya Nabi Luth, Allah melaknat orang yang melakukan perbuatan kaumnya Nabi Luth.” (HR Ahmad)

Di dalam hadits ini Rasulullah SAW melaknat pelaku liwath sampai tiga kali dalam satu waktu. Hal ini tidak pernah beliau lakukan terhadap dosa-dosa besar yang lain, bahkan dosa zina sekalipun Rasulullah SAW tidak sampai melaknat sampai tiga kali dalam satu waktu.

6. Ayat-ayat yang berbicara tentang prilaku homoseks lebih keras ungkapannya daripada ayat yang berbicara tentang zina. Dalam ayat zina Allah SWT berfirman:

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

Artinya, “Dan janganlah kalian mendekati zina, karena sesungguhnya dia adalah perbuatan fahisyah (keji). Dan suatu jalan yang buruk.” (QS Al-Isra 32)

Sedangkan ayat tentang liwath Allah berfirman:

وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُم بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِّنَ الْعَالَمِينَ

Artinya, “Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu?” (QS Al-A’raf : 80)

BACA JUGA  Jalan Berliku Hijrah Milenial

Mari kita lihat kata “Fahisyah” yang ada pada dua ayat di atas. Ketika berbicara tentang zina, lafaz fahisyah nakiroh (tidak menggunakan Alif lam) sedangkan lafaz fahisyah pada ayat liwath makrifah (menggunakan Alif lam). Perbedaan ini memberikan dampak pada makna.

Secara makna, fahisyah (perbuatan keji) pada zina, menunjukkan bahwa zina adalah bagian dari perbuatan fahisyah lainnya. Sedangkan pada ayat liwath, seolah dikatakan bahwa liwath adalah fahisyah itu sendiri. Atau dalam makna lain bahwa liwath itu adalah puncak dari perbuatan fahisyah dan prilaku itu dianggap fahisyah oleh semua orang.

7. Allah SWT juga menjelaskan bahwa pelaku homoseks telah memutarbalikkan fitrah yang manusia diciptakan atas dasar fitrah tersebut. Secara fitrah manusia memiliki ketertarikan dengan lawan jenis. Allah SWT berfirman :

إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ

Artinya, “Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.” (QS Al-A’raf : 81)

Oleh karena mereka membalikkan fitrah, Allah juga balikkan negeri mereka, sebagai hukuman atas mereka.

8. Allah sebutkan beberapa sifat tercela tentang mereka. Jika kita memperhatikan ayat-ayat tentang kaum nabi Luth, maka kita akan mendapati bahwa mereka disifati oleh Al-Quran dengan beberapa sifat buruk. Di dalam surat Al-A’raf ayat 81, mereka disifati dengan orang-orang yang melampaui batas. Allah SWT berfirman :

بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ

Artinya, “Kalian adalah kaum yang melampaui batas.” (QS Al-A’raf : 81)

Kemudian, di dalam surat Al-Anbiya ayat 74, disebutkan 3 sifat tercela sekaligus terhadap mereka. Allah SWT berfirman:

وَلُوطًا آتَيْنَاهُ حُكْمًا وَعِلْمًا وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْقَرْيَةِ الَّتِي كَانَتْ تَعْمَلُ الْخَبَائِثَ ۗ إِنَّهُمْ كَانُوا قَوْمَ سَوْءٍ فَاسِقِينَ

Artinya, “Dan kepada Luth, Kami telah berikan hikmah dan ilmu, dan telah Kami selamatkan dia dari (azab yang telah menimpa penduduk) kota yang mengerjakan perbuatan keji. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang jahat lagi fasik.” (QS Al-Anbiya : 74)

Di dalam ayat di atas, Allah mensifati kaum nabi Luth dengan kaum yang mengerjakan perbuatan keji (menjijikkan). Kemudian mereka disebut sebagai qauma sauinn faasiqin kaum yang jahat lagi fasik.

Dalam surat Al-Ankabut mereka disifati sebagai kaum yang berbuat kerusakan. Allah SWT berfirman :

قَالَ رَبِّ انْصُرْنِي عَلَى الْقَوْمِ الْمُفْسِدِينَ

Artinya, “Nabi Luth berkata, “Wahai Rabb-ku, tolonglah aku dari kaum yang berbuat kerusakan.” (QS Al-Ankabut : 30)

Dan setelah ayat di atas, malaikat menyebut mereka dengan kaum yang zalim. Allah SWT berfirman :

وَلَمَّا جَاءَتْ رُسُلُنَا إِبْرَاهِيمَ بِالْبُشْرَىٰ قَالُوا إِنَّا مُهْلِكُو أَهْلِ هَٰذِهِ الْقَرْيَةِ ۖ إِنَّ أَهْلَهَا كَانُوا ظَالِمِينَ

Artinya, “Dan tatkala utusan Kami (para malaikat) datang kepada Ibrahim membawa kabar gembira, mereka mengatakan: “Sesungguhnya kami akan menghancurkan penduduk negeri (Sodom) ini; sesungguhnya penduduknya adalah orang-orang yang zalim.” (QS Al-Ankabut : 32)

Beberapa sifat yang buruk, seperti; kaum yang melakukan hal menjijikkan, kaum yang jahat dan berbuat fasik, kaum yang melakukan kerusakan dan kaum yang zalim, itulah sifat-sifat buruk yang disematkan kepada mereka di dalam Al-Quran. Ini menjadi penegas kepada kita bahwa dosa liwath, homoseks an LGBT amat sangat dibenci oleh syariat.

Kesimpulan

Berdasarkan argumentasi di atas dan argumentasi lainnya, maka Ibnul-Qayyim Al-Jauziyah menguatkan pendapat bahwa dosa liwath merupakan dosa yang lebih berbahaya daripada pembunuhan dan zina. Dosa yang menjijikkan ini berada setingkat di bawah kesyirikan. Kesimpulan ini didasarkan kepada penilaian dari berbagai aspek, aspek azab yang diberikan kepada mereka, membanding dalil-dalil tentang mereka dengan dosa-dosa lainnya dan aspek-aspek lainnya sebagaimana yang disebutkan di atas.  Wallahu a’lamu bissowab

Penulis: Miftahul Ihsan

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Muslim United Momentum Anak Muda Terbuka Sikapi Perbedaan

Muslim United Jadikan Anak Muda Terbuka Sikapi Perbedaan

Kamis, 18/10/2018 20:00 0

Indonesia

Soal Aksi Pengadangan di Bandara, Maneger: Negara Harus Cegah

Hak dasar warga negara Indonesia adalah diperbolehkan untuk pergi dan menetap di daerah mana saja, selama dalam wilayah teritori. Ketika terjadi pengadangan, maka hak dasarnya sudah dilanggar.

Kamis, 18/10/2018 17:37 0

Indonesia

Lokasi Likuefaksi Sulteng Dibom Material Disinfektan

Lokasi Likuefaksi Sulteng Dibom Material Disinfektan

Kamis, 18/10/2018 17:09 0

Indonesia

Pesan UBN di Muslim United: Jangan Lelah Untuk Bersatu

Pesan UBN di Muslim United: Jangan Lelah Untuk Bersatu

Kamis, 18/10/2018 16:30 0

Pakistan

Pakistan Akhirnya Hukum Gantung Pemerkosa Gadis 6 Tahun

Pembunuhan gadis muda itu memicu kemarahan di seluruh Pakistan. Kerusuhan meletus ketika pengunjuk rasa membakar rumah-rumah para politisi, sementara seruan menuntut keadilan terus mengemuka di media sosial.

Kamis, 18/10/2018 16:16 0

Indonesia

Intervensi Muktamar Pemuda Muhammadiyah Akan Rugikan Negara

Intervensi terhadap Muktamar Pemuda Muhammadiyah Akan Rugikan Negara

Kamis, 18/10/2018 15:50 0

Malaysia

Malaysia Sita 6.000 Adonan Roti Canai Berlogo Halal Ilegal

Penggerebekan dilakukan setelah pihak berwenang menerima keluhan dari masyarakat terhadap perusahaan tak dikenal, yang telah beroperasi selama sembilan bulan.

Kamis, 18/10/2018 13:52 0

Indonesia

Negara Pengusul Legalisasi LGBT dalam Sidang Parlemen Internasional

"Alhamdulillah upaya ini gagal kembali melalui voting, meski sempat diwarnai perdebatan alot di awal," kata Jazuli kepada Kiblat.net melalui keterangan persnya pada Kamis (18/10/2018).

Kamis, 18/10/2018 12:37 0

Irak

Komisi Fatwa Kurdistan Bahas Fatwa Bermain Game PUBG

Beberapa kasus gangguan sosial antar pemain dilaporkan kerap terjadi seiring populernya PUBG di Wilayah Kurdistan. Komite berharap masalah tersebut dapat diatasi sebelum tidak terkendali.

Kamis, 18/10/2018 10:10 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Kewajiban Menolong Sesama Muslim

Membantu orang yang lagi terkena musibah adalah bagian penting dari agama Islam, oleh karena banyaknya musibah yang menimpa akhir-akhir ini, redaksi Kiblat.net menghadirkan khutbah jumat bertemakan, kewajiban menolong sesama muslim

Kamis, 18/10/2018 09:53 0

Close