... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Dua Jihadis Suriah: Beda Faksi Namun Tetap Satu Misi

Foto: Jihadis Suriah

KIBLAT.NET, Idlib – Abu Ilyas dan Abu Yusuf sama-sama bertempur melawan Presiden Suriah Bashar Assad. Terlepas dari perbedaan faksi, keduanya hidup di wilayah yang sama di provinsi Idlib dan telah bertempur melawan musuh yang sama.

“Yang penting kita melawan musuh yang sama,” kata Abu Ilyas (40) anggota kelompok Failaq Syam yang didukung Turki. “Di rumah, kami bertukar keterampilan militer dan informasi, dan mendiskusikan adegan Suriah.”

Abu Yusuf (27), anggota Haiah Tahrir Syam (HTS), yang sebelumnya dikenal sebagai Jabhah Nusrah, percaya bahwa “nilai kesepakatan” antar mereka lebih besar daripada “nilai pembagian”. “Kami ini satu agama, satu negara dan satu tujuan,” katanya.

Perjalanan paralel mereka melalui perang sipil yang dimulai di Suriah pada tahun 2011, menggambarkan rumitnya penklasifikasian pejuang yang dianggap “radikal” dari mereka yang lebih moderat. Ini adalah tugas yang dihadapi Turki karena berusaha untuk mencapai kesepakatan dengan Rusia atas Idlib, yang merupakan bagian dari busur wilayah yang dikuasai oposisi di perbatasan Turki.

Provinsi tersebut adalah bagian dari benteng terakhir oposisi di Suriah. Idlib efektif -setidaknya untuk saat ini- berada di zona pengaruh Turki di bawah kesepakatan yang dicapai bulan lalu.

Rusia mengharapkan Turki untuk melakukan klasifikasi pejuang, di mana mereka yang “radikal” diminta meninggalkan zona demiliterisasi yang baru dibuat di garis depan dengan pasukan rezim Assad pada Senin. Turki mengatakan “pejuang moderat” dapat tetap di tempat mereka.

Kelompok-kelompok yang didukung Turki, berkumpul di bawah payung Jabhah Wathaniyah li Tahrir, mengatakan mereka akan bekerja sama dengan Turki, meskipun ada beberapa was-was.

Bagian yang lebih sulit bagi Turki adalah membawa para jihadis ke garis depan, terutama pejuang asing yang diperkirakan berjumlah ribuan. Presiden Tayyip Erdogan menyarankan agar HTS dapat bekerja sama.

BACA JUGA  Milisi Syiah Suriah Bongkar Makam Khalifah Umar bin Abdul Aziz

Dalam komentar pertamanya tentang kesepakatan itu, HTS mengatakan pada hari Ahad bahwa pihaknya menyambut upaya untuk melindungi “wilayah yang dibebaskan” dari serangan. Namun HTS juga memperingatkan akan “tipu daya” Rusia.

Kelompok itu mengatakan tidak akan menyerah untuk berjihad dan berjuang menggulingkan Assad, selain memberikan pujian terhadap jihadis asing. “Kami tidak akan melupakan mereka,” kata kelompok itu.

Pengalaman Abu Yusuf dan Abu Ilyas menunjukkan bahwa batas antara oposisi “radikal” dan “moderat” tidak selalu mudah ditarik. Abu Ilyas adalah seorang pengacara terlatih dengan tujuh anak yang bekerja sebagai pegawai pemerintah ketika konflik dimulai. Dia mengambil bagian dalam protes pertama terhadap Assad di kota kelahiran saudara laki-laki di Deir Zour di Suriah timur.

“Itu adalah hari-hari yang tak terlupakan. Perasaan itu sangat aneh bagi kami -bahwa kami berada di Suriah dan pergi keluar sebagai protes terhadap rezim dan keluarga Assad,” katanya.

Sementara Abu Ilyas mengangkat senjata bersama kelompok Tentara Pembebasan Suriah (FSA) sejak awal perang. Setelah merebut wilayahnya, militan ISIS menghancurkan rumahnya di Deir Zour dengan bahan peledak.

Abu Yusuf, yang tidak menikah, adalah seorang pelajar ketika konflik dimulai. Dia bergabung dengan Jabhah Nusrah ketika pertama kali muncul di Deir Zour. Keduanya bertempur melawan ISIS ketika kelompok itu menyerang Suriah timur pada tahun 2014 dan pergi ke utara dengan keluarga mereka ketika ISIS menaklukkan daerah tersebut. Sesampai di sana, Abu Ilyas bergabung dengan Failaq Syam dan menyebut posisinya di Turki sebagai salah satu atraksi.

Failaq Syam memiliki hubungan dengan cabang Ikhwanul Muslimin Suriah, yang menumpas pemberontakan di tahun 1980-an dan dianggap sebagai kelompok teroris oleh rezim Assad. Dekat dengan Turki, Failaq Syam juga merupakan salah satu penerima bantuan yang disalurkan melalui program Central Intelligence Agency AS.

BACA JUGA  Peringatan Houla: Ketika 100 Lebih Warga Dibantai Pasukan Assad

HTS telah bentrok beberapa kali dengan pemberontak lain di barat laut dan menghancurkan beberapa faksi yang didukung asing. Keduanya selalu berada di luar masalah ini, meskipun permusuhan membentang jauh di antara para jihadis dan beberapa oposisi Idlib.

Ketegangan di Idlib telah berkurang akhir-akhir ini. Oposisi membentuk “ruang operasi” bersama untuk mengantisipasi serangan pasukan rezim Suriah di tengah kesepakatan Turki dan Rusia.

Perjanjian antara Turki dan Rusia dinggap bisa menstabilkan peta konflik Suriah untuk beberapa waktu mendatang. Meskipun di sisi lain, Assad masih bersumpah untuk mengambil kembali daerah itu. Namun kampanye Idlib tanpa dukungan Rusia tidak lah terlalu berpengaruh.

Menulis di Wall Street Journal bulan lalu, Erdogan mengatakan “oposisi moderat” harus menjadi bagian dari “operasi kontraterorisme internasional” yang akan menargetkan “elemen teroris dan ekstremis” dan “membawa ke “pengadilan pejuang asing”.

Abu Yusuf melihat konspirasi untuk melemahkan pemberontakan dengan membagi pasukan oposisi. “Perjanjian Rusia-Turki adalah taktik untuk menyelesaikan apa yang tersisa dari area yang dipegang oleh revolusi,” katanya. “Kita harus bergantung pada diri kita sendiri, dan tidak ada orang lain.”

Meskipun ia yakin terhadap upaya Turki, Abu Ilyas juga khawatir. “Hubungan Failaq Syam dengan Turki mengamankan banyak manfaat bagi kawasan… tetapi kami khawatir orang Turki akan jatuh ke perangkap Rusia yang bertujuan untuk melucuti senjata HTS,” katanya.

Sumber: Middle East Monitor
Redaktur: Ibas Fuadi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Artikel

Profil Singkat Empat Kelompok Jihadis yang Tolak Tinggalkan Zona Demiliterisasi

Anshar Al-Tauhid Faksi ini dibentuk pada Maret 2018. Mayoritas anggotanya berasal dari mantan faksi Jundul Aqsha di kota Sarmin, Idlib.

Selasa, 16/10/2018 08:05 0

Indonesia

Ternyata Ini Penyebab Dana Pembangunan Rumah Korban Gempa Tak Kunjung Cair

Banyak persyaratan membuat dana pembangunan rumah korban gempa seret

Senin, 15/10/2018 18:27 0

Indonesia

Fadli Zon: Pidato “Game of Thrones” Presiden Jokowi Tak Bersubstansi

Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon menyoroti pidato Presiden Jokowi yang menyinggung "Game of Thrones" dalam pertemuan IMF-WB

Senin, 15/10/2018 17:10 0

Video News

Korban Gempa Palu, Mencari Rumah yang Hilang

KIBLAT.NET- Natanel selamat karena saat kejadian berada di rumah saudaranya. Namun sampe hari ketujuh, dia...

Senin, 15/10/2018 12:33 0

Tarbiyah Jihadiyah

Sebab Kelemahan Umat, Cinta Dunia dan Takut Mati

Umat Islam adalah umat terbaik, Umat ini dibimbing wahyu, secara kuantitas mereka banyak, secara geografis mereka unggul, namun kenapa mereka masih lemah?

Senin, 15/10/2018 10:31 0

Video Kajian

Ini Sebab Jomblo Selalu Tertinggal – Ust. Dr. A. Zain An Najah, MA.

KIBLAT.NET – Ada sebuah fakta yang menyatakan bahwa jomblo selalu tertinggal dalam segala hal dibanding...

Senin, 15/10/2018 10:20 0

Indonesia

Pesan Berharga Ketua MUI Sulteng Pasca Bencana Melanda: Ber-istighfar lah!

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Tengah, Habib Ali bin Abdurrahman Aljufri mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk meminta ampunan kepada Allah Subhanahu wa ta'ala.

Ahad, 14/10/2018 13:25 1

Analisis

Menelisik Hilangnya Jamal Khashoggi dari Tunangannya

KIBLAT.NET – Kabar hilangnya jurnalis Saudi Jamal Khashoggi di Turki telah menjadi bahan pertempuran hebat...

Sabtu, 13/10/2018 23:55 0

Manhaj

Musibah Datang, Ketika Hukum Allah Tak Ditegakkan

Hukuman itu ada dua, hukuman syar'i dan hukuman qodari. hukuman syar'i adalah setiap aturan-aturan syariat terhadap mereka yang melanggar batasan Allah. Namun jika hukuman syar'i tidak ditegakkan, maka ALlah akan menurunkan hukuman qodari yang berupa musibah yang bersifat merata.

Sabtu, 13/10/2018 18:42 0

Info Event

Unik, Cara Anak Muda Galang Donasi untuk Korban Gempa Sulteng

Unik, Cara Anak Muda Galang Donasi untuk Korban Gempa Sulteng

Sabtu, 13/10/2018 17:22 0

Close