... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Fadli Zon: Pidato “Game of Thrones” Presiden Jokowi Tak Bersubstansi

Foto: Fadli Zon

KIBLAT.NET, Jakarta – Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon menyoroti pidato Presiden Jokowi yang menyinggung “Game of Thrones” dalam pertemuan IMF-WB. Ia menegaskan bahwa pernyataan tersebut tidak pantas disampaikan di depan pemimpin dunia.

“Menurut saya, Presiden mengambil analogi ‘Games of Thrones’ hanya untuk mengambil simpati pemilih muda di tanah air saja. Tapi apakah analogi itu tepat disampaikan di hadapan pemimpin-pemimpin dunia, menurut saya kok sepertinya tidak,” katanya dalam akun twitter pribadinya pada Senin (15/10/2018).

Menurutnya, ada dua hal kenapa Fadli menilai pidato Presiden kemarin tak punya substansi penting bagi bangsa kita di hadapan IMF. Pertama, pidato tersebut justru menyiratkan kecemasan Indonesia terhadap situasi ekonomi politik global.

“Sikap ini sangat kontradiktif dengan klaim pemerintah sehari-hari bahwa situasi saat ini sedang baik-baik saja,” paparnya.

Ia menyebutkan bahwa selama ini defisit transaksi berjalan yang terjadi terus-menerus dianggap baik-baik saja, depresiasi rupiah yang mencatat rekor terendah sejak Reformasi juga dianggap biasa-biasa saja. Pendek kata, lanjutnya, pemerintah menyangkal semua masalah ekonomi yang kita hadapi saat ini.

“Anehnya, meski kepada publik dalam negeri pemerintah selalu menyangkal masalah-masalah yang sedang dihadapi, di depan forum internasional Presiden justru memelas-melas atas situasi saat ini. Semua itu menunjukkan klaim pemerintah atas situasi saat ini memang tidak kredibel,” tuturnya.

Kedua, kata Fadli, Presiden Jokowi lebih baik jika melakukan kritik ke IMF yang pernah ia lakukan pada 2015 lalu, yaitu di hadapan negara-negara Asia-Afrika pada momen peringatan 50 Tahun Konferensi Asia-Afrika.

BACA JUGA  Fadli Zon Kritisi Pemerintah Terkait Isu Keagamaan

“Sampaikan kritik terhadap IMF dan Bank Dunia di depan petingginya langsung. Sesudah kita menservis IMF dan Bank Dunia dengan pelayanan super istimewa, mengkritik mereka bukanlah sebuah tindakan kurang ajar,” ulasnya.

“Itu justru akan menunjukkan jika kita punya wibawa. Sekaligus menunjukkan jika kritik yang pernah dilontarkan Presiden pada tahun 2015 bukan hanya lip service untuk mendapatkan tepuk tangan saja,” pungkasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Arab Saudi

Kasus Khashoggi Berimbas Jatuhnya Pasar Saham Saudi

Setelah hampir dua jam perdagangan, indeks turun 7,0 persen (setara dengan sekitar $ 33 miliar), penurunan terbesar sejak Desember 2014 ketika harga minyak jatuh.

Senin, 15/10/2018 13:46 0

Video News

Korban Gempa Palu, Mencari Rumah yang Hilang

KIBLAT.NET- Natanel selamat karena saat kejadian berada di rumah saudaranya. Namun sampe hari ketujuh, dia...

Senin, 15/10/2018 12:33 0

Tarbiyah Jihadiyah

Sebab Kelemahan Umat, Cinta Dunia dan Takut Mati

Umat Islam adalah umat terbaik, Umat ini dibimbing wahyu, secara kuantitas mereka banyak, secara geografis mereka unggul, namun kenapa mereka masih lemah?

Senin, 15/10/2018 10:31 0

Video Kajian

Ini Sebab Jomblo Selalu Tertinggal – Ust. Dr. A. Zain An Najah, MA.

KIBLAT.NET – Ada sebuah fakta yang menyatakan bahwa jomblo selalu tertinggal dalam segala hal dibanding...

Senin, 15/10/2018 10:20 0

Suriah

Rezim Assad Tangkapi Para Komandan Rekonsiliasi di Daraa

Setelah penangkapan itu, para loyalis Kasem menutup sejumlah jalan utama.

Senin, 15/10/2018 10:08 1

Iran

Angka Kemiskinan di Iran Meningkat Tajam

Sebanyak 34% dari total populasi Iran hidup di bawah garis kemiskinan.

Senin, 15/10/2018 08:33 0

China

Cina Benarkan Keberadaan Penjara Rahasia untuk Muslim Xinjiang

Pengakuan ini keluar setelah berbulan-bulan pemerintah komunias Cina menyangkal keberadaan kemp-kamp tersebut.

Senin, 15/10/2018 07:44 0

Suriah

HTS Akhirnya Keluarkan Sikap Resmi terkait Kesepakatan Turki-Rusia

“Kami tidak akan meninggalkan atau menyerahkannya (senjata),” tegas pernyataan dua halaman tersebut.

Senin, 15/10/2018 06:46 0

Afghanistan

Kekerasan Meningkat Jelang Pemilu Parlemen di Afghanistan

sedikitnya sudah sembilan calon legislatif tewas dan 900 lebih tempat pemungutan suara ditutup sejak dimulainya kampanye pemilu. Mayoritas tempat pemungutan itu berada di wilayah kontrol Taliban.

Senin, 15/10/2018 06:06 0

Turki

TechCrunch: Apple Watch Khashoggi Mustahil Dijadikan Alat Pembuktian

"Jika Khashoggi memasuki konsulat Saudi mengenakan jam model itu, Apple Watch generasi ketiga tidak mendukung koneksi seluler di Turki. Hal ini secara efektif mengesampingkan kemungkinan bahwa data kesehatannya disinkronkan; baik dengan iPhone di luar atau server Apple," kata TechCrunch melaporkan.

Ahad, 14/10/2018 16:38 0

Close