... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Angka Kemiskinan di Iran Meningkat Tajam

Foto: Ilustrasi

KIBLAT.NET, Teheran – Data resmi terbaru menunjukkan angka kemiskinan meningkat tajam di Iran. Sebanyak 34% dari total populasi Iran hidup di bawah garis kemiskinan.

Kepala Kelompok Kerja di Dewan Syura Iran, Ali Ridha Mahbub, mengatakan kepada harian Iran Times pada Ahad (14/10) bahwa terjadi peningkatan signifikan jumlah warga Iran yang hidup di bawah garis kemiskinan.

Kenaikan ini berasal dari angka pengangguran yang tinggi dan runtuhnya nilai mata uang Iran sejak awal tahun ini, menurut angka-angka dari Bank Sentral dan pasar paralel.

Mata uang Iran jatuh di pasar paralel (hitam), dari 42,2 ribu riyal per-dolar pada awal tahun ini menjadi 138 ribu riyal dalam perdagangan hari ini.

Bulan lalu, bahkan mata uang Iran tercatat berada pada nilai terendah dalam sejarah dengan nilai 192 ribu riyal Iran per-dolar.

Mahbub mencatat bahwa kemiskinan ekstrem di kota-kota dan provinsi Iran meningkat dua kali lipat dibanding tahun 2017 lalu.

Dia menjelaskan bahwa tingkat kemiskinan di Iran mencapai sekitar 17% pada tahun lalu, dan sekitar 15,5% pada 2016, dan mencapai titik terendah di persentase 14% pada akhir tahun 2007.

Salah satu alasan tingginya tingkat kemiskinan ini terkait dengan tingginya harga komoditas di pasar Iran, dan kelangkaan barang karena valuta asing.

Selasa lalu, Dana Moneter Internasional (IMF) mengumumkan bahwa pertumbuhan ekonomi Iran akan menyusut menjadi 1,5% selama tahun 2018, dan akan kembali meningkat menjadi 3,5% pada 2019.

BACA JUGA  Iran Tolak Operasi Militer Turki di Suriah

Adapun inflasi harga konsumen, Dana Moneter Internasional diprediksi dalam laporan pekan lalu bahwa inflasi akan naik menjadi 29,6 persen dalam ekonomi Iran pada 2018, 34 persen pada 2019.

Kamis lalu, pemimpin Iran Ali Khamenei mengakui adanya krisis ekonomi besar di negaranya. Ia menyerukan kepada pemerintah Iran untuk segera menyelesaikannya.

Khamenei meminta para pejabat untuk segera menemukan solusi untuk mengatasi krisis yang telah memburuk baru-baru ini, seiring dimulainya tahap pertama sanksi ekonomi AS, Agustus lalu.

Sumber: al-ain.com
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Pesan Berharga Ketua MUI Sulteng Pasca Bencana Melanda: Ber-istighfar lah!

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Tengah, Habib Ali bin Abdurrahman Aljufri mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk meminta ampunan kepada Allah Subhanahu wa ta'ala.

Ahad, 14/10/2018 13:25 1

Analisis

Menelisik Hilangnya Jamal Khashoggi dari Tunangannya

KIBLAT.NET – Kabar hilangnya jurnalis Saudi Jamal Khashoggi di Turki telah menjadi bahan pertempuran hebat...

Sabtu, 13/10/2018 23:55 0

Manhaj

Musibah Datang, Ketika Hukum Allah Tak Ditegakkan

Hukuman itu ada dua, hukuman syar'i dan hukuman qodari. hukuman syar'i adalah setiap aturan-aturan syariat terhadap mereka yang melanggar batasan Allah. Namun jika hukuman syar'i tidak ditegakkan, maka ALlah akan menurunkan hukuman qodari yang berupa musibah yang bersifat merata.

Sabtu, 13/10/2018 18:42 0

Info Event

Unik, Cara Anak Muda Galang Donasi untuk Korban Gempa Sulteng

Unik, Cara Anak Muda Galang Donasi untuk Korban Gempa Sulteng

Sabtu, 13/10/2018 17:22 0

Artikel

Indonesia Rawan Bencana, Bagaimana Seorang Mukmin Bersikap?

Selain memiliki wilayah paparan benua yang luas (Paparan Sunda dan Paparan Sahul), Indonesia juga memiliki pegunungan lipatan tertinggi di daerah tropika dan bersalju abadi (Pegunungan Tengah Papua).

Jum'at, 12/10/2018 19:10 0

Editorial

Editorial: Bicaralah, Jenderal!

Menurut penelusuran Indonesialeaks, aliran suap Basuki Hariman dikabarkan juga mengalir ke sejumlah pejabat di lingkungan kepolisian. Termasuk ke Tito Karnavian yang saat itu masih menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya.

Jum'at, 12/10/2018 19:10 1

Indonesia

Kasus Sukmawati Mendadak Dihentikan, Gabungan Advokat Ajukan Praperadilan

Berbagai advokat yang tergabung dalam Heterogen Robohkan Rasis mengajukan praperadilan kasus Sukmawati.

Jum'at, 12/10/2018 14:54 0

Indonesia

Ini Alasan Pembangunan Rumah Pascagempa Diutamakan Dibanding Fasilitas Publik

Ini Alasan Pembangunan Rumah Pascagempa Diutamakan Dibanding Fasilitas Umum

Jum'at, 12/10/2018 11:47 0

Indonesia

Sore Ini Evakuasi di Palu Resmi Dihentikan, Warga Diminta Tak Lagi Lakukan Pencarian

Sore Ini Evakuasi di Palu Resmi Dihentikan, Warga Diminta Tak Lagi Lakukan Pencarian

Jum'at, 12/10/2018 11:01 0

Indonesia

Masa Tanggap Darurat Gempa-Tsunami Palu Diperpanjang 14 Hari

Karena ada beberapa permintaan dari warga untuk perpanjangan waktu pencarian korban, maka diputuskan untuk diperpanjang 1 hari.

Kamis, 11/10/2018 18:24 0

Close