... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Bertemu Perwakilan AS di Qatar, Taliban Ajukan Sejumlah Tuntutan

Foto: Pejuang Taliban terus menggelorakan jihad mengusir penjajah dan pemerintah boneka Afghanistan

KIBLAT.NET, Doha – Amerika Serikat telah sepakat untuk membahas penarikan pasukannya dari Afghanistan dalam sebuah pertemuan langsung dengan perwakilan Taliban di Qatar. Dalam pertemuan pada Jumat (12/10/2018), perwakilan Taliban dan utusan AS Zalmay Khalilzad membahas upaya untuk mengakhiri perang 17 tahun di Afghanistan.

“Enam delegasi AS tiba di Doha untuk mengadakan pertemuan dengan para pemimpin (Taliban) kami (dan) setuju untuk membahas semua masalah, termasuk penarikan pasukan asing,” kata salah seorang pejabat Taliban kepada Al-Jazeera.

“Tapi, itu adalah pertemuan awal dan semua masalah telah dibahas secara umum, tidak secara detail,” tambahnya. Akan lebih banyak pembicaraan yang diperkirakan berlangsung dalam waktu dekat.

Tahun lalu, Presiden AS Donald Trump menambah jumlah pasukan AS di negara itu sebagai bagian dari strategi baru melawan Taliban. Sekarang ada sekitar 14.000 tentara AS di negara ini. Taliban sebelumnya mengatakan kehadiran pasukan asing adalah hambatan terbesar bagi perdamaian di Afghanistan.

Selain penarikan pasukan asing dari Afghanistan, tuntutan Taliban termasuk pencabutan sanksi terhadap para pemimpinnya, pembebasan pejuang mereka yang dipenjara di Afghanistan, dan pembentukan kantor politik resmi.

Para pejabat AS di Kabul dan Zalmay Khalilzad tidak segera tersedia untuk mengomentari pertemuan hari Sabtu di ibukota Qatar. Ini adalah kedua kalinya para pejabat AS bertemu dengan kelompok di Qatar. Pertemuan pertama berlangsung pada bulan Juli, dan termasuk Asisten Deputi Menteri Luar Negeri AS Alice Wells.

BACA JUGA  Apakah Shalat Idul Adha Menggugurkan Kewajiban Shalat Jumat?

Dalam beberapa bulan terakhir, Khalilzad, yang ditunjuk sebagai Perwakilan Khusus AS untuk Rekonsiliasi Afghanistan pada bulan September, telah bertemu dengan pejabat dari Pakistan, Afghanistan, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab dalam upaya untuk memperbarui pembicaraan langsung yang telah lama terhenti dengan Taliban.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Ibas Fuadi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Analisis

Menelisik Hilangnya Jamal Khashoggi dari Tunangannya

KIBLAT.NET – Kabar hilangnya jurnalis Saudi Jamal Khashoggi di Turki telah menjadi bahan pertempuran hebat...

Sabtu, 13/10/2018 23:55 0

Manhaj

Musibah Datang, Ketika Hukum Allah Tak Ditegakkan

Hukuman itu ada dua, hukuman syar'i dan hukuman qodari. hukuman syar'i adalah setiap aturan-aturan syariat terhadap mereka yang melanggar batasan Allah. Namun jika hukuman syar'i tidak ditegakkan, maka ALlah akan menurunkan hukuman qodari yang berupa musibah yang bersifat merata.

Sabtu, 13/10/2018 18:42 0

Info Event

Unik, Cara Anak Muda Galang Donasi untuk Korban Gempa Sulteng

Unik, Cara Anak Muda Galang Donasi untuk Korban Gempa Sulteng

Sabtu, 13/10/2018 17:22 0

Artikel

Indonesia Rawan Bencana, Bagaimana Seorang Mukmin Bersikap?

Selain memiliki wilayah paparan benua yang luas (Paparan Sunda dan Paparan Sahul), Indonesia juga memiliki pegunungan lipatan tertinggi di daerah tropika dan bersalju abadi (Pegunungan Tengah Papua).

Jum'at, 12/10/2018 19:10 0

Kiblatorial

Editorial: Bicaralah, Jenderal!

Menurut penelusuran Indonesialeaks, aliran suap Basuki Hariman dikabarkan juga mengalir ke sejumlah pejabat di lingkungan kepolisian. Termasuk ke Tito Karnavian yang saat itu masih menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya.

Jum'at, 12/10/2018 19:10 1

Indonesia

Kasus Sukmawati Mendadak Dihentikan, Gabungan Advokat Ajukan Praperadilan

Berbagai advokat yang tergabung dalam Heterogen Robohkan Rasis mengajukan praperadilan kasus Sukmawati.

Jum'at, 12/10/2018 14:54 0

Indonesia

Ini Alasan Pembangunan Rumah Pascagempa Diutamakan Dibanding Fasilitas Publik

Ini Alasan Pembangunan Rumah Pascagempa Diutamakan Dibanding Fasilitas Umum

Jum'at, 12/10/2018 11:47 0

Indonesia

Sore Ini Evakuasi di Palu Resmi Dihentikan, Warga Diminta Tak Lagi Lakukan Pencarian

Sore Ini Evakuasi di Palu Resmi Dihentikan, Warga Diminta Tak Lagi Lakukan Pencarian

Jum'at, 12/10/2018 11:01 0

Indonesia

Masa Tanggap Darurat Gempa-Tsunami Palu Diperpanjang 14 Hari

Karena ada beberapa permintaan dari warga untuk perpanjangan waktu pencarian korban, maka diputuskan untuk diperpanjang 1 hari.

Kamis, 11/10/2018 18:24 0

Indonesia

AILA Berharap Ada Payung Hukum untuk Sikapi LGBT

Ketua Aliansi Cinta Keluarga (AILA), Rita Subagio mengatakan bahwa harus ada hukum yang mengatur tentang kegiatan Lesbian Gay Biseksual dan Transgender (LGBT).

Kamis, 11/10/2018 18:00 0

Close