... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Menelisik Hilangnya Jamal Khashoggi dari Tunangannya

Foto: Hatice Cengiz, wanita yang mengaku tunangan Khashoggi

KIBLAT.NET – Kabar hilangnya jurnalis Saudi Jamal Khashoggi di Turki telah menjadi bahan pertempuran hebat di dunia maya. Tidak adanya kepastian kabarnya sejak ia masuk ke Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober 2018 hingga hari ini telah memunculkan banyak spekulasi.

Hilangnya Khashoggi mulai ramai dibicarakan ketika Yasin Aktay, penasihat Presiden Turki Recep Thayyip Erdogan, mengatakan kepada media bahwa dia yakin Khashoggi telah tewas.

Seperti dikutip Reuters (6/10), Aktay menambahkan bahwa sebuah tim dari 15 warga Saudi yang melakukan perjalanan ke Turki pada hari hilangnya Khashoggi “pasti terlibat”.

Tidak cukup itu, sebelum dibunuh, Jamal disiksa dan direkam. Kemudian mayatnya dimutilasi dan dipotong-potong, lalu dimasukkan ke kotak diplomatik untuk diangkut ke luar gedung.

“Semuanya direkam untuk membuktikan misi telah selesai dan rekaman itu dibawa keluar dari negara itu,” kata sumber Turki, seperti dikutip MEE (6/10).

Namun, Arab Saudi menampik tuduhan tanpa bukti tersebut dan mengatakan bahwa Jamal telah keluar dari konsulat. Sayangnya, pihak konsulat mengatakan bahwa CCTV mereka rusak, sehingga tidak bisa menunjukkan rekaman Jamal telah keluar gedung enam lantai di distrik Levent itu.

Dunia mengecam tindakan jahat itu! Netizen dan pegiat medsos terbelah dalam saling serang antara pro-Turki dan pro-Saudi. Hilangnya Khashoggi juga dikaitkan dengan perseteruan Saudi-Qatar.

Para pemimpin politik pun berkomentar serius. Banyak pihak menilai kasus itu merusak hubungan Amerika Serikat-Saudi. Senin 8 Oktober, Presiden AS Donald Trump menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa itu dan berharap diselesaikan dengan cepat.

Senator senior dari Partai Republik Lindsey Graham mengatakan di Twitter, “Akan ada harga yang mahal untuk dibayar (Saudi), secara ekonomi dan di daerah lain,” jika tuduhan tentang keterlibatan Arab Saudi dalam pembunuhan Khashoggi terbukti.

Siapa sejatinya Khashoggi hingga mengundang respon dunia?

Jamal Ahmad Hamzah Khashoggi, lahir di Madinah pada tahun 1958, dari keluarga asal Turki.
Hari-hari ini ia dikenal dunia karena kritikannya terhadap pemerintah Saudi, khususnya Saudi Putra Mahkota Muhammad bin Salman.

Sejak akhir 2017, didorong oleh ketakutannya sendiri, Khashoggi berpindah ke Amerika Serikat dan bekerja sebagai kontributor untuk Global Opinion di The Washington Post. Di sinilah ia menuangkan semua pemikiran kritisnya tentang Arab Saudi.

Salah satunya adalah pembelaan dia terhadap Dr. Yusuf Al-Qaradawi dan Ikhwanul Muslimin, yang diklasifikasikan sebagai teroris oleh Arab Saudi, UEA, Bahrain dan Mesir. Kashoggi juga mengecam serangan Arab Saudi di Yaman.

The Washington Post menerbitkan ruang kosong untuk opini Khashoggi, paska menghilang

Namun, sebelum mengambil sikap menentang Kerajaan, Jamal adalah orang yang telah lama mengabdi untuk keluarga Saud. Ia pernah menjadi pemimpin redaksi koran Al-Watan dan beberapa media milik keluarga Kerajaan.

Selanjutnya, ia menjadi penasihat media untuk Pangeran Turki al-Faisal selama bertahun-tahun. Turki Al-Faisal adalah direktur intelijen Saudi (1977-2001).

Kontroversi Laporan Media

Banyak media telah melaporkan hilangnya Khashoggi dengan data yang tak diverifikasi. Dan tampaknya tergesa-gesa, yang ditandai dengan banyaknya cuitan di akun resmi Twitter yang dihapus, redaksi yang direvisi dan lain-lain.

Beberapa cuitan Al-Jazeera Arabic yang belakangan dihapus

Pada 10 Oktober, koran lokal Turki, Daily Sabah merilis 15 nama yang disebut sebagai skuad keamanan Saudi untuk mengeksekusi Jamal. Identitas yang disebutkan secara detil, dilengkapi dengan foto masing-masing. Beberapa di antara mereka menginap di Movenpick Hotel, yang hanya berjarak 650 meter dari Konsulat Saudi.

15 warga Saudi yang dilaporkan DailySabah sebagai eksektor Khashoggi

Pada hari yang sama, Ragıp Soylu Koresponden, Daily Sabah di Washington merilis rekaman polisi merinci masuknya skuad Saudi ke Turki sampai keluarnya mereka pada 2 Oktober, ketika Jamal Khashoggi lenyap dari Konsulat Saudi di Istanbul.

Rekaman dikemas urut, mulai dari kedatangan 15 skuad itu dengan jet pribadi pada dini hari (2/10), masuknya Khashoggi ke Konsulat, dua mobil keluar Konsulat 1,5 jam setelah Khashoggi masuk, menuju kediaman Konsul Saudi yang berjarak 2.5 km, sampai mereka pulang dengan jet pribadi pada malamnya.

BACA JUGA  Sehari Pasca Reuni 212, Ada Ledakan Granat Menyasar Prajurit TNI di Monas

Rekaman ini menjadi “bancakan” media-media dunia, juga media arus utama Indonesia dua hari ini.

Sayangnya, banyak celah dari kedua rilis tersebut. Misalnya, dr. Shalah Tubaiqy adalah seorang dokter otopsi, mereka mempublikasikan foto lama tentang dirinya ketika memasuki Turki bersama istrinya dalam perjalanan wisata.

New York Times menghapus rincian 15 nama yang disebut sebagai eksekutor Khashoggi

Masuknya 15 orang itu dari gate umum untuk pesawat komersial juga menjadi pertanyaan, ini dianggap tidak lazim bagi penumpang jet pribadi.

Jumlah itu juga dianggap terlalu banyak hanya untuk mengeksekusi satu orang. Bila benar, ini juga dipandang sebagai operasi pembunuhan paling buruk dalam sejarah, bagaimana Saudi membunuh pembangkangnya di rumahnya sendiri.

dr. Shalah Tubaiqy bersama istrinya dalam perjalanan wisata ke Turki

Adapun rekaman CCTV, timecode dalam rekaman tersebut menjadi sorotan, bagaimana waktu tiba di kediaman konsul yang berjarak 2.5 km, lebih awal satu menit dari keluarnya di konsulat.

Mobil keluar dari konsulat 15.08 menuju kediaman kediaman konsul Saudi berjarak 2.5 km

Mobil tiba di kediaman Konsul Saudi pada 15.07.

Netizen juga mempertanyakan, mengapa rekaman skuad Saudi dari Movenpic ke konsulat tidak dikeluarkan, padahal jaraknya hanya 650 meter saja dan banyak kamera CCTV di sepanjang jalan tersebut.

Tidak cukup itu, NTV televisi lokal Turki juga melaporkan adanya pria misterius yang masuk ke kediaman konsulat Saudi dan dihubungkan dengan hilangnya Khashoggi. Belakangan, media tersebut meralat dan ternyata dia adalah putra konsul jenderal Saudi Muhammad Al-Utaibi, yang sedang kuliah kedokteran di Turki.

Perang informasi terus bergulir dengan data-data yang banyak kelemahan tersebut. Sementara itu, sudah hampir dua pekan, otoritas Turki belum mengeluarkan hasil investigasinya.

Kelambanan ini mengundang komentar Wakil Ketua polisi dan keamanan publik Dubai, Dhahi Khalfan. “Keamanan Turki dapat menentukan apa indikasi kuat dari kemajuan penyelidikan sejak Khashoggi menghilang hingga saat ini,” tetapi, “Mengapa orang Turki menyembunyikannya?”

“UAE siap membantu dalam mengungkap nasib wartawan Saudi Jamal Khashoggi, dan siapa di belakang penculikan,” ungkapnya menawarkan bantuan, seperti dikutip media lokal.

Khalfan memamerkan keberhasilan Dubai mengungkap misteri pembunuhan Mahmud Al Mabhuh, pemimpin Al-Qassam, sayap militer gerakan Hamas Palestina pada 2010 lalu. Al Mabhuh hilang di salah satu hotel di Emirat dan diduga agen Mossad berada di balik pembunuhan itu.

“Kami dapat membantu mencari tahu siapa yang menculik Khashoggi di Turki. Pengalaman kami dalam mendeteksi Mossad memungkinkan kami untuk menunjukkan kebenaran dalam waktu 48 jam saja,” tegasnya.

Sumber Pertama Kabar Hilangnya Khashoggi

Hatice Cengiz adalah orang pertama yang mengabarkan hilangnya Khashoggi. Menurut pengakuannya, Jamal berkunjung ke Turki untuk mengurus semua dokumen yang diperlukan untuk menikahinya sebelum kembali ke Washington.

“Kami berada di tengah-tengah membuat rencana pernikahan, rencana hidup,” ungkapnya dalam opini yang dimuat The Washington Post (10/10)

“Setelah dari konsulat, kami akan membeli peralatan untuk rumah baru kami dan menetapkan tanggal. Yang kami butuhkan hanyalah selembar kertas (surat cerai),” tambahnya.

Khashoggi sudah datang pada 28 September, dan mendapatkan kepastian bahwa tidak ada surat perintah penangkapannya di negara asalnya. Ia diminta kembali tanggal 2 Oktober dengan alasan dokumen yang belum siap.

Hatice terlihat selfie dengan Khashoggi dalam opininya di Washington Post.

Tanggal 2 Oktober, Khashoggi datang ke konsulat bersama tunangannya, namun hanya dia yang masuk. Sedangkan tunangannya menunggu di luar pagar.

BACA JUGA  Peserta Reuni 212 Ini Keluhkan Ghirah Persatuan Menurun

Setelah tiga jam menunggu, Hatice mulai merasa khawatir. Akhirnya ia bertanya tentang Khashoggi kepada petugas konsulat. Pihak keamanan menjawab bahwa Jamal sudah pergi satu jam lalu. Jawaban ini menambahnya curiga, lalu menghubungi penasihat Erdogan.

“Berusaha tetap tenang, saya segera menelepon Yasin Aktay,” ungkapnya.

Siapakah Hatice Cengiz?

Selain menjadi sumber pertama tentang hilangnya Khashoggi, ada beberapa hal yang menarik untuk ditelusuri dari sosok Hatice Cengiz (Khadijah), wanita berusia 36 tahun, tunangan Kashoggi.

Menurut pengakuannya kepada AFP (3/10), Khashoggi menitipkan dua ponselnya kepada Hatice sebelum masuk ke konsulat. Ia juga berpesan tentang apa yang harus Hatice lakukan ketika terjadi sesuatu terhadap dirinya di dalam.

Tindakan Khashoggi itu mengundang tanya, mengapa ia sangat khawatir sesuatu yang buruk akan terjadi pada dirinya? Padahal pada kedatangannya pertama (28/9), tidak ada ancaman baginya dan telah memastikan tidak ada surat penangkapan untuk dirinya dari negaranya?

Teka-teki kedua adalah akun Twitter Khashoggi menunjukkan aktivitas yang mencurigakan setelah hilangnya dia pada 2 Oktober. Apakah Khashoggi memberikan kode keamanan ponselnya kepada tunangannya itu, lalu diupdate olehnya? Bila iya, apa tujuannya?

Lebih dari 130 tweet telah dihapus setelah dua hari hilangnya, dan unfollow 11 orang, dan menambahkan 3 orang! Hingga tulisan ini dipublis, Khashoggi telah mengikuti 768, berkurang atau unfollow 1 orang dari dua hari sebelumnya.

Rekaman aktivitas Twitter Khashoggi paska menghilang

Screen Shot akun twitter Khashoggi pada 13 Oktober 2018 pukul 23.42

Teka-teki ketiga adalah status tunangannya dengan Khashoggi.

Hatice Cengiz berulang kali berbicara kepada media sebagai tunangan Khashoggi dan akan menikah dalam waktu dekat. Temuan dari Twitter mereka, Hatice mulai mengenal Jamal ketika ia hadir sebagai peserta dalam sebuah seminar tentang Keamanan Timur Tengah dan Afrika Utara di Turki, Mei 2018. Jamal diundang dari Washington ke Turki sebagai salah satu pembicaranya.

Jamal bertemu langsung dengan Hatice pada 4 Agustus lalu. Di akun Twitternya, Jamal tampak memuji Hatice, dan mengenalkan siapa dia. Sayangnya, cerita tentang pertunangan ini hanya datang dari Hatice, setelah Khashoggi menghilang. Maka wajar saja, keluarga Khashoggi tidak mengetahui pertunangan ini.

Mu’tashim Khashoggi, yang memimpin pertemuan besar keluarga Khashoggi terkait kasus ini, tidak tahu Hatice, yang mengklaim sebagai tunangannya. Ia bahkan melihat ada upaya mempolitisir hilangnya Jamal untuk menyebarkan pandangan anti-Arab.

“Kami tidak kenal sama sekali siapa itu Khadijah (Hatice) dan tidak tahu tentang pertunangannya (dengan Khashoggi),” ungkap Mu’tashim seperti dikutip koran Sabq.

Pandangan lain datang dari Dr. Ahmad al-Raysuni, seorang ahli hukum Islam dan tokoh berpengaruh bagi Ikhwanul Muslimin Maroko.

Dosen di beberapa perguruan tinggi di Qatar dan Maroko, sekaligus Wakil Ketua Persatuan Ulama Muslim Dunia ini menyoroti kemungkinan tunangan tersebut sebagai jebakan untuk Jamal.

Kisah Jamal dengan tunangannya itu, menurutnya, sama dengan kisah yang menerpa Menteri Tenaga Kerja Maroko, Muhammad Yatim.

Tokoh berpengaruh dari Partai Keadilan dan Pembangunan Maroko ini juga tersandung masalah dengan wanita yang diakui sebagai tunangannya.

Muhammad Yatim menuai kecaman publik Maroko karena terekam gambar selama 28 detik, sedang menggandeng wanita muda dalam kunjungannya ke Paris baru-baru ini. Foto-fotonya bocor di internet minggu lalu, menciptakan gelombang kritik.

Ia dihujat karena mengencani seorang wanita yang tidak mengenakan hijab, yang bertentangan dengan keyakinannya sebagai seorang politikus Islam. Kasus ini telah menjebak Yatim pada dilema; maju kena mundur kena.

Muhammad Yatim dan Tunangannya yang kontroversial bagi publik Maroko

Adapun Jamal, pertunangannya telah menyebabkan nasibnya tidak diketahui hingga sekarang. Dr. Ahmad juga merasa aneh, bagaimana Jamal bisa terpikat dari Amerika ke Turki dengan dalih menyelesaikan pertunangan dan pernikahan? Dan kemudian, ia tertarik untuk masuk konsulat negaranya, dan membiarkan tunangannya menunggu di luar pintu.

Menurutnya, semua itu tidak bisa dilihat dengan keluguan berpikir. Sebab pertunangan itu telah menjebak mereka dalam perangkap. Sementara kedua tunangan itu hidup aman.

Dari pandangan Dr Ahmad tersebut, dan laporan-laporan media yang kontroversial di atas, maka belum bisa dipastikan siapa di balik hilangnya Khashoggi. Meskipun jari telunjuk tampaknya diarahkan kepada Arab Saudi, dan sanksi terhadapnya.

Penulis: Agus Abdullah

Referensi:

  1. http://www.raissouni.com/index.php?newsid=506
  2. https://sabq.org/Kjpwc3
  3. https://www.dailysabah.com/investigations/2018/10/10/15-member-saudi-intel-squad-sent-to-target-wps-khashoggi-identified
  4. https://www.okaz.com.sa/article/1677770
  5. https://www.afp.com/en/news/206/saudi-journalists-fiancee-seeks-news-after-disappearance-doc-19q40c1
  6. https://www.newyorker.com/news/news-desk/did-the-saudis-murder-jamal-khashoggi
  7. https://www.middleeasteye.net/news/turkish-police-suspect-saudi-journalist-khashoggi-was-killed-consulate-report-1250529206
  8. https://www.washingtonpost.com/world/missing-journalists-fiancee-demands-where-is-jamal/2018/10/08/d1734ac8-cb15-11e8-ad0a-0e01efba3cc1_story.html?noredirect=on&utm_term=.b4bfa97cc1ee
  9. https://www.telegraph.co.uk/news/2018/10/07/turkish-authorities-say-fate-saudi-journalist-jamal-khashoggi/?WT.mc_id=tmg_share_em
  10. http://www.aljazeera.net/news/arabic/2018/10/8/أردوغان-يتعين-على-القنصلية-السعودية-كشف-مكان-خاشقجي-وستفعل-ذلك
  11. http://mubasher.aljazeera.net/news/لحظة-بلحظة-تطورات-اختفاء-جمال-خاشقجي
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Manhaj

Musibah Datang, Ketika Hukum Allah Tak Ditegakkan

Hukuman itu ada dua, hukuman syar'i dan hukuman qodari. hukuman syar'i adalah setiap aturan-aturan syariat terhadap mereka yang melanggar batasan Allah. Namun jika hukuman syar'i tidak ditegakkan, maka ALlah akan menurunkan hukuman qodari yang berupa musibah yang bersifat merata.

Sabtu, 13/10/2018 18:42 0

Info Event

Unik, Cara Anak Muda Galang Donasi untuk Korban Gempa Sulteng

Unik, Cara Anak Muda Galang Donasi untuk Korban Gempa Sulteng

Sabtu, 13/10/2018 17:22 0

Malaysia

Bebaskan 11 Muslim Uighur, Malaysia Tolak Permintaan Deportasi Cina

Bebaskan 11 Muslim Uighur, Malaysia Tolak Permintaan Deportasi Cina

Sabtu, 13/10/2018 15:40 0

Palestina

Wanita Palestina Meninggal Akibat Dilempar Batu oleh Pemukim Yahudi

Saat itu, keduanya sedang mengendarai mobil di dekat pos Zaktarah.

Sabtu, 13/10/2018 10:26 0

Amerika

Waspada! Hacker Retas Puluhan Juta Akun Facebook

Peretas juga berhasil menembus dan memiliki akses ke email dan nomor telepon pribadi 29 juta pengguna akun tersebut.

Sabtu, 13/10/2018 08:36 0

Afghanistan

Taliban Kembali Jamin Keamanan Palang Merah Internasional

Pertemuan antara para pejabat Taliban dan ICRC di Doha berakhir dengan perbaruhan perjanjian yang memungkinkan Palang Merah Internasional kembali beroperasi untuk membantu berbagai pihak dalam pertempuran di Negara itu.

Sabtu, 13/10/2018 08:07 0

Artikel

Indonesia Rawan Bencana, Bagaimana Seorang Mukmin Bersikap?

Selain memiliki wilayah paparan benua yang luas (Paparan Sunda dan Paparan Sahul), Indonesia juga memiliki pegunungan lipatan tertinggi di daerah tropika dan bersalju abadi (Pegunungan Tengah Papua).

Jum'at, 12/10/2018 19:10 0

Editorial

Editorial: Bicaralah, Jenderal!

Menurut penelusuran Indonesialeaks, aliran suap Basuki Hariman dikabarkan juga mengalir ke sejumlah pejabat di lingkungan kepolisian. Termasuk ke Tito Karnavian yang saat itu masih menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya.

Jum'at, 12/10/2018 19:10 1

Indonesia

Kasus Sukmawati Mendadak Dihentikan, Gabungan Advokat Ajukan Praperadilan

Berbagai advokat yang tergabung dalam Heterogen Robohkan Rasis mengajukan praperadilan kasus Sukmawati.

Jum'at, 12/10/2018 14:54 0

Indonesia

Ini Alasan Pembangunan Rumah Pascagempa Diutamakan Dibanding Fasilitas Publik

Ini Alasan Pembangunan Rumah Pascagempa Diutamakan Dibanding Fasilitas Umum

Jum'at, 12/10/2018 11:47 0

Close