... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Bebaskan 11 Muslim Uighur, Malaysia Tolak Permintaan Deportasi Cina

Foto: Diskriminasi dan represi yang dilakukan rezim Cina memaksa etnis muslim Uighur melarikan diri dari Xinjiang/ilustrasi

KIBLAT.NET, Kuala Lumpur – Malaysia membebaskan sekelompok orang etnis muslim Uighur setelah menjalani masa penahanan karena tuduhan pelanggaran aturan keimigrasian. Saat Cina meminta mereka dideportasi ke negara asalnya, Kuala Lumpur justeru mengizinkan orang-orang dari Xinjiang itu terbang ke Turki.

Sebanyak 11 orang etnis muslim Uighur dibebaskan dari penjara Malaysia, setelah menjalani masa penahanan selama satu tahun. Sebelumnya mereka ditahan atas tuduhan pelanggaran undang-undang keimigrasian, yang akhirnya gugur setelah pengadilan tinggi mengabulkan permohonan banding yang diajukan pengacara mereka, Fahmi Moin.

“Tuduhaan itu dicabut karena pengadilan tinggi mengabulkan banding dari pihak kami,” ungkap Fahmi.

Fahmi menjelaskan setelah dinyatakan bebas 11 orang Uighur itu kemudian diizinkan terbang dari Kuala Lumpur ke Turki pada Selasa (09/10/2018), atas dasar kemanusian. Dengan keputusan itu, Malaysia menolak permintaan dari Cina yang meminta orang-orang muslim Uighur itu dideportasi atau dipulangkan lagi ke negara asalnya.

Aljazeera melaporkan belum ada keterangan resmi dari pihak imigrasi dan kejaksaan Malaysia terkait pembebasan etnis muslim Uighur tersebut. Kementerian Luar Negeri Cina juga belum membuat pernyataan terkait hal itu.

Sebelum ditahan di Malaysia, para pelarian Uighur itu sebelumnya ditahan di Thailand empat tahun lalu. Mereka bisa keluar dari tahanan setelah melubangi dinding penjara dan menjadikan selimut sebagai tangga.

Pada tahun 2017 mereka akhirnya melarikan diri ke Malaysia, dan akhirnya ditangkap. Berdasarkan laporan Reuters, sejak Februari lalu Cina telah meminta Malaysia untuk mendeportasi orang-orang uighur tersebut. Banyak kalangan meminta Malaysia untuk tidak mengabulkan permintaan Beijing.

Seperti diketahui, etnis muslim Uighur di Xinjiang menjadi sasaran represi rezim Cina dan kekejaman itu makin menguat akhir-akhir ini. Sejak lama Beijing melakukan diskriminsi terhadap etnis minoritas yang tingga di bagian barat Cina tersebut, seperti pelarangan puasa dan pembatasan praktik ibadah lainnya.

Sumber: Aljazeera
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Artikel

Indonesia Rawan Bencana, Bagaimana Seorang Mukmin Bersikap?

Selain memiliki wilayah paparan benua yang luas (Paparan Sunda dan Paparan Sahul), Indonesia juga memiliki pegunungan lipatan tertinggi di daerah tropika dan bersalju abadi (Pegunungan Tengah Papua).

Jum'at, 12/10/2018 19:10 0

Editorial

Editorial: Bicaralah, Jenderal!

Menurut penelusuran Indonesialeaks, aliran suap Basuki Hariman dikabarkan juga mengalir ke sejumlah pejabat di lingkungan kepolisian. Termasuk ke Tito Karnavian yang saat itu masih menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya.

Jum'at, 12/10/2018 19:10 1

Indonesia

Kasus Sukmawati Mendadak Dihentikan, Gabungan Advokat Ajukan Praperadilan

Berbagai advokat yang tergabung dalam Heterogen Robohkan Rasis mengajukan praperadilan kasus Sukmawati.

Jum'at, 12/10/2018 14:54 0

Indonesia

Ini Alasan Pembangunan Rumah Pascagempa Diutamakan Dibanding Fasilitas Publik

Ini Alasan Pembangunan Rumah Pascagempa Diutamakan Dibanding Fasilitas Umum

Jum'at, 12/10/2018 11:47 0

Indonesia

Sore Ini Evakuasi di Palu Resmi Dihentikan, Warga Diminta Tak Lagi Lakukan Pencarian

Sore Ini Evakuasi di Palu Resmi Dihentikan, Warga Diminta Tak Lagi Lakukan Pencarian

Jum'at, 12/10/2018 11:01 0

Indonesia

Masa Tanggap Darurat Gempa-Tsunami Palu Diperpanjang 14 Hari

Karena ada beberapa permintaan dari warga untuk perpanjangan waktu pencarian korban, maka diputuskan untuk diperpanjang 1 hari.

Kamis, 11/10/2018 18:24 0

Indonesia

AILA Berharap Ada Payung Hukum untuk Sikapi LGBT

Ketua Aliansi Cinta Keluarga (AILA), Rita Subagio mengatakan bahwa harus ada hukum yang mengatur tentang kegiatan Lesbian Gay Biseksual dan Transgender (LGBT).

Kamis, 11/10/2018 18:00 0

Indonesia

Masyarakat Diminta Mempersempit Aktivitas LGBT

Masyarakat diminta mempersempit aktivitas LGBT karena bertentangan dengan nilai-nilai dasar di Indonesia

Kamis, 11/10/2018 17:54 0

Indonesia

Meski Dibatalkan, AILA Curiga Kontes Mister dan Miss Gaya Dewata Tetap Berjalan

meski tidak diberi izin, ia curiga acara ini masih berjalan dengan lebih tertutup.

Kamis, 11/10/2018 17:39 0

Indonesia

Kasus Bos PT Indaco Urung Dibawa ke Pengadilan, Orang Tua Korban Tuntut Keadilan

Kasus Bos PT Indaco Urung Dibawa ke Pengadilan, Orang Tua Korban Menuntut Keadilan

Kamis, 11/10/2018 17:05 0

Close