... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Fahri: Bantuan Pemerintah untuk Huntara Korban Gempa Lombok Lambat

Foto: Foto kerusakan akibat gempa Lombok

KIBLAT.NET, Jakarta – Dua setengah bulan telah berlalu pasca gempa pertama melanda Nusa Tenggara Barat. Janji-janji Pemerintah Jokowi-JK menggelontorkan bantuan korban bencana berupa uang tunai dan pembangunan hunian sementara, nampaknya belum juga terealisasikan.

Hal itu diungkapkan Wakil DPR RI, Fahri Hamzah dalam laporan dari hasil peninjauan di Nusa Tenggara Barat. Fahri mengatakan implementasi 6.986 bantuan stimulant menjadi rumah yang sudah dihuni, masih nol. Tahapan terakhir baru sebatas penyiapan dokumen.

“Dalam birokrasi normal pun, pencairan proyek lambat, apalagi menerapkan birokrasi normal di daerah bencana,” kata Fahri dalam laporannya yang dikutip dari akun twitternya, Kamis (11/10/2018).

Ia melanjutkan alokasi bantuan untuk 79.484 buku rekening lainnya (dari data masuk ke bank dan belum terisi) belum memiliki kepastian kapan dananya akan cair ke rekening.

Selain itu, alokasi untuk 117.979 rumah rusak lainnya (dari data rumah rusak terlapor) atau 99.620 rumah rusak dari data yang terverifikasi, masih belum jelas. Mereka belum memiliki buku rekening, nasibnya masih menggantung.

“Sampai hari ini belum ada rumah hunian yang berasal dari bantuan stimulant yang sudah dihuni. Menurut informan, peletakan batu pertama, bukan bersumber dari pagu anggaran bantuan stimulan. Tahap penyiapan rumah yang kami pantau baru sampai pada persiapan dokumen,” ungkapnya.

Fahri menuturkan, warga sekarang ini tinggal di huntara atau rumah yang dibangun dari Lembaga kemanusiaan atau material yang disiapkan oleh pemerintah daerah.

BACA JUGA  Seribu Personel Marinir Bersenjata Disiagakan Saat Reuni 212

“Rekening yang terisi terhadap rumah yang terverifikasi baru 3,8%. Realisasi rekening terisi untuk Kabupaten Lombok Utara sebagai epicentrum gempa sangat rendah yaitu 3,5%,” tukasnya.

Reporter: Hafidz Syarif
Editor: M. Rudy

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video News

Wawancara Eksklusif: Pentingkah Nonton Film G30S PKI Lagi? Bersama Taufiq Ismail

KIBLAT.NET- Tanggal 30 September 1965, merupakan tonggak sejarah Indonesia, dimana terjadinya pemberontakan yang dikenal dengan...

Kamis, 11/10/2018 14:01 0

Artikel

Data Pengguna Facebook Rentan Disalahgunakan untuk Alat Propaganda

Para peneliti yang sebelumnya pernah memperingatkan tentang kemungkinan risiko penyalahgunaan data Facebook menunjukkan bagaimana profiling psikologis mulai menampakkan hasil.

Kamis, 11/10/2018 13:51 0

Suriah

Para Komandan HTS Kembali Jadi Sasaran Pembunuh Misterius

Abu Yusuf sendiri merupakan komandan HTS bukan asli Suriah. Ia berkewarganegaraan Saudi dan ikut berjihad di Suriah. Jabatannya di HTS sebagai penasihat keamanan Al-Jaulani.

Kamis, 11/10/2018 09:04 0

Somalia

Al-Shabaab Somalia Eksekusi Mata-mata Asing

“Lima di antara mereka ditembak mati di depan umum setelah mereka mengaku bekerja sebagai mata-mata di depan pengadilan,” kata Gubernur Al-Shabaab wilayah Juba, Muhammad Abu Abdillah, seperti dilansir Reuters, Rabu (10/10).

Kamis, 11/10/2018 08:16 0

Palestina

Qatar Gelontorkan Bantuan Senilai $150 Juta untuk Gaza

"di bawah arahan mulia Yang Mulia Emir, Dana Pembangunan Qatar mengumumkan penyediaan 150 juta dolar bantuan kemanusiaan untuk meringankan krisis kemanusiaan di Jalur Gaza yang terkepung selama bertahun-tahun."

Kamis, 11/10/2018 07:22 0

Editorial

Editorial: Menyintas di Atas Cincin Api

Sudah seharusnya ada kebijakan tegas dalam bidang mitigasi bencana, semata-mata dalam rangka melindungi jiwa-jiwa yang hidup di Cincin Api kepulauan Nusantara.

Rabu, 10/10/2018 22:49 1

Ruang Publik

Bayi Pengungsi Pertama Lahir di RS Lapangan BSMI

Bayi Pengungsi Pertama Lahir di RS Lapangan BSMI

Rabu, 10/10/2018 17:34 0

Artikel

Merayakan 20 Tahun Malpraktek IMF di Indonesia

Hal ini sebenarnya dapat kita lihat (dan rasakan) ketika Indonesia menjadi pasien IMF pada tahun 1997 dan menjadi korban malpraktik mereka. Ditandatanganinya Letter of Intent(LOI) pada 31 Oktober 1997, menjadi tonggak Indonesia mulai menjadi pasien IMF.

Rabu, 10/10/2018 16:13 0

Somalia

Tentara Somalia dan AS Bunuh Ulama Provinsi Lower Shebelle

Pasukan AS dan lokal memaksa masuk rumah syaikh dan menembaknya hingga meregang nyawa.

Rabu, 10/10/2018 13:37 0

Video News

Demo Pada Pemerintah, Warga Palu Makan Batu

KIBLAT.NET- Puluhan Warga Kayumalue Pajeko, Palu Utara, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu Siang melakukan aksi...

Rabu, 10/10/2018 11:53 0

Close