... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Rizal Ramli: Krisis 1998 karena Indonesia Mengundang IMF

Foto: Rizal Ramli berbicara dalam acara dialog bertajuk Rupiah Rontok Harga Meroket Arahnya Kemana di Kantor SEKBER Indonesia, Matraman, Jakarta Pusat, Rabu, (11-07-2018).

KIBLAT.NET, Jakarta – Ekonom senior, Rizal Ramli memaparkan bahwa krisis yang terjadi pada tahun 1998 silam karena Indonesia mengundang IMF. Ia menilai bahwa jika saat itu krisis ditangani sendiri oleh pemerintah Indonesia maka tidak akan terjadi krisis.

“Indonesia mengalami krisis ekonomi tahun 1998. Krisis itu kalau kita tangani sendiri, yang tadinya tumbuh rata-rata 6%, ekonomi Indonesia paling akan anjlok 2 – 0 %. Akan tetapi, karena kita mengundang IMF, ekonomi Indonesia malah anjlok ke -13%,” katanya dalam akun twitter pribadinya, @RamliRizal pada Selasa (09/10/2018).

Rizal memaparkan, saat itu IMF memaksa dan membujuk Pemerintah Indonesia untuk menaikkan tingkat bunga sangat tinggi dari 18% ke 80%. Teorinya, untuk menahan pelarian modal dan memperkuat Rupiah.

“Dampaknya, hampir semua perusahaan di Indonesia langsung tidak mampu bayar dan macet kredit,” ulasnya.

Menurutnya, ia adalah satu-satunya ekonom Indonesia yang menolak pinjaman IMF di pertemuan para ekonom di Hotel Borobudur dengan Managing Director IMF, Camdesus bulan Oktober 1997, sebelum Camdesus bertemu Presiden Soeharto di Istana.

“Saya menolak karena ekonomi akan semakin rusak dibawah IMF, ternyata semuanya terbukti. Terjadi krisis besar 1997/1998, ekonomi anjlok dari rata 6% ke -13% karena salah saran dan kebijakan IMF. Untuk selamatkan bank-bank, BLBI disuntik $80 milyar, biaya penyelamatan bank terbesar relatif GDP, perusahaan banyak yang bangkrut, penggangguran naik 40%,” tuturnya.

BACA JUGA  Pengacara Habib Bahar Bandingkan Kasus Kliennya dengan Ade Armando

Hari ini 20 tahun kemudian, kata dia, masih banyak komprador IMF di pemerintahan, elit dan media. Maka, mantan Menteri Kemaritiman ini mengingatkan bahwa dengan kondisi ekonomi Indonesia saat ini, bisa terjadi krisi yang lebih dahsyat dari tahun 1998.

“Semi krisis hari ini, bisa berkembang dan berujung pada pinjaman IMF lagi, dgn kerusakan lebih dahsyat dari 1998. Belajarlah dari sejarah,” tukasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Afghanistan

Taliban Seru Warga Afghanistan Boikot Pemilu Parlemen

Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, mengatakan bahwa Amerika Serikat menggunakan pemilu untuk tujuan tunggal, yaitu melegitimasi kehadiran dan otoritasnya di Afghanistan.

Selasa, 09/10/2018 07:30 0

Suriah

Anadolu: Oposisi Tarik Seluruh Senjata Berat dari Zona Demiliterisasi Idlib

Berdasarkan video dan foto yang ditampilkan, truk-truk yang mengangkut senjata tersebut berbendera Jabhah Wathaniyah lit Tahrir (JWT) atau Front Nasional Pembebasan. Sebagian tank dan senjata tertempel logo faksi Faylaq Al-Syam, member JWT.

Selasa, 09/10/2018 06:47 0

Afghanistan

Taliban: Solusi Afghanistan, Penjajah Hengkang dan Pemulihan Kedaulatan Islam

Upaya-upaya mencari penyelesaian yang masih melibatkan penjajah hanya kebohongan.

Selasa, 09/10/2018 06:04 0

China

Pemerintah Cina Hapus Simbol-simbol Islam di Kota Yinchuan

Tak boleh lagi menggunakan nama jalan atau took dengan bahasa Arab

Selasa, 09/10/2018 05:29 0

Video News

Inilah Berkah Masjid Darussalam Palu yang Selamat Dilanda Gempa

KIBLAT.NET – Inilah sebuah masjid yang masih utuh setelah dilanda gempa Palu. Kabarnya, masjid ini...

Senin, 08/10/2018 10:36 0

Afghanistan

Operasi Taliban Sebabkan Tiga Provinsi Afghanistan Terisolasi

Provinsi itu adalah Ghazni, Zabul dan Kandahar

Senin, 08/10/2018 08:39 0

Amerika

Trump: Raja Saudi Tak Bisa Bertahan Selama 2 Pekan Tanpa Dukungan AS

Hal itu dikatakan Trump menyusul adanya tudingan bahwa ia dan negara-negara anggota OPEC melakukan kecurangan terhadap negara-negara lainnya di dunia.

Senin, 08/10/2018 07:08 0

Suriah

Meski Dikutuk PBB, Rezim Suriah Tetap Gunakan Ribuan Bom Barel pada 2018

KIBLAT.NET – Jaringan Suriah untuk Hak Asasi Manusia (The Syrian Network for Human Rights; SNHR)...

Ahad, 07/10/2018 11:39 0

Suriah

Oposisi Mulai Menarik Senjata Berat dari Front Idlib

KIBLAT.NET – Kelompok oposisi di Suriah barat laut Idlib mengumumkan pada hari Sabtu (6/10) bahwa...

Ahad, 07/10/2018 10:55 0

Turki

Jurnalis Asal Saudi Dibunuh Secara Misterius di Turki

KIBLAT.NET – Jamal Khashoggi, seorang jurnalis Arab dibunuh secara misterius di Turki. Ankara telah menyimpulkan...

Ahad, 07/10/2018 09:40 0

Close