... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

KPK Diminta Tak Menutupi Perusakan Barang Bukti Kasus Suap Basuki Hariman

Foto: Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

KIBLAT.NET, Jakarta – Investigasi Indonesialeaks mengungkap hilangnya dokumen pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus suap yang melibatkan Basuki Hariman. Dalam laporan investigasi tersebut, muncul nama Kapolda Tito dalam daftar penerima uang yang diberikan oleh Basuki Hariman.

Dalam laporan Indonesialeaks disebutkan, hilangnya dokumen pemeriksaan Bagian Keuangan CV Sumber Laut Perkasa, Kumala Dewi Sumartono diawali oleh dicurinya tas berisi laptop milik penyidik KPK, Surya. Komputer jinjing itu berisi diantaranya salinan pindaian dua buku bank perusahaan Basuki Hariman tersebut.

Kemudian, tak sampai satu pekan setelah peristiwa pencurian komputer jinjing penyidik KPK, Pengawas Internal KPK menerima laporan penghapusan barang bukti. Perkara tersebut yang diduga dilakukan Roland Ronaldy dan satu penyidik polisi lainnya yang juga anggota tim kasus Basuki, Komisaris Harun. Keduanya dilaporkan menghilangkan 15 lembar catatan pengeluaran pada 7 April 2017 malam. Caranya diduga dengan menghapus catatan itu dengan cara membubuhkan Tipp-Ex pada nama-nama penerima uang, lalu merobeknya hingga terpisah dari buku bank itu.

Hasil pemeriksaan internal membuktikan laporan pelanggaran yang dilakukan Roland dan Harun. Namun, Pimpinan KPK hanya memberi sanksi kepada dua penyidik ini dengan mengembalikan keduanya ke Markas Besar Kepolisian RI sebagai instansi asal. Bahkan, dokumen pemulangan Roland dan Harun hanya menyebut keduanya tengah berkasus. KPK kemudian melimpahkan pemeriksaan terhadap mereka kepada Divisi Profesi dan Pengamanan. Namun secara mengejutkan, hasil pemeriksaan internal Polri menunjukkan bahwa tuduhan penodaan barang bukti dianggap tak terbukti.

BACA JUGA  Sore Ini Evakuasi di Palu Resmi Dihentikan, Warga Diminta Tak Lagi Lakukan Pencarian

Direktur Madrasah Anti Korupsi, Virgo Sulianto menyebut KPK seharusnya merespon hasil investigasi tersebut dikarenakan menyangkut barang bukti KPK. Dia juga mendorong KPK agar melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap kasus tersebut.

“Kalau keduanya terbukti melakukan perusakan barang bukti, maka KPK harus berani untuk melanjutkan kepada proses hukum yang semestinya. Itu merupakan domain KPK untuk merespon hal itu,” ujar Virgo kepada kiblat.net dalam sambungan telepon, Selasa (09/10/2018) siang.

“Kami mendesak KPK untuk tidak lagi menutup-nutupi. Atau mendesak KPK untuk mengatakan fakta yang sebenarnya. Kalau dari awal memang ada perusakan, harusnya KPK tidak hanya mengembalikan, tapi juga harus menuntut mereka dalam proses hukum,” lanjutnya.

Virgo menambahkan, ada banyak yang bisa dilakukan KPK untuk menyelesaikan kasus tersebut. Dia juga menyebut bahwa kali ini keberanian KPK sedang diuji untuk mengungkap kasus korupsi yang lebih besar dari sebelumnya.

“KPK harus menjawab tuntutan publik. KPK harus berani, tidak perlu lagi takut. Ungkapkan saja kebenarannya. Yang bisa menjawab itu hanya KPK,” tandasnya.

Reporter: Qoid
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Opini

Gara-gara Algoritma

Jadi, gara-gara algoritma Google tersebut, alih-alih memberikan hasil terpopuler, Google justru memberikan hasil yang sesuai dengan preferensi kita, termasuk, misalnya, lokasi kita.

Selasa, 09/10/2018 15:02 2

Afghanistan

Taliban Seru Warga Afghanistan Boikot Pemilu Parlemen

Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, mengatakan bahwa Amerika Serikat menggunakan pemilu untuk tujuan tunggal, yaitu melegitimasi kehadiran dan otoritasnya di Afghanistan.

Selasa, 09/10/2018 07:30 0

Suriah

Anadolu: Oposisi Tarik Seluruh Senjata Berat dari Zona Demiliterisasi Idlib

Berdasarkan video dan foto yang ditampilkan, truk-truk yang mengangkut senjata tersebut berbendera Jabhah Wathaniyah lit Tahrir (JWT) atau Front Nasional Pembebasan. Sebagian tank dan senjata tertempel logo faksi Faylaq Al-Syam, member JWT.

Selasa, 09/10/2018 06:47 0

Afghanistan

Taliban: Solusi Afghanistan, Penjajah Hengkang dan Pemulihan Kedaulatan Islam

Upaya-upaya mencari penyelesaian yang masih melibatkan penjajah hanya kebohongan.

Selasa, 09/10/2018 06:04 0

China

Pemerintah Cina Hapus Simbol-simbol Islam di Kota Yinchuan

Tak boleh lagi menggunakan nama jalan atau took dengan bahasa Arab

Selasa, 09/10/2018 05:29 0

Video News

Inilah Berkah Masjid Darussalam Palu yang Selamat Dilanda Gempa

KIBLAT.NET – Inilah sebuah masjid yang masih utuh setelah dilanda gempa Palu. Kabarnya, masjid ini...

Senin, 08/10/2018 10:36 0

Afghanistan

Operasi Taliban Sebabkan Tiga Provinsi Afghanistan Terisolasi

Provinsi itu adalah Ghazni, Zabul dan Kandahar

Senin, 08/10/2018 08:39 0

Amerika

Trump: Raja Saudi Tak Bisa Bertahan Selama 2 Pekan Tanpa Dukungan AS

Hal itu dikatakan Trump menyusul adanya tudingan bahwa ia dan negara-negara anggota OPEC melakukan kecurangan terhadap negara-negara lainnya di dunia.

Senin, 08/10/2018 07:08 0

Suriah

Meski Dikutuk PBB, Rezim Suriah Tetap Gunakan Ribuan Bom Barel pada 2018

KIBLAT.NET – Jaringan Suriah untuk Hak Asasi Manusia (The Syrian Network for Human Rights; SNHR)...

Ahad, 07/10/2018 11:39 0

Suriah

Oposisi Mulai Menarik Senjata Berat dari Front Idlib

KIBLAT.NET – Kelompok oposisi di Suriah barat laut Idlib mengumumkan pada hari Sabtu (6/10) bahwa...

Ahad, 07/10/2018 10:55 0

Close