... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

KPAI Minta Pemerintah Siapkan Kurikulum Sekolah Darurat

Foto: Kegiatan belajar di sebuah sekolah darurat di Lombok, Nusa Tenggara Barat

KIBLAT.NET, Jakarta – Retno Listyarti, Komisioner KPAI bidang pendidikan mengharapkan pemerintah menyiapkan kurikulum sekolah darurat jika sewaktu-waktu datang bencana. Ia juga berharap masyarakat tentunya dibantu pemerintah menyiapkan sekolah darurat di wilayah terdampak bencana seperti gempa bumi, tsunami, gunung meletus, dan lain-lain.

Retno melalui rilisnya (Senin 08/10/2018) mengungkapkan, pada tanggal 28 sampai 30 September 2018, KPAI melakukan pengawasan ke beberapa sekolah darurat di Kota Mataram, Lombok Barat dan Lombok Utara, baik sekolah di jenjang SD, SMP, maupun SMA dan sederajat. Pengawasan dilakukan dengan mendatangi sekolah darurat, masuk ke ruang kelas dan mewawancarai beberapa siswa dan guru serta kepala sekolah.

Ia menjelaskan jumlah ruang kelas darurat di setiap sekolah yang terdampak gempa jumlahnya berbeda, sangat tergantung pada “keberuntungan bantuan” baik dari pemerintah maupun dunia usaha, dan atau bantuan masyarakat, seperti orangtua siswa maupun perkumpulan kepala sekolah dari daerah lain di luar NTB.

Hasil pengawasan menunjukkan bahwa sekolah darurat secara fisik ada yang berbentuk tenda terpal ada juga bangunan semi permanen. Tenda atau bangunan yang terbatas di sekolah darurat membuat para siswa harus menggunakan ruang kelas daruratnya secara bergantian atau dua shift, karena antara ruangan yang dibutuhkan dengan yang tersedia tidak berimbang jumlahnya, terutama untuk SMA dan sederajat. Di sekolah darurat, Retno mengungkapkan, rata-rata jam belajar berkisar 5 jam.

“Padahal pembangunan ruang kelas baru membutuhkan waktu yang cukup lama, mengingat bangunan sekolah banyak yang mengalami kerusakan berat, seperti sekolah-sekolah di Lombok Utara dan Lombok Timur, apalagi sekolah-sekolah di Palu dan Donggala yang secara gegrafis dekat dengan pusat gempa,” ungkapnya.

BACA JUGA  4 Tahun Pimpin Pemuda Muhammadiyah, Dahnil: Nahi Munkar Paling Berat

“Sekolah-sekolah terdampak ini tidak hanya membutuhkan sekolah darurat sebelum sekolahnya di perbaiki, namun juga membutuhkan kurikulum sekolah darurat,” ujar Retno.

Melihat beberapa kejadian bencana alam yang datang bergiliran beberapa waktu terakhir ini, KPAI mendesak Kementrian Pendidikan dan kebudayaan juga Kementrian Agama untuk menyiapkan kurikulum sekolah darurat.

Kurikulum dan persiapan bangunan sekolah darurat harus diadakan, diantara pertimbangannya adalah karena ruang belajar sekolah darurat tidak nyaman.

Retno mengatakan, saat dirinya melakukan pengawasan langsung di beberapa sekolah di Mataram, Lombok Barat dan Lombok Utara, terungkap keluhan anak-anak dan para guru bahwa ruang kelas tenda sangat panas mulai pukul 09.00 WITA dan jika di tenda, para pengajar dan peserta didik kelelahan duduk bersila karena tidak dapat menggunakan meja dan kursi di kelas seperti di ruang kelas yang normal pada umumnya.

“Kalau di ruang kelas yang semi permanen bisa menggunakan meja dan kursi di kelas darurat, tapi kalau tenda sangat tidak memungkinkan karena sempit dan tidak tinggi. Bahkan jika hujan deras, kelas-kelas tenda akan bubar karena tenda tertiup angina dan akan dibajiri air,” tambah Retno

Pertimbangan kedua, jam belajar lebih pendek karena keterbatasan ruang kelas. Keterbatasan ruang kelas dialami banyak sekolah di Lombok Utara, karena mayoritas sekolah di wilayah ini mengalami kerusakan berat sehingga perlu rehab total yang memakan waktu lama. Karena keterbatasan ruang tersebut, maka peserta didik terpaksa bergantiuan menggunakan kelas sehingga jam belajar dibagi 2 shift.

BACA JUGA  Aksi Bela Rohingya: Usir Dubes Myanmar dari Indonesia!

“Jam sekolah yang pendek dan kondisi sekolah darurat yang tentu tidak senyaman kelas di sekolah-sekolah yang kondisinya normal, maka KPAI memandang perlu pemerintah dalam hal ini Kemdikbud dan Kemenag untuk tidak sekedar berkosentrasi pada kelas darurat, namun harus juga menyiapkan kurikulum khusus untuk sekolah darurat,” terang Retno.

Ketiga, Sistem Penilaian dan Prinsip Keadilan Bagi Semua Anak Didik. Menurut Retno, sangat tidak adil jika sekolah darurat harus menerapkan kurikulum nasional yang saat ini berlaku, sementara sarana prasarana sangat minim, kondisi pendidik dan kondisi psikologis anak-anak masih belum stabil, serta rendahnya kenyaman dalam proses pembelajaran di kelas.

“Peserta didik dan pendidik di sekolah darurat sejatinya jangan di bebani dengan beratnya kurikulum nasional yang berlaku saat ini, namun sudah semestinya menyesuaikan kondisi riil mereka di lapangan. Oleh karena, kurikulum sekolah darurat menjadi penting dan mendesak dibuat oleh pemerintah, mengingat kondisi wilayah Indonesia yang rawan bencana,” tegas Retno

“Nanti sistem penilaian dan ujian sekolah serta ujian nasional peserta didik di sekolah-sekolah darurat, baik di Lombok, Palu dan Donggala dan tempat lainnya juga harus disesuaikan dengan kurikulum sekolah darurat, bukan disamakan dengan peserta didik lain di Indonesia yang wilayahnya atau sekolahnya tidak terdampak bencana, seperti gempa dan tsunami,” pungkas Retno.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Afghanistan

Taliban Seru Warga Afghanistan Boikot Pemilu Parlemen

Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, mengatakan bahwa Amerika Serikat menggunakan pemilu untuk tujuan tunggal, yaitu melegitimasi kehadiran dan otoritasnya di Afghanistan.

Selasa, 09/10/2018 07:30 0

Suriah

Anadolu: Oposisi Tarik Seluruh Senjata Berat dari Zona Demiliterisasi Idlib

Berdasarkan video dan foto yang ditampilkan, truk-truk yang mengangkut senjata tersebut berbendera Jabhah Wathaniyah lit Tahrir (JWT) atau Front Nasional Pembebasan. Sebagian tank dan senjata tertempel logo faksi Faylaq Al-Syam, member JWT.

Selasa, 09/10/2018 06:47 0

Afghanistan

Taliban: Solusi Afghanistan, Penjajah Hengkang dan Pemulihan Kedaulatan Islam

Upaya-upaya mencari penyelesaian yang masih melibatkan penjajah hanya kebohongan.

Selasa, 09/10/2018 06:04 0

China

Pemerintah Cina Hapus Simbol-simbol Islam di Kota Yinchuan

Tak boleh lagi menggunakan nama jalan atau took dengan bahasa Arab

Selasa, 09/10/2018 05:29 0

Video News

Inilah Berkah Masjid Darussalam Palu yang Selamat Dilanda Gempa

KIBLAT.NET – Inilah sebuah masjid yang masih utuh setelah dilanda gempa Palu. Kabarnya, masjid ini...

Senin, 08/10/2018 10:36 0

Afghanistan

Operasi Taliban Sebabkan Tiga Provinsi Afghanistan Terisolasi

Provinsi itu adalah Ghazni, Zabul dan Kandahar

Senin, 08/10/2018 08:39 0

Amerika

Trump: Raja Saudi Tak Bisa Bertahan Selama 2 Pekan Tanpa Dukungan AS

Hal itu dikatakan Trump menyusul adanya tudingan bahwa ia dan negara-negara anggota OPEC melakukan kecurangan terhadap negara-negara lainnya di dunia.

Senin, 08/10/2018 07:08 0

Suriah

Meski Dikutuk PBB, Rezim Suriah Tetap Gunakan Ribuan Bom Barel pada 2018

KIBLAT.NET – Jaringan Suriah untuk Hak Asasi Manusia (The Syrian Network for Human Rights; SNHR)...

Ahad, 07/10/2018 11:39 0

Suriah

Oposisi Mulai Menarik Senjata Berat dari Front Idlib

KIBLAT.NET – Kelompok oposisi di Suriah barat laut Idlib mengumumkan pada hari Sabtu (6/10) bahwa...

Ahad, 07/10/2018 10:55 0

Turki

Jurnalis Asal Saudi Dibunuh Secara Misterius di Turki

KIBLAT.NET – Jamal Khashoggi, seorang jurnalis Arab dibunuh secara misterius di Turki. Ankara telah menyimpulkan...

Ahad, 07/10/2018 09:40 0

Close