... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Oposisi Mulai Menarik Senjata Berat dari Front Idlib

Foto: Pejuang Suriah/ilustrasi

KIBLAT.NET – Kelompok oposisi di Suriah barat laut Idlib mengumumkan pada hari Sabtu (6/10) bahwa mereka telah mulai menarik senjata berat dari front oposisi-pasukan rezim di Idlib, sesuai dengan kesepakatan Turki-Rusia.

Naci Mustafa, juru bicara Front Nasional Untuk Pembebasan Suriah berafiliasi dengan FSA, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa kelompok-kelompok oposisi mulai menarik senjata berat mereka. Langkah ini sesuai dengan perjanjian Sochi, yang disepakati oleh Rusia dan Turki untuk menetapkan sebuah zona demiliterisasi.

Mustafa mengatakan bahwa aliansi Front Nasional untuk Pembebasan (NFL) yang didukung Turki akan mengekstraksi persenjataan beratnya, seperti peluncur roket dan kendaraan artileri. Mereka membawanya 20 km dari garis kontak antara gerilyawan di provinsi Idlib yang dikuasai oposisi Suriah dan pasukan rezim.

“Penghapusan senjata berat sedang dilakukan dengan koordinasi pemerintah Turki,” katanya.

Setelah pertemuan di Sochi bulan lalu antara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan timpalannya dari Rusia Vladimir Putin, kedua negara sepakat untuk membentuk zona demiliterisasi di Idlib, benteng oposisi terakhir Suriah.

Ankara dan Moskow juga menandatangani nota kesepahaman yang menyerukan “stabilisasi” dari zona deeskalasi Idlib, tindakan agresi secara tegas dilarang.

Berdasarkan kesepakatan itu, kelompok-kelompok oposisi di Idlib akan tetap di daerah-daerah di mana mereka sudah hadir, sementara Rusia dan Turki akan melakukan patroli bersama di daerah itu dengan maksud untuk mencegah pertempuran baru.

BACA JUGA  Serangan Udara Meningkat, Sekolah-sekolah di Idlib Diliburkan

Perlu dicatat bahwa menurut kesepakatan yang dicapai, zona demiliterisasi 15-25km yang mendalam harus dipisah antara daerah yang dikuasai pemerintah dan daerah di Idlib, Lattakia utara dan Aleppo barat yang dikuasai oleh militan. Zona ini akan ditetapkan sepenuhnya pada 20 Oktober.

Sejauh ini, baru Front Nasional Untuk Pembebasan Suriah yang menyatakan penarikan senjata beratnya. Sementara itu, kekuatan oposisi lain, seperti Haiah Tahrir Syam (HTS) dan Hurasud Din belum memperbarui sikapnya.

Sebelumnya semua oposisi menolak menarik senjata beratnya. Meski beberapa sepakat dengan penghentian perang sementara.

Transaksi yang Buruk

Beberapa pihak telah menilai kesepakatan itu sebagai kemunduran bagi oposisi bila diterapkan, termasuk ulama pro-oposisi, Abdullah Al-Muhaisini.

Christian Turner, sejarawan Suriah, di akun Twitternya mengatakan itu sebagai transaksi yang buruk. Sebab, menurutnya, “Tidak hanya 10 km, oposisi menarik mundur wilayah mereka tetapi harus meninggalkan pertahanan mereka yang telah dipersiapkan.”

“Rupanya pasukan Rezim diizinkan untuk hadir di bagian mereka dari zona demiliterisasi, yang membuatnya mudah bagi mereka untuk maju,” ungkapnya lebih lanjut.

Sumber: Anadolu, Al-Arabiya
Redaktur: Salem

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Manhaj

Gempa Bumi, Ketika Manusia Mempertentangkan Sains dan Kuasa Allah

Ketika mendengar gempa bumi, sebagian orang menganalisa bahwa itu karena proses alamiah dari pergeserangan lempengan bumi, seolah mereka meniadakan kuasa Allah yang menggeser lempengan bumi tersebut.

Ahad, 07/10/2018 05:00 0

Artikel

Bangga Menjadi Pemuda Muslim

Namun ada satu hal yang menarik, pada masa keemasan Islam dua faktor di atas sudah menggerogoti jiwa pemuda muslim.

Sabtu, 06/10/2018 22:05 0

Artikel

Semangat Pemuda Islam untuk Taklukan Dunia

Pada zaman Rasulullah saw., para pemuda memiliki peran yang sangat penting dalam mendakwahkan Islam. Terdapat banyak sahabat yang memeluk Islam di Makkah berasal dari kalangan pemuda

Sabtu, 06/10/2018 21:30 0

Artikel

Pemuda Kunci Kemajuan Peradaban Islam

Sekarang ini, jarang sekali kita melihat masjid-masjid di lingkungan kita terisi penuh oleh anak-anak maupun pemuda yang akan membaca Al- Qur’an.

Sabtu, 06/10/2018 21:00 0

Tarbiyah Jihadiyah

Gempa Bumi, Peringatan dari Allah Agar Tak Cinta Materi

Gempa Lombok dan Palu mengingatkan kita bahwa kehidupan materi bisa sirna dengan begitu cepatnya. Bangunan runtuh, kendaraan remuk, dunia yang kita banggakan hilang dengan sekali hentakan.

Sabtu, 06/10/2018 20:32 0

Artikel

Umat Islam Pernah Berjaya: Sebuah Strategi Memimpin Peradaban

Upaya-upaya umat muslim untuk menaklukan Konstantinopel pada periode sebelumnya, memudahkan jalan Al-Fatih untuk mengambil alih tahta Konstantinopel. Al-Fatih memang telah disiapkan sejak kecil oleh ayahnya untuk menjadi penakluk Konstantinopel.

Sabtu, 06/10/2018 20:00 0

Artikel

Membangun Jiwa Kepemimpinan

Sepertinya, pemuda muslim harus kembali melihat para teladan mereka bagaimana ketika mereka berjalan di atas jalan pengembalian kemuliaan agama ini.

Sabtu, 06/10/2018 18:23 0

Indonesia

BNPB: Listrik di Sulawesi Tengah Pulih 75%

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan H+8 gempa dan tsunami Sulteng terus mengalami perkembangan.

Sabtu, 06/10/2018 18:10 0

Artikel

Pencetak Generasi Tunas Pemimpin Pejuang Masa Depan

Dalam menghadapi sistem kufur yang sedang eksis, tidak bisa tidak pemuda Islam harus tergabung ke dalam jamaah perjuangan Islam guna menciptakan semangat juang yang luar biasa.

Sabtu, 06/10/2018 18:00 0

Indonesia

Kabar Mayat Belum Dikubur Pasca Bencana Sulteng, Ini Kata Wiranto

hari keenam dan ketujuh, progress penanganan telah sampai pada pemakaman korban meninggal.

Sabtu, 06/10/2018 17:46 0

Close