... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Meski Dikutuk PBB, Rezim Suriah Tetap Gunakan Ribuan Bom Barel pada 2018

Foto: Bom Barel dijatuhkan di desa Al Habit, Idlib pada 10 September 2018 [foto; Abdul Razzaq Sbaih]

KIBLAT.NET – Jaringan Suriah untuk Hak Asasi Manusia (The Syrian Network for Human Rights; SNHR) telah merilis laporan bulanan tentang penggunaan bom barel oleh pasukan rezim Suriah untuk bulan September ini.

Laporan itu mencatat bahwa rezim Suriah telah menggunakan bom barel —yang merupakan senjata dengan improvisasi dan biaya murah— untuk membunuh korban dan menimbulkan kehancuran sebanyak mungkin.

Senjata itu paling banyak digunakan sejak Maret 2011. Serangan bom barel pertama yang didokumentasikan, menurut laporan itu, adalah pada 18 Juli 2012 di kota Dael, utara Dar’a. Lima warga sipil tewas dalam serangan itu.

Dewan Keamanan PBB telah mengadopsi resolusi 2139 pada 22 Februari 2014, yang mengutuk penggunaan bom barel. Namun, rezim Suriah masih menghujani wilayah di luar kendalinya dengan puluhan bom barel.

Lebih rinci, laporan itu mengatakan bahwa pasukan rezim Suriah telah menggunakan 26.577 barel bom sejak dimulainya intervensi Rusia pada 30 September 2015. Pemboman dengan senjata ini terus diluncurkan meskipun Vitaly Churkin, mantan perwakilan Rusia untuk PBB, pada Oktober 2015 telah berjanji akan menghentikannya.

Laporan ini menggunakan pemantauan terus-menerus terhadap berita dan pengembangan serta laporan oleh orang-orang yang selamat, saksi mata, dan aktivis media lokal.

Catatan terbaru, sejak awal 2018 hingga hari ini, tidak kurang dari 3.601 telah dijatuhkan oleh rezim Suriah. Bulan Maret mencatat jumlah tertinggi bom barel, diikuti oleh April.

BACA JUGA  Pertempuran Sengit Meletus di Provinsi Idlib

Sekurang-kurangnya 98 barel telah dijatuhkan pada bulan September dan menewaskan dua warga sipil. Selain itu, bom barel digunakan dalam satu serangan terhadap fasilitas sipil penting, seperti fasilitas medis.

Laporan itu menekankan bahwa pemerintah Suriah telah melanggar resolusi Dewan Keamanan 2139 dan 2254, dan menggunakan bom barel secara sistematis dan tersebar luas.

Juga, pemerintah Suriah, melalui kejahatan pembunuhan yang disengaja, telah melanggar Pasal 7 dan Pasal 8 Statuta Roma.

Selain itu, pemerintah Suriah telah melanggar aturan hukum hak asasi manusia internasional yang menjamin hak untuk hidup. Menimbang bahwa pelanggaran ini dilakukan dalam konflik bersenjata non-internasional, mereka memenuhi syarat sebagai kejahatan perang.

Menurut laporan itu, Melalui penggunaan bom-bom gas yang bermuatan gas beracun, rezim Suriah telah melanggar aturan hukum humaniter internasional yang lazim. Kedua, rezim Suriah telah melanggar perjanjian CWC. Ketiga, rezim Suriah telah melanggar semua resolusi Dewan Keamanan yang relevan, khususnya 2118, 2209, dan 2235.

Oleh karena itu, SNHR menyerukan rezim Suriah untuk berhenti memperlakukan negara Suriah sebagai milik keluarga pribadi. Selain itu, laporan itu menyerukan rezim Suriah untuk menghentikan terorisasi rakyat Suriah dengan menjatuhkan bom barel, menanggung semua konsekuensi hukum dan material, dan memberi kompensasi kepada para korban dan keluarga mereka dari sumber daya negara Suriah.

Kepada Dewan Keamanan PBB, mereka menyerukan untuk memastikan penerapan resolusi yang serius. Juga, kepada empat anggota negara permanen untuk memberikan tekanan pada pemerintah Rusia untuk menghentikan dukungannya bagi rezim Suriah.

BACA JUGA  Bom Lukai Tiga Polisi Militer Rusia Saat Patroli di Kobani, Suriah

Sumber: SNHR
Reporter: Salem

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Manhaj

Gempa Bumi, Ketika Manusia Mempertentangkan Sains dan Kuasa Allah

Ketika mendengar gempa bumi, sebagian orang menganalisa bahwa itu karena proses alamiah dari pergeserangan lempengan bumi, seolah mereka meniadakan kuasa Allah yang menggeser lempengan bumi tersebut.

Ahad, 07/10/2018 05:00 0

Artikel

Bangga Menjadi Pemuda Muslim

Namun ada satu hal yang menarik, pada masa keemasan Islam dua faktor di atas sudah menggerogoti jiwa pemuda muslim.

Sabtu, 06/10/2018 22:05 0

Artikel

Semangat Pemuda Islam untuk Taklukan Dunia

Pada zaman Rasulullah saw., para pemuda memiliki peran yang sangat penting dalam mendakwahkan Islam. Terdapat banyak sahabat yang memeluk Islam di Makkah berasal dari kalangan pemuda

Sabtu, 06/10/2018 21:30 0

Artikel

Pemuda Kunci Kemajuan Peradaban Islam

Sekarang ini, jarang sekali kita melihat masjid-masjid di lingkungan kita terisi penuh oleh anak-anak maupun pemuda yang akan membaca Al- Qur’an.

Sabtu, 06/10/2018 21:00 0

Tarbiyah Jihadiyah

Gempa Bumi, Peringatan dari Allah Agar Tak Cinta Materi

Gempa Lombok dan Palu mengingatkan kita bahwa kehidupan materi bisa sirna dengan begitu cepatnya. Bangunan runtuh, kendaraan remuk, dunia yang kita banggakan hilang dengan sekali hentakan.

Sabtu, 06/10/2018 20:32 0

Artikel

Umat Islam Pernah Berjaya: Sebuah Strategi Memimpin Peradaban

Upaya-upaya umat muslim untuk menaklukan Konstantinopel pada periode sebelumnya, memudahkan jalan Al-Fatih untuk mengambil alih tahta Konstantinopel. Al-Fatih memang telah disiapkan sejak kecil oleh ayahnya untuk menjadi penakluk Konstantinopel.

Sabtu, 06/10/2018 20:00 0

Artikel

Membangun Jiwa Kepemimpinan

Sepertinya, pemuda muslim harus kembali melihat para teladan mereka bagaimana ketika mereka berjalan di atas jalan pengembalian kemuliaan agama ini.

Sabtu, 06/10/2018 18:23 0

Indonesia

BNPB: Listrik di Sulawesi Tengah Pulih 75%

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan H+8 gempa dan tsunami Sulteng terus mengalami perkembangan.

Sabtu, 06/10/2018 18:10 0

Artikel

Pencetak Generasi Tunas Pemimpin Pejuang Masa Depan

Dalam menghadapi sistem kufur yang sedang eksis, tidak bisa tidak pemuda Islam harus tergabung ke dalam jamaah perjuangan Islam guna menciptakan semangat juang yang luar biasa.

Sabtu, 06/10/2018 18:00 0

Indonesia

Kabar Mayat Belum Dikubur Pasca Bencana Sulteng, Ini Kata Wiranto

hari keenam dan ketujuh, progress penanganan telah sampai pada pemakaman korban meninggal.

Sabtu, 06/10/2018 17:46 0

Close