... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Membangun Jiwa Kepemimpinan

Foto: Ilustrasi Kepemimpinan

Oleh: Aim Muhaimin, mahasiswa Ma’had Aly An-Nuur Solo

Artikel ini adalah salah satu dari artikel yang ikut dalam Lomba Artikel Islami Nasional yang diadakan oleh Muslimah MPI Lampung

Tidak akan baik urusan ummat ini kecuali mereka menempuh jalan yang sudah ditempuh oleh para pendahulu mereka.” (Malik bin Anas)

KIBLAT.NET – Semakin hari, pemuda muslim semakin merosot mentalitasnya. Mereka tidak lagi mengerti arus mana yang harusnya mereka ikuti agar tetap menjadi kebanggaan. Bingung dengan jalan hidup mereka, sehingga banyak hal yang seharusnya mereka tunaikan tapi tidak tertunaikan, dan begitu pula sebaliknya.

Ditambah lagi dengan invasi budaya yang masif, menjadikan pemuda semakin kehilangan jati diri mereka. Hal-hal yang berorientasi kemenangan Islam menjadi terlupakan. Tepatnya sengaja untuk dilupakan. Selain itu, menjadi ironi dengan hiburan-hiburan yang mereka pilih. Baik dari permainan, gaya pakaian, sampai pilihan film yang mereka tonton.

Realitas kehidupan pemuda di zaman ini yang setuju atau tidak, harus dipaksa untuk mengenal kembali diri mereka. Karena jika tidak demikian, agama ini akan kehilangan pemudanya yang bermental seperti mental Ubadah bin Shamit tatkala berhadapan dengan Muqauqis, Sang raja Romawi. Dengan lantang menyuarakan Islam, tak gentar meski sebenarnya kedua kakinya sedang berpijak di kandang musuh.

Mental laki-laki Islam yang kuatlah yang menjadikan musuh-musuh mereka tetap bernyali kecil. Karena apabila mental semacam itu telah hilang, maka sama saja memberi angin segar kepada musuh dalam menjalankan agenda besar mereka tuk menghancurkan agama Allah ini. Dan terjadilah apa yang dikhawatirkan oleh Rasulullah atas ummatnya. Yakni meski jumlah mereka banyak, tetapi musuh tetap mampu mengalahkan mereka karena mental buruk yang mereka miliki.

BACA JUGA  Memburu Kader "Radikal", Surat Terbuka untuk Menag

Menengok sejarah masa lalu

Sebuah kisah yang memberikan gambaran akhir dari kejayaan Granada. Berawal dari raja Ferdinand mengutus mata-mata untuk mengetahui kondisi kerajaan Islam Granada di Andalusia. Mata-mata itu mendapati seorang anak kecil menangis yang kemudian menanyakan sebab tangisnya. Anak itu menjawab kalau sebab tangisnya karena anak panahnya tidak tepat mengenai sasaran.

Mata-mata itu pun merekomendasikan supaya kerajaan tidak menyerang Granada di waktu itu. Karena mereka senantiasa bersiap diri. Bahkan anak-anak kecil mereka. Setelah berlalu bertahun-tahun, mata-mata itu kembali mengintai keadaan ummat Islam. Dan ia bertemu dengan seorang tua yang menangis dan menanyakan sebabnya. Oran tua itu menjawab kalau dia menangis karena ditinggalkan oleh kekasihnya.

Akhirnya, mata-mata tersebut merekomendasikan kepada Raja Ferdinand dan menyerukan, “sekaranglah saatnya kalian melakukan penyerangan. Hal-hal duniawi yang remeh telah membuat kaum muslimin sibuk. Mental mereka saat ini bukan mental yang siap untuk menghadapi penyerangan musuh-musuhnya.”

Akhirnya kaum muslimin Granada menerima serangan dan baru terbangun dari kelalaian mereka oleh pekik suara dan derap langkah tentara Ferdinand yang sudah memenuhi seluruh sisi Granada. Mereka digempur dengan kondisi mental yang memperihatinkan. Jangankan untuk menang, untuk melawan dan merugikan musuh pun mereka tak sanggup.

Mencari jalan keluar

Imam Malik bin Anas telah memberi pesan kepada orang-orang setelahnya,“Tidak akan baik urusan ummat ini kecuali mereka menempuh jalan yang sudah ditempuh oleh para pendahulu mereka.

Seorang muslim, manakala mengetahui cita-cita agung yang dimilikinya, niscaya akan jelas langkahnya. Sehingga tatkala mereka mengharapkan Islam untuk kembali berjaya, mereka akan menyiapkannya. Saat mereka menyadari merekalah yang kelak akan memimpin kejayaan Islam, mereka mengusahakannya. Tidak hanya duduk manis mengikuti trend masa kini yang menggerus semangat perjuangannya. Hanya menjadi pemuda rumahan tanpa berbuat hal yang berarti. Sifatnya tak ubahnya seperti anak putri yang berada dalam pingitan.

BACA JUGA  Kontroversi Sertifikasi Da’i

Sepertinya, pemuda muslim harus kembali melihat para teladan mereka bagaimana ketika mereka berjalan di atas jalan pengembalian kemuliaan agama ini. Teladan yang mengabdikan diri sepenuh hati untuk kejayaan Islam. Jika dibawa ke konteks hari ini, bermakna pemuda muslim tidak menghabiskan jatah umurnya hanya dengan hal-hal sepele yang tidak bermanfaat; baik untuk urusan dunianya apatah lagi untuk urusan akhiratnya. Tidak menghabiskan waktu hanya untuk mengejar trend kekinian, tongkrongan-tongkrongan yang tidak berguna, tontonan-tontonan film yang sama sekali tidak bemutu, dan lain sebagainya.

Lihatlah Umar bin Abdul Aziz, dari kecilnya sudah berusaha menghafal Al-Qur’an, yang kemudian dia lanjutkan dengan mempelajari berbagai disiplin ilmu. Tak heran jika di kemudian hari beliau dikenal dengan kehebatannya ketika memimpin. Atau contoh lain seperti Ar-Rabi’ bin Khutsaim, seorang tabi’in yang ahli zuhud. Lisannya senantiasa ia jaga dari ketergelinciran, jiwanya pemberani, dan mengisi harinya dengan warisan para Nabi. Semua itu merupakan isyarat jika manusia-manusia pilihan yang pernah hidup di zaman sebelum kita adalah mereka yang senantiasa bermakna waktu dan aktifitasnya.

Mereka yang dalam perjalanan hidupnya hanya beribadah dan bukan sebaliknya, menjauhkan diri dari kebersamaan dengan Allah. Karena kemenangan ialah tatkala kita menjadikan Allah berada dalam setiap nafas ibadah kita, dan di setiap langkah usaha kita. Lihatlah bagaimana para pendahulu kita menggunakan setiap inci dari waktu mereka. Yang benar-benar menjadikan mereka mampu meraih kepantasan kepemimpinan di dunia ini.


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

BNPB: Listrik di Sulawesi Tengah Pulih 75%

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan H+8 gempa dan tsunami Sulteng terus mengalami perkembangan.

Sabtu, 06/10/2018 18:10 0

Indonesia

Kabar Mayat Belum Dikubur Pasca Bencana Sulteng, Ini Kata Wiranto

hari keenam dan ketujuh, progress penanganan telah sampai pada pemakaman korban meninggal.

Sabtu, 06/10/2018 17:46 0

Indonesia

Keran Bantuan Asing Dibuka, Sumbangan Rp220 Miliar Akan Mengalir Ke Sulteng

Sebanyak 25 negara dan 4 organisasi internasional siap memberikan bantuannya ke wilayah terdampak gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah

Sabtu, 06/10/2018 17:11 0

Indonesia

MUKISI Targetkan 50 RS Syariah Berdiri di Akhir Tahun 2018

Asosiasi Rumah Sakit (RS) Islam se-Indonesia yang menamakan Majelis Syuro Upaya Kesehatan Islami (MUKISI) yang berusaha keras mewujudkan pelayanan kesehatan berbasis syariah.

Sabtu, 06/10/2018 17:07 0

News

Karakter Pemuda Islam Sebagai Modal Kepemimpinan

Pemuda memiliki andil besar dalam sejarah kebangkitan bangsa. Maju mundurnya bangsa tergantung pada kondisi para pemudanya.

Sabtu, 06/10/2018 17:06 0

Indonesia

Ratusan Anak Yatim Piatu Diberi Santunan di Acara YIFest

Dimodali lebih dari 30 donatur, YiFest menyantuni 100 anak yatim piatu Jakarta.

Sabtu, 06/10/2018 16:46 0

Afrika

AQIM Tunisia Bertanggung Jawab Serang Patroli Tentara di Chaambi

AQIM Bertanggung Jawab Serang Patroli Tentara Tunisia di Chaambi

Sabtu, 06/10/2018 16:32 0

Indonesia

INDEF: Defisit Kembar Jadi Faktor Fundamental Pelemahan Rupiah

"Neraca perdangangan kita defisit, juga neraca pembiayaan pemerintah juga mengalami defisit"

Sabtu, 06/10/2018 14:35 0

Info Event

Ayo Ikutan!!! Dauroh Kader Bersama Mahasiswa Pencinta Islam Jakarta

Mahasiswa Pencinta Islam (MPI) adalah organisasi dakwah dan pergerakan mahasiswa yang didirikan dalam rangka berpartisipasi dalam upaya penegakan Islam bersama elemen umat lainnya, sesuai kompetensi mahasiswa. 

Sabtu, 06/10/2018 14:17 0

Indonesia

Youth Islamic Festival 2018 Resmi Dibuka

Youth Islamic Festival 2018 berlangsung di Masjid Istiqlal Jakarta pada 6-7 Oktober 2018

Sabtu, 06/10/2018 13:45 0

Close