... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Ratna Sarumpaet, Operasi Plastik atau Operasi Intelijen?

Foto: Ratna Sarumpaet, Operasi Plastik atau Operasi Intelijen?

Oleh: Fajar Shadiq, jurnalis Kiblat.net

 

Manusia tak pernah berbohong begitu besar kecuali setelah berburu, selama masa perang atau sebelum masa pemilu (Otto von Bismarck).

KIBLAT.NETDunia ini adalah panggung sandiwara. Istilah itu mungkin dikenal publik Indonesia lewat suara emas Nike Ardilla atau Ahmad Albar dari grup musik Godbless. Namun, sejatinya istilah itu lebih dahulu dikenalkan oleh sosiolog Kanada, Erving Goffman.

Goffman mengemukakan teori tentang dramaturgi. Menurutnya, manusia menyajikan sandiwara kehidupannya masing-masing. Bukan sebuah kebetulan jika kali ini, masyarakat di Tanah Air sedang sibuk menerka-nerka.

Sandiwara macam apa yang tengah dimainkan oleh Ratna Sarumpaet?

Lakon ini bermula dari informasi yang beredar di media sosial. Sejumlah tokoh oposisi seperti Dahnil Anzar Simanjuntak, Fachri Hamzah, Fadli Zon, Rachel Maryam dan barisan utama pendukung Prabowo Subianto pada 1 Oktober 2018 mengaku menerima foto Ratna dalam keadan lebam. Ratna Sarumpaet berkisah dirinya dikeroyok sejumlah orang.

Cerita pengeroyokan itu disertai dengan kronologis tanggal dan tempat kejadian. Menurut laporan Ratna, pengeroyokan itu terjadi di kisaran wilayah Cimahi, Bandung pada tanggal 21 September 2018. Bahkan, Ratna melengkapi drama pengeroyokan itu dengan narasi yang amat detail dan memukau. Ada unsur orang asing, sopir taksi hingga pengobatan di klinik.

Calon presiden Prabowo Subianto saat menjenguk Ratna Sarumpaet.

Tak menunggu waktu lama, tanggal 2 Oktober 2018, Capres Prabowo Subianto memutuskan untuk menjenguk Ratna Sarumpaet. Ia bahkan mengundang wartawan hadir dalam konferensi pers. Intinya, ia hendak menyampaikan rasa prihatin dan kecewa atas dugaan penganiayaan itu. Prabowo bahkan berniat akan mendatangi Kapolri Tito Karnavian untuk membicarakan kasus ini.

BACA JUGA  Tekor BPJS Kesehatan, Defisit Terencana atau Manajemen Buruk?

Hingga pada babak ini, Ratna Sarumpaet tampak melakukan lakonnya dengan apik. Kubu Prabowo memanfaatkan isu penganiayaan ini untuk dieksploitasi di media sosial. Ramai-ramai publik diajak untuk menyerang pemerintah. Pasalnya, Ratna Sarumpaet dianggap satu barisan. Sejak lama ia dikenal sebagai aktivis oposan. Ia pernah terlibat dalam demonstrasi anti pemerintah. Sesekali, juga terlihat pernah bersama barisan habaib dalam aksi 212.

Hingga pada babak ini pula, para pengamat intelijen manapun bisa terkecoh. Menurut teori guru besar ilmu intelijen, Sherman Kent, dalam membaca intelijen sebagai sebuah kegiatan ada yang disebut Positif Clandestine Intelligence (PCI). Intelijen Indonesia menyebutnya dengan istilah girah. Singkatan dari kegiatan rahasia. Aktivitas PCI ini ada banyak macamnya: dari mulai sabotase, subversi, provokasi, propaganda hingga kegiatan teror.

Jika kembali kepada ingatan masa lalu. Tak perlu jauh-jauh, kita tarik hingga April 2017 saja misalnya. Memori kita akan mengingat lagi serangan teror terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan. Publik terpantik, jangan-jangan ini Novel Jilid II? Jika kita tarik lagi pada kejadian Juli 2018, jejak digital akan banyak bercerita pada kita soal terbakarnya mobil aktivis #2019GantiPresiden, Neno Warisman. Meski, Neno secara terbuka mengatakan kejadian itu belum tentu ada kaitannya dengan isu politik. Tapi publik punya persepsi masing-masing.

Serangan teror, tindakan sabotase, maupun propaganda palsu seperti munculnya situs skandalsandiaga.com tentu tak bisa dilepaskan dari kegiatan intelijen. Yang sulit bagi masyarakat awam adalah menerka siapa pelakunya. Apakah itu kerjaan intelijen asing, intelijen negara atau agen bayaran? Namun demikian, dari sejumlah kasus tersebut, ada satu benang merah yang bisa kita tarik. Pekerjaan Novel, Neno, Sandiaga dan Ratna mengusik status quo.

Kembali ke kasus Ratna, ada hal yang tak kalah menarik untuk diamati. Dalam babak selanjutnya, muncul aktor lain yang kali ini berperan sebagai pahlawan tepat waktu. Tak lain dan tak bukan adalah Polisi Republik Indonesia (Polri). Kali ini, polisi seolah ingin menghapus persepsi masyarakat bahwa polisi Indonesia sama dengan adegan polisi India di film Bollywood. Polisi yang baru datang setelah kejadiannya selesai. Kali ini, polisi bertindak cepat. Hanya dalam semalam, keluarlah laporan penyidikan Polda Metro Jaya.

Laporan penyelidikan Polda Metro Jaya terkait viralnya berita pengeroyokan Ratna Sarumpaet.

Pada tanggal 3 Oktober 2018, di grup-grup WA berseliweran file pdf berjudul “Laporan Hasil Penyidikan Viralnya Berita Pengeroyokan Ratna Sarumpaet”. Isinya, sungguh mencengangkan. Dalam semalam, Polisi telah berhasil mewawancarai sejumlah saksi di bandara Husein Satranegara, di RS Khusus Bedah Bina Estetika Jakarta dan melakukan pengecekan di 23 RS di wilayah Bandung. Polisi juga telah mengantongi rekaman CCTV, hasil penjejakan melalui sinyal handphone dan bukti perpindahan uang di rekening putra Ratna Sarumpaet.

BACA JUGA  Tiga Pelajaran Dari Bencana Alam

Jika boleh berandai-andai. Seandainya performa seperti ini ditunjukkan pula pada penyelidikan kasus Novel Baswedan, berapapun nilai anggaran yang diminta Polri ke DPR, patutlah diloloskan. Uniknya lagi, cepatnya pemrosesan itu bukan terbatas pada pencarian alat buktinya saja. Tapi juga kerangka hukum dan analisis yuridis yang telah dilakukan oleh Polda Metro Jaya.

Baca halaman selanjutnya: Dalam laporan itu pula, polisi...

Halaman Selanjutnya 1 2
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

15 comments on “Ratna Sarumpaet, Operasi Plastik atau Operasi Intelijen?”

  1. Dedi Supriadi Mihardja

    Kasus ini mrpk drama menjijikan dr seorang RS, publik tdk tahu apa yg sebenarnya terjadi .. yg beredar adalah isu2 yg menjadi tdk jelas antara pro dan kontra thdp kebenaran kejadian ini, skenario apa yg sdg di mainkan oleh RS dan apa tujuannya pastinya akn berdampak pada situasi perpolitikan DN, scr dia adalah seorang Timses Nasional Prabowo-Sandi.
    Banyak yg di RUGIKAN, merasa terfitnah, terbully bahkan bisa jadi menjadi TERGUGAT dgn kasus ini,
    Org2/Instansi2 yg diaebutkan di skenario ini oleh RS, warga Bandung dan Cimahi mjd terfitnah, Bandara Husein, Taksi bahkan Polisi Bandung/Jabar dan terlebih terpukul adalah kubu Prabowo-Sandi yg dianggap menyebarkan berita HOAX.
    Kondisi ini akan menjadi bahan baku yg asyik utk di goreng2 jelang Pilpres 2019 oleh kubu Rival ato orang2 yg punyq kepentingan scr politik … kisruh
    Mnrt pandangan saya yg awam, Semua berpulang pada kejujuran dan kebersihan hati seorang RS, Orang sekaliber RS, seorang aktivis kemanusiaan bercerita bohong … Hilang sudah kepercayaan publik kpd dia, omongan dia slm ini di berbagai event NOTHING, NOL BESAR …
    Jadi kesimpulannya, kalaulah polisi mau memperkarakan terkait dgn UU Hoax dan kebohongan publik sdh jelas RSlah orangnya yg hrs jadi TERSANGKA, tidak ada orang lain
    Clear sudah masalah, trims

  2. Irma

    Artikel yg bagus dan berbobot. Membuat wawasan lebih luas. Trm kasih

  3. Agus sutiasmo

    Mengapa utk Novel Baswedan tdk cepat seperti RS ya?

  4. MAsyahab

    Menurut sy jg demikian, yg perlu dipertanyakan RS ini sedang berdiri dipihak mana? Memang sulit tapi perlahan pasti terbongkar,
    No 2 blunder sehari sebelum RS jumpa pers, itu juga perlu menjadi tanda tanya besar,
    Permainan RS ini indah sekali dan sangat cerdas,

  5. Sadirun

    Analisa ini menunjukkan Pendukung PS dan direct menyerang Pemerintah. Sebaliknya saya berpendapat ini drama ketiga yg berhasil cepat dibongkar Polri. Drama pertama bom ngelotok di pohon pekarangan rumah Mardani Ali Sera. Drama kedua terbakarnya aki mobil Neno. Drama ketiga seperti diungkap oleh Irma Chaniago di acara Dua Sisi TV One 3 Okt 2018 tentang kebohongan RS merupakan Persekongkolan Keji Oposisi yg bertujuan memantik konflik horizontal antar pendukung 01 dan 02. Persekongkolan ini sangat-sangat berbahaya. Kami bersyukur aksi jahat dan keji itu cepat dan harus segera dibongkar Polri karena berpotensi menumpahkan darah dua kubu. Kalau saya teliti kayaknya ketiga drama itu memang dirancang dan dilancarkan oleh ide dari Konsultan Asing yg disewa oleh PS. Kita tunggu drama selanjutnya dan semoga Polri tetap sigap membongkar niat-niat keji yg mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.

  6. Wang

    Bila pihak Kepolisian dalam waktu 1 Hari setengah bisa mengungkap kasus ini, maka bagaimana dengan kasus Deni Siregar yg merekayasa suara kalimat Tauhid yg sakral bagi Ummat Islam dalam video pengeroyokan fans Persija? Sudah 2 minggu lebih namun tetap tidak ada kejelasannya?

  7. ustadz_anons

    Selalu teringat pesan ‘ayah/guru’ sy M. Natsir alm.A.Y.(Perdana Menteri Pertama RI. “Orang Bijak adalah orang yg mampu melihat Gelombang Besar dibawah permukaan Air yg Tenang”. Semoga PADI kembali menjadi orang Bijak…..

  8. Jokobodo baring

    Kasihan Ratna Sarumpaet dibuang oleh oposisi gara2 dikira inteligen. Demi menyelamatkan capres terpaksa dia dihianati dan disebut sebagai mata2

  9. Jokobodo baring

    Cari kesalahan lagi, inteligen disalahkan lagi. Hati2 menyebut inteligen itu berarti sdh menyebut bin,.

  10. Azat

    Sudah di siapkn denganatang untuk mengjancurkn oposisi

  11. Hamba Allah

    Yg ngelapor siapa? Yg minta di interogerasi siapa? Yg mendesak polisi turun utk menyelidiki kasus nya siapa? Giliran diselidiki dgn cepat. Malah ngaku nya negara melakukan operasi intelijen. Sehat bro?

  12. Netral

    Dagelan dari kubu yang sdh panik akibat kalah elektebilitasnya…..

  13. Embuh

    Wkwkwk.. pernyataan yg tidak logis, membenarkan argumen sendiri

  14. Ninja warior prabowo

    Iyaa lah dalam sehari udah kelar penyelidikan, orang semuanya udah disusun rencananya , dan jalan ceritanya , yaa seperti pemain sinetron ,ada sutradara, ada actor pemeran, cuma sutradaranya siapa? Hayoo ngaku

  15. Prio

    Dari awal kejadian,, aku udah gak simpatik banget sm nenek ini ,,
    Eeeeh,, gk tau nya beneran,, perasaan suuzon ku ke dia ternyata benar terbukti,, kasihan temen 2 nya yg di tipu,,,,, kecolongan kena tipu nenek tua,

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Afghanistan

Taliban Tegaskan Lawan AS dan ISIS di Afghanistan

Zabihullah curiga bahwa Amerika Serikat bekerja sama dengan ISIS.

Rabu, 03/10/2018 19:43 0

Video News

Kiblat Review: Asyura & Syiah di Indonesia

KIBLAT.NET- Hari Asyura adalah hari kesepuluh Muharram dalam penanggalan Hijriah. Kaum Muslimin disunahkan puasa sebagai...

Rabu, 03/10/2018 17:24 0

Indonesia

Badan Geologi Kementrian ESDM Dalami Peristiwa Likuifaksi di Palu

Badan Geologi Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral, telah mengirim tim pemetaan khusus ke wilayah bencana di Sulawesi tengah.

Rabu, 03/10/2018 15:38 0

Indonesia

Kemensos Klaim Habiskan 70 Milyar untuk Logistik Korban Bencana Sulteng

ementerian Sosial (Kemensos) berupaya memenuhi kebutuhan dan pelayanan dasar bagi para pengungsi yang terdampak gempa di wilayah Sulawesi Tengah

Rabu, 03/10/2018 14:00 0

Indonesia

Sistem Telekomunikasi di Sulawesi Tengah Pulih 49%

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama para operator sudah memulihkan 49% sistem telekomunikasi di wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng).

Rabu, 03/10/2018 13:22 0

Indonesia

Polri Kirim Ribuan Personel ke Lokasi Bencana Sulteng

Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan bahwa ada 2.430 personel polri yang siap diterjunkan ke lokasi bencana bencana Sulawesi Tengah (Sulsel).

Rabu, 03/10/2018 13:03 0

Indonesia

Keluarga Korban Jiwa Gempa Sulteng Akan Dapat Santunan Rp15 Juta

KIBLAT.NET, Jakarta – Proses identifikasi korban jiwa menjadi proses penting dalam penanggulangan bencana gempa di...

Rabu, 03/10/2018 12:59 0

Indonesia

Sebut Relawan FPI ke Sulteng Hoaks, Kemkominfo Dianggap Lakukan Distorsi Informasi

KH. Ahmad Sobri Lubis menegaskan bahwa pembelokan informasi yang dilakukan oleh Kemkominfo.

Rabu, 03/10/2018 12:34 0

Indonesia

Tangan Kosong, Cerita Relawan Onecare Evakuasi Jenazah

Terdapat 142 mayat korban gempa Palu yang berhasil dievakuasi yang dilakukan di pegudangan Mamburo ke Talise.

Rabu, 03/10/2018 11:40 0

Indonesia

Gunung Soputan di Sulawesi Utara Meletus, BNPB Umumkan Status Siaga

Gunung Soputan di Sulawesi Utara Meletus, BNPB Umumkan Status Siaga

Rabu, 03/10/2018 10:20 0

Close