... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pemerintah Belum Maksimal Tangani Korban Gempa di Donggala

Foto: Reruntuhan bangunan di Donggala akibat gempa

KIBLAT.NET, Palu – Puing-puing bangunan dan sejumlah alat transportasi masih terlihat berserakan tanpa penanganan maksimal. Beginilah kondisi Donggala, salah satu wilayah Sulawesi Tengah terdampak gempa dan tsunami.

Donggala juga menjadi “jalur hantu” bagi mereka yang ingin menyalurkan bantuan dan logistik dari Mamuju ke Palu. Hal ini karena warga tak jarang menyetop truk dan mobil bantuan, lalu mengambil muatan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.

“Kami ambil, kalau tidak kami tidak dapat (bantuan),” ujar salah seorang warga yang ikut berkerumun di pinggir jalan.

Kendati demikian, mereka mengaku bantuan yang paling dibutuhkan adalah tenda untuk menginap, selain makanan dan minuman. “Kami butuh tenda untuk menginap di atas bukit,” lanjutnya.

Pantauan Kiblat.net ketika melewati jalur ini, sebagian warga mendirikan tenda menggunakan terpal, meski ada juga yang menegakkan tenda lipat sendiri. Belum terlihat bantuan pemerintah yang signifikan di daerah ini.

Sementara Kepala BNPB Willem Rampangilei mengakui bahwa bantuan ke Donggala belum maksimal. Dia beralasan hal itu terkendala sumber daya terbatas.

“Dung, (bencana) besar. Ketersediaan sumber daya tidak ada sementara kebutuhan sumber daya besar, material maupun personel,” ujar Willem di halaman Korem Tadulako, Palu, Selasa (02/10/2018).

Namun, ia mengklaim bahwa personel dari Babinsa dan Dandim dll pada hari ketiga bencana telah membntu di sana. Willem juga mengatakan bahwa pihaknya akan menerjunkan tim secara totalitas pada Rabu (03/10/2018).

BACA JUGA  Global Wakaf-ACT Hadirkan Program Lumbung Ternak Wakaf di Tasimalaya

Reporter: Bashirudin
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Info Event

Youth Islamic Festival Segera Digelar di Masjid Istiqlal

Youth Islamic Festival Segera Digelar di Masjid Istiqlal

Kamis, 04/10/2018 14:29 0

Artikel

Kisah Bung Karno Tertipu Raja Idrus dan Ratu Markonah

Ratu Markonah dan Raja Idroes berdandan sangat mewah dan berpenampilan sangat meyakinkan. Ratu Markonah mengenakan kaca mata hitam yang tak pernah dilepasnya. Konon kaca mata ini untuk menutupi luka pada salah satu bola matanya.

Kamis, 04/10/2018 12:34 0

Konsultasi

Begini Pandangan Ulama Tentang Operasi Plastik

Bagaimana hukumnya bila ada seseorang yang ingin mempercantik diri atau biar terlihat lebih muda, lalu dia melakukan perasi plastik, apakah hal itu dibenarkan dalam syariat islam?

Kamis, 04/10/2018 10:00 0

Suriah

Lagi, Konvoi Puluhan Kendaraan Militer Turki Masuki Idlib

Konvoi itu berjumlah 40 kendaraan lebih.

Kamis, 04/10/2018 09:09 0

Afrika

Perbatasan Kenya Jadi Arena Serangan Al-Shabaab Somalia

Kenya menjadi sasaran serangan sengit Al-Shabaab sejak Negara itu turut menerjunkan pasukan di barisan militer Uni Afrika di Somalia

Kamis, 04/10/2018 08:34 0

Palestina

Sejak 30 Maret, Total Korban Tembak Mati Israel Capai 180 Jiwa

Sejak aksi The Great March of Return dicetuskan warga Palestina pada 30 Maret lalu, tentara Israel telah menewaskan 180 jiwa.

Kamis, 04/10/2018 08:00 0

Myanmar

India Serahkan Tujuh Pengungsi Rohingya ke Pemerintah Myanmar

"Pemerintah India dan Myanmar telah menyelesaikan prosedur-prosedur deportasi dan akan dilaksanakan Kamis," katanya.

Kamis, 04/10/2018 07:14 0

Arab Saudi

Syaikh Salman Al-Audah Hadapi Sidang Kedua

Akun aktivis pemantau penangkapan ulama dan aktivis Saudi, Muktaqaly Rakyi, mengatakan bahwa Salman Al-Audah hari ini kembali dihadapkan di persidangan “terorisme” di ibukota Riyadh. Persidangan itu berlangsung singkat.

Kamis, 04/10/2018 06:32 0

Analisis

Ratna Sarumpaet, Operasi Plastik atau Operasi Intelijen?

Hingga pada babak ini, Ratna Sarumpaet tampak melakukan lakonnya dengan apik. Kubu Prabowo memanfaatkan isu penganiayaan ini untuk dieksploitasi di media sosial. Ramai-ramai publik diajak untuk menyerang pemerintah.

Kamis, 04/10/2018 03:06 15

Artikel

Kebohongan dalam Pusaran Politik

Tak perlu canggih, kebohongan kadang dalam bentuknya yang dangkal. Presiden Soekarno misalnya, pernah terperdaya oleh dua orang rakyat jelata.

Kamis, 04/10/2018 00:24 0

Close