... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Suara Pembaca

Begini Pandangan Ulama Tentang Operasi Plastik

Foto: ilustrasi

KIBLAT.NET – Bagaimana hukumnya bila ada seseorang yang ingin mempercantik diri atau biar terlihat lebih muda, lalu dia melakukan perasi plastik, apakah hal itu dibenarkan dalam syariat islam?

Menjawab pertanyaan seperti ini, Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid, memberi jawaban dengan merinci permasalahan ini sebagai berikut:

Para ahli medis mendefinisikan operasi plastik sebagai operasi yang dilakukan untuk mempercantik bentuk dan rupa bagian-bagian tubuh lahiriyah seseorang. Terkadang dilakukan atas dasar kemauan yang bersangkutan, terkadang juga dilakukan karena alasan darurat (terpaksa).

Operasi plastik yang dilakukan karena darurat atau semi darurat adalah operasi yang terpaksa dilakukan, seperti menghilangkan cacat, menambah atau mengurangi organ tubuh tertentu yang rusak dan jelek. Melihat pengaruh dan hasilnya, operasi tersebut sekaligus memperindah bentuk dan rupa tubuh.

Cacat ada dua jenis: pertama, Cacat yang merupakan pembawaan dari lahir. Misalnya, bibir sumbing, bentuk jari-jemari yang bengkok dan lain-lain.  Kedua, Cacat yang timbul akibat sakit yang diderita. Contohnya cacat yang timbul akibat penyakit kusta (lepra), akibat kecelakaan dan luka bakar serta lain sebagainya.

Sudah barang tentu cacat tersebut sangat mengganggu penderita secara fisik maupun psikis. Dalam kondisi demikian syariat membolehkan si penderita menghilangkan cacat, memperbaiki atau mengurangi gangguan akibat cacat tersebut melalui operasi. Sebab cacat tersebut mengganggu si penderita secara fisik maupun psikis sehingga ia boleh mengambil dispensasi melakukan operasi. Dan juga karena hal itu sangat dibutuhkan si penderita. Kebutuhan mendesak kadangkala termasuk darurat sebagai salah satu alasan keluarnya dispensasi hukum. Setiap operasi yang tergolong sebagai operasi plastik yang memang dibutuhkan guna menghilangkan gangguan, hukumnya boleh dilakukan dan tidak termasuk merubah ciptaan Allah.

Pendapat ini dikemukan oleh Syaikh berdasarkan penjelasan Imam An-Nawawi ketika membedakan antara operasi plastik yang dibolehkan dan yang diharamkan. Penjelasa ini terpaku pada hadits Rasulullah SAW yang berbunyi:

 لَعَنَ اللَّهُ الْوَاشِمَاتِ وَالْمُسْتَوْشِمَاتِ وَالنَّامِصَاتِ وَالْمُتَنَمِّصَاتِ وَالْمُتَفَلِّجَاتِ لِلْحُسْنِ الْمُغَيِّرَاتِ خَلْقَ اللَّهِ

“Allah melaknat wanita-wanita yang mentato dan yang meminta untuk ditatokan, yang mencukur (menipiskan) alis dan yang meminta dicukur, yang mengikir gigi supaya kelihatan cantik dan merubah ciptaan Allah.” (H.R Muslim)

Imam An-Nawawi menjelaskan, “AlWasyimah” adalah wanita yang mentato. Yaitu melukis punggung telapak tangan, pergelangan tangan, bibir atau anggota tubuh lainnya dengan jarum atau sejenisnya hingga mengeluarkan darah lalu dibubuhi dengan tinta untuk diwarnai. Perbuatan tersebut haram hukumnya bagi yang mentato ataupun yang minta ditato. Sementara ‘an-naamishah’ adalah wanita yang menghilangkan atau mencukur bulu wajah.

Sedangkan ‘almutanammishah’ adalah wanita yang meminta dicukurkan alisnya. Perbuatan ini juga haram hukumnya, kecuali jika tumbuh jenggot atau kumis pada wajah wanita tersebut, dalam kasus ini ia boleh mencukurnya. Sementara ‘almutafallijat’ adalah wanita yang menjarangkan giginya, biasa dilakukan oleh wanita-wanita tua atau dewasa supaya kelihatan muda dan lebih indah. Karena jarak renggang antara gigi-gigi tersebut biasa terdapat pada gadis-gadis kecil. Apabila seorang wanita sudah beranjak tua giginya akan membesar, sehingga ia menggunakan kikir untuk mengecilkan bentuk giginya supaya lebih indah dan agar kelihatan masih muda.

Perbuatan tersebut jelas haram hukumnya baik yang mengikir ataupun yang dikikirkan giginya berdasarkan hadits tersebut di atas. Dan tindakan itu juga termasuk merubah ciptaan Allah, pemalsuan dan penipuan. Adapun sabda Nabi, “Yang mengikir giginya supaya kelihatan cantik” maknanya adalah yang melakukan hal itu untuk mempercantik diri. Sabda nabi tersebut secara implisit menunjukkan bahwa yang diharamkan adalah yang meminta hal itu dilakukan atas dirinya dengan tujuan untuk mempercantik diri. Adapun bila hal itu perlu dilakukan untuk tujuan pengobatan atau karena cacat pada gigi atau sejenisnya maka hal itu dibolehkan, wallahu a’lam! (Syarh Shahih Muslim karangan Imam An-Nawawi XIII/107).

Suatu permasalahan yang perlu diperhatikan di sini ialah para ahli medis operasi plastik tersebut biasanya tidak membedakan antara kebutuhan yang menimbulkan bahaya dengan kebutuhan yang tidak menimbulkan bahaya. Yang menjadi interest mereka hanyalah mencari keuntungan materi, dan memberi kepuasan kepada pasien dan pengikut hawa nafsu, materialis dan penyeru kebebasan.

Mereka beranggapan setiap orang bebas melakukan apa saja terhadap tubuhnya sendiri. Ini jelas sebuah penyimpangan. Karena pada hakikatnya jasad ini adalah milik Allah, Dia-lah yang menetapkan ketentuan-ketentuan berkenaan dengannya sekehendak-Nya. Allah telah menjelaskan kepada kita metoda-metoda yang telah diikrarkan Iblis untuk menyesatkan bani Adam, di antaranya adalah firman Allah:

وَلَآمُرَنَّهُمْ فَلَيُغَيِّرُنَّ خَلْقَ اللَّهِ

“Dan aku akan suruh mereka (merubah ciptaan Allah), lalu mereka benar-benar merubahnya.” (QS. An-Nisa: 119)

Ada beberapa pelaksanaan operasi plastik yang diharamkan karena tidak memenuhi ketentuan-ketentuan dispensasi syar’i yang disepakati dan karena termasuk mempermainkan ciptaan Allah serta hanya bertujuan mencari keindahan dan kecantikan semata, misalnya memperindah payudara dengan mengecilkan atau membesarkannya atau operasi untuk menghilangkan kesan ketuaan, misalnya mengeritingkan rambut atau sejenisnya. Dalam hal ini syariat tidak membolehkannya. Karena tidak ada kebutuhan yang darurat untuk melakukan hal itu.

Hal itu dilakukan semata-mata untuk merubah dan mempermainkan ciptaan Allah sesuai dengan hawa nafsu dan syahwat manusia. Hal itu jelas haram dan terlaknat pelakunya. Dan juga karena termasuk dalam dua perkara yang disebutkan dalam hadits di atas, yaitu hanya ingin mempercantik diri dan merubah ciptaan Allah. Ditambah lagi operasi plastik semacam itu banyak mengandung unsur penipuan dan pemalsuan. Demikian pula injeksi dengan zat-zat yang diambil secara haram dari janin yang gugur, yang mana perbuatan tersebut merupakan kejahatan serius, dan efek samping serta mudharat lainnya yang timbul akibat operasi plastik sebagaimana dijelaskan oleh pakar-pakar kedokteran. (Baca: Ahkamul Jirahah, Karya Dr. Muhammad Muhammad Al-Mukhtar Asy-Syinqiithi).

Berdasarkan uraian di atas dapat kita simpulkan bahwa operasi palstik yang dilakukan karena alasan darurat, seperti karena kecelakaan, diperbolehkan sedangkan operasi plastik yang dilakukan untuk mempercantik diri atau biar terlihat lebih muda jelas tidak diperbolehkan. Haram hukumnya bagi umat islam melakukannya. Wallahu a’lam bis shawab!

 

Fakhruddin

Sumber: Islamqa.info

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Lagi, Konvoi Puluhan Kendaraan Militer Turki Masuki Idlib

Konvoi itu berjumlah 40 kendaraan lebih.

Kamis, 04/10/2018 09:09 0

Afrika

Perbatasan Kenya Jadi Arena Serangan Al-Shabaab Somalia

Kenya menjadi sasaran serangan sengit Al-Shabaab sejak Negara itu turut menerjunkan pasukan di barisan militer Uni Afrika di Somalia

Kamis, 04/10/2018 08:34 0

Palestina

Sejak 30 Maret, Total Korban Tembak Mati Israel Capai 180 Jiwa

Sejak aksi The Great March of Return dicetuskan warga Palestina pada 30 Maret lalu, tentara Israel telah menewaskan 180 jiwa.

Kamis, 04/10/2018 08:00 0

Myanmar

India Serahkan Tujuh Pengungsi Rohingya ke Pemerintah Myanmar

"Pemerintah India dan Myanmar telah menyelesaikan prosedur-prosedur deportasi dan akan dilaksanakan Kamis," katanya.

Kamis, 04/10/2018 07:14 0

Arab Saudi

Syaikh Salman Al-Audah Hadapi Sidang Kedua

Akun aktivis pemantau penangkapan ulama dan aktivis Saudi, Muktaqaly Rakyi, mengatakan bahwa Salman Al-Audah hari ini kembali dihadapkan di persidangan “terorisme” di ibukota Riyadh. Persidangan itu berlangsung singkat.

Kamis, 04/10/2018 06:32 0

Analisis

Ratna Sarumpaet, Operasi Plastik atau Operasi Intelijen?

Hingga pada babak ini, Ratna Sarumpaet tampak melakukan lakonnya dengan apik. Kubu Prabowo memanfaatkan isu penganiayaan ini untuk dieksploitasi di media sosial. Ramai-ramai publik diajak untuk menyerang pemerintah.

Kamis, 04/10/2018 03:06 15

Artikel

Kebohongan dalam Pusaran Politik

Tak perlu canggih, kebohongan kadang dalam bentuknya yang dangkal. Presiden Soekarno misalnya, pernah terperdaya oleh dua orang rakyat jelata.

Kamis, 04/10/2018 00:24 0

Afghanistan

Taliban Tegaskan Lawan AS dan ISIS di Afghanistan

Zabihullah curiga bahwa Amerika Serikat bekerja sama dengan ISIS.

Rabu, 03/10/2018 19:43 0

Video News

Kiblat Review: Asyura & Syiah di Indonesia

KIBLAT.NET- Hari Asyura adalah hari kesepuluh Muharram dalam penanggalan Hijriah. Kaum Muslimin disunahkan puasa sebagai...

Rabu, 03/10/2018 17:24 0

Indonesia

Badan Geologi Kementrian ESDM Dalami Peristiwa Likuifaksi di Palu

Badan Geologi Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral, telah mengirim tim pemetaan khusus ke wilayah bencana di Sulawesi tengah.

Rabu, 03/10/2018 15:38 0

Close