Keluarga Korban Jiwa Gempa Sulteng Akan Dapat Santunan Rp15 Juta

KIBLAT.NET, Jakarta – Proses identifikasi korban jiwa menjadi proses penting dalam penanggulangan bencana gempa di Sulawesi Tengah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut pihak keluarga korban yang meninggal dunia nantinya akan menerima santunan dari pemerintah.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengatakan penanganan korban jiwa bencana gempa di Sulawesi Tengah terkendala kesulitan dalam proses identifikasi. Menurutnya, proses ini penting lantaran akan digunakan juga sebagai referensi penerima santunan dari pemerintah.

“Data korban jiwa nantinya akan menerima santunan sebesar 15 juta per jiwa yang akan diberikan oleh kementerian sosial kepada ahli waris. Oleh karena itu kita harus tau identitasnya,”ujar Sutopo dalam diskusi Forum Merdeka Barat 9 yang digelar di Gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika, Selasa (02/10/2018).

Sutopo menjelaskan saat ini pelayanan pengungsi masih belum sesuai dengan harapan. Hal ini menurutnya disebabkan karena suplai logistik dan kebutuhan-kebutuhan dasar sempat mengalami hambatan masalah transportasi.

“Kendala jalan rusak, tertutup longsor, bandara juga terbatas kemudian pelabuhan masih dalam perbaikan,”terang Sutopo.

Kendati demikian, sejak Senin lalu BNPB telah membagi-bagikan logistik kepada para pengungsi secara bergilir. Sutopo memaparkan, sebanyak 61.867 jiwa kini berada dalam pengungsian yang tersebar dalam 109 titik. Penghuninya bervariasi, ada titik pengungsian yang hanya berisikan 13 orang dan juga ada titik yang berisikan hingga puluhan ribu orang.

BACA JUGA  Simpatisan Gelar Doa Bersama untuk Keselamatan HRS

Reporter: Qoid
Editor: Imam S.

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat