... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Perjuangan Surantina Melarikan Diri dari Gempa Tsunami Saat Hamil Tua

Foto: Surantina, wanita Palu yang tengah hamil tua, selamat dari gempa setelah berlari sejauh dua kilometer

KIBLAT.NET, Palu – Wajahnya sudah terlihat pasrah. Perutnya yang terus membesar sudah tidak ia hiraukan. Surantina (38) warga Kampung Bamba Kadongo, Kelurahan Panau, Kecamatan Taweli, Kota Palu ini tengah hamil 8 bulan.

Pada Jumat (28/09/2018) sore, seperti biasa ia tengah di rumah bersama anak lelakinya yang berusia 10 bulan, Jestin Rafasya. Sang suami, Jefrie (29) baru saja pulang kerja. Sore itu ia duduk santai di depan rumah yang menghadap ke Pantai Bamba. Mendadak, bumi berguncang hebat. Dinding rumah mereka pun terbelah.

“Saya refleks langsung lari ke luar rumah sambil gendong Jestin di bahu. Saya tak peduli lagi hamil. Yang saya pikirkan bagaimana saya dan anak saya selamat,” tutur Surantina.

Lututnya sempat terantuk batu. Tapi, Surantina tak mau menyerah. Ia berlari sekuat tenaga hingga menjauhi pantai dan mendekati bukit, hingga sekitar dua kilometer jauhnya.

Suaminya, Jefrie, sibuk menyelamatkan ibu dan saudara-saudaranya yang masih di rumah. Alhamdulillah semua anggota keluarga mereka selamat.

“Sekarang tinggal di pengungsian di Desa Anja. Tak terlalu jauh dari sini,” imbuh wanita kelahiran Yogyakarta ini saat menengok ke reruntuhan rumahnya bersama sang suami untuk mencari sesuatu yang masih bisa dimakan.

Dikatakan Surantina, sejak gempa dengan magnitudo 7,4 skala richter yang terjadi pada tiga hari yang lalu, ia kesulitan untuk memperoleh makanan. Tak terasa air mata Surantina mengalir membasahi pipinya saat ditanya apa yang dimakan selama kurang lebih empat hari tinggal di hutan. “Saya makan pisang, kentang, kacang-kacangan buat bertahan hidup sama keluarga. Anak saya kasih air gula,” ujar wanita berkulit sawo matang ini sembari meneteskan air mata.

BACA JUGA  Jadi Tersangka Kasus ITE, Jack Boyd Lapian Tak Ditahan

Pakaian pun, kata Surantina, hanya yang melekat di badan saja. Oleh karena itu, ia heran dengan belum adanya sedikitpun bantuan yang ia terima dari pemerintah. Padahal, rumahnya jelas-jelas hancur. Makanan tidak ada. Minum pun tak lagi dari air bersih. “Kami minum dari air sungai. Kami masak. Airnya kami endapkan,” ujar dia.

Surantina dan suaminya tak pernah menjarah. Ia tak berani sedikitpun untuk menghentikan kendaraan yang membawa bantuan. Menurut Surantina, para pelaku penjarahan justeru diduga didominasi oleh orang luar Palu, yang bukan pengungsi.

“Kami ini masih trauma pak. Mana berani kami berbuat itu (menjarah,red). Kami hanya minta diperhatikan oleh pemerintah, terutama minuman dan makanan. Itu saja,” ungkapnya.

Hal lain yang menjadi beban pikiran Surantina adalah kehamilannya. Memasuki usia 8 bulan, Surantina bingung mengenai persalinannya. Saat diperiksa terakhir satu bulan yang lalu, dokter menyatakan janin dalam kandungannya berada dalam posisi melintang.

“Harus caesar kata dokter. Uang dari mana? Sekarang aja Cuma punya uang Rp 200 ribu. Tak bisa dipakai. Tak ada warung yang buka untuk sekedar beli susu untuk anak saya,” keluh Surantina.

Ia hanya berharap bisa diterbangkan ke Bandung menggunakan pesawat Hercules. Kakaknya yang berada di Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung berjanji akan mengurus persalinannya jika bisa ke Bandung.

“Tolong tanyakan ya pak. Barangkali saya bisa ke Bandung. Tolong ya pak,” pungkas Surantina.

BACA JUGA  Terduga Teroris Sukoharjo Ditembak Mati, Ayah: Apa Nggak Ada Upaya Lain?

Yayasan Harapan Amal Mulia yang juga ada di lokasi berharap ingin membantu warga ini. “Insha Allah kita juga akan coba membantu teman-teman disini, ini juga kami lagi mendata apa kebutuhan warga disini,” kata Riffa salah satu perwakilan Yang Harapan Amal Mulia dari Bandung.

Reporter: Saifal/INA News
Editor: Imam S.


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Artikel

Berkaca dari Chili, Mengukur Usaha Indonesia Menekan Jumlah Korban Gempa

Berkaca dari Chili, Mengukur Usaha Indonesia Menekan Jumlah Korban Gempa

Selasa, 02/10/2018 21:15 0

Prancis

Turki dan AS Gelar Latihan Gabungan untuk Patroli di Manbij, Suriah

"Latihan bersama sedang berlangsung dan kami harus menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya," kata Menteri Pertahanan AS, Jim Matisse, kepada sekelompok kecil wartawan yang menemaninya selama kunjungannya ke Paris pada Senin (01/10).

Selasa, 02/10/2018 08:20 0

Suriah

Faylaq Al-Syam Bantah Tarik Senjata Berat dari Zona Demiliterisasi

“Apa yang disebutkan lembaga pengawas HAM Suriah (SOHR) bohong, fitnah dan tidak benar sama sekali,” kata salah satu komandan Faylaq, Umar Hudzaifah, kepada Reuters.

Selasa, 02/10/2018 07:06 0

Afrika

Al-Shabaab Serang Konvoi Militer Italia di Pusat Ibukota Mogadishu

Gerakan Al-Shabaab menyatakan bertanggung jawab atas serangan itu.

Selasa, 02/10/2018 06:30 0

Arab Saudi

Pengarang ‘Hisnul Muslim’, Syaikh Sa’id Al-Qahthani Meninggal Dunia

Pemakaman akan dilaksanakan di kuburan umum Naseem.

Senin, 01/10/2018 19:56 0

Video News

Detik-detik Rumah Amblas Ditelan Bumi

KIBLAT.NET – Rumah-rumah di Palu ada yang amblaske dalam tanah bak ditelan bumi setelah dilanda...

Senin, 01/10/2018 18:01 0

Fikih

Fikih Islam Memandang Pengeroyokan Suporter yang Berujung Kematian

Sepekan yang lalu publik Indonesia diramaikan dengan meninggalnya Harlingga Sirla. Dia meninggal karena di keroyok oleh sekelompok orang. Dalam fikih Islam, perkara seperti ini bukanlah perkara yang baru. Kasus serupa (Pembunuhan sekelompok orang terhadap satu orang) pernah terjadi pada masa khulafaur rasyidin. Lantas seperti apa pembahasan fikihnya?

Senin, 01/10/2018 09:42 0

Rusia

Rusia Umumkan 112 Tentaranya Tewas dalam Intervensi Tiga Tahun di Suriah

Hal ini disampaikan dalam keterangan pers yang digelar pada Ahad untuk memperingati tiga tahun intervensi militer ke Suriah.

Senin, 01/10/2018 09:11 1

Suriah

JWT Gelar Pertemuan dengan HTS

Ia menekankan tak ada pembicaraan secara khusus mengenai kesepakatan Idlib sama sekali. Pertemuan itu membahas penyelesaian perbedaan antara kedua pihak yang baru-baru ini terjadi.

Senin, 01/10/2018 08:23 0

China

Cina Ganti Nama Sungai Karena Diambil dari Islam

sungai yang selama ini dikenal dengan nama Sungai Ai, merujuk pada nama Aisyah salah satu istri Nabi Muhammad, kini diganti nama menjadi Sungai Danong.

Senin, 01/10/2018 07:42 1

Close