... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Ini Kendala yang Dihadapi dalam Proses Evakuasi Korban Gempa Tsunami Palu

Foto: Kerusakan akibat gempa tsunami di wilayah pesisir Kota Palu, Sulawesi Tengah

KIBLAT.NET, Jakarta – Salah satu prioritas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam penanggulangan bencana di Sulawesi Tengah adalah evakuasi pencarian dan penyelamatan korban.

Meskipun saat ini sudah ada alat berat dari dalam kota Palu, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan pihaknya masih memerlukan alat berat dalam jumlah yang banyak. BNPB mengharapkan adanya tambahan yang didatangkan dari luar kota Palu, seperti dari Mamuju, Gorontalo, Poso, dan Balikpapan.

Sutopo menjelaskan evakuasi korban terkendala karena listrik padam, akses komunikasi yang putus, alat berat terbatas, jumlah personil yang kurang mencukupi. Sutopo mengungkapkan masih ada perlengkapan evakuasi yang perlu ditambah karena kondisi jalan yang rusak untuk mengirim alat berat dari luar Palu.

Alat berat menurutnya sangat diperlukan untuk membantu proses evakuasi, terlebih lagi membantu korban yang tertimpa reruntuhan bangunan, tertimpa material longsor dan tertimbun lumpur-lumpur likuifaksi.

Likuifaksi, seperti dikutip dari laman Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), merupakan suatu proses yang membuat kekuatan tanah menghilang dengan cepat. Kekuatan serta daya dukung tanah menurun dikarenakan getaran yang diakibatkan gempa maupun guncangan lainnya.

“Kita memerlukan alat berat, tanpa adanya alat berat, tim SAR gabungan akan mengalami kesulitan dan karena memang daerahnya luas dan saat ini sumber daya yang ada masih terbatas. Begitu juga personel tim SAR gabungan masih perlu ditambah, sehingga terus berdatangan relawan-relawan yang ada saat ini,” ujarnya.

BACA JUGA  Apresiasi Kinerja Polda Metro Jaya, Ketua MPR Serukan Jihad

Adapun untuk evakuasi pencarian dan penyelamatan korban, Sutopo mengungkapkan saat ini personel SAR gabungan terus berdatangan dan di bawah koordinasi Badan SAR Nasioanl (Basarnas). Tergetnya terutama mencari korban di beberapa tempat seperti Hotel Roa-Roa, Sigi, Donggala, Balaroa, Patobo, Mall Ramayana, Restaurant Dunia Baru.

“Di Pantai Talise Mercure, dari hasil evakuasi oleh Tim SAR pada hari Minggu, ditemukan 13 korban meninggal dunia dan ada 2 korban yang selamat,” terang Sutopo.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Imam S.


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Prancis

Turki dan AS Gelar Latihan Gabungan untuk Patroli di Manbij, Suriah

"Latihan bersama sedang berlangsung dan kami harus menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya," kata Menteri Pertahanan AS, Jim Matisse, kepada sekelompok kecil wartawan yang menemaninya selama kunjungannya ke Paris pada Senin (01/10).

Selasa, 02/10/2018 08:20 0

Suriah

Faylaq Al-Syam Bantah Tarik Senjata Berat dari Zona Demiliterisasi

“Apa yang disebutkan lembaga pengawas HAM Suriah (SOHR) bohong, fitnah dan tidak benar sama sekali,” kata salah satu komandan Faylaq, Umar Hudzaifah, kepada Reuters.

Selasa, 02/10/2018 07:06 0

Afrika

Al-Shabaab Serang Konvoi Militer Italia di Pusat Ibukota Mogadishu

Gerakan Al-Shabaab menyatakan bertanggung jawab atas serangan itu.

Selasa, 02/10/2018 06:30 0

Arab Saudi

Pengarang ‘Hisnul Muslim’, Syaikh Sa’id Al-Qahthani Meninggal Dunia

Pemakaman akan dilaksanakan di kuburan umum Naseem.

Senin, 01/10/2018 19:56 0

Video News

Detik-detik Rumah Amblas Ditelan Bumi

KIBLAT.NET – Rumah-rumah di Palu ada yang amblaske dalam tanah bak ditelan bumi setelah dilanda...

Senin, 01/10/2018 18:01 0

Fikih

Fikih Islam Memandang Pengeroyokan Suporter yang Berujung Kematian

Sepekan yang lalu publik Indonesia diramaikan dengan meninggalnya Harlingga Sirla. Dia meninggal karena di keroyok oleh sekelompok orang. Dalam fikih Islam, perkara seperti ini bukanlah perkara yang baru. Kasus serupa (Pembunuhan sekelompok orang terhadap satu orang) pernah terjadi pada masa khulafaur rasyidin. Lantas seperti apa pembahasan fikihnya?

Senin, 01/10/2018 09:42 0

Rusia

Rusia Umumkan 112 Tentaranya Tewas dalam Intervensi Tiga Tahun di Suriah

Hal ini disampaikan dalam keterangan pers yang digelar pada Ahad untuk memperingati tiga tahun intervensi militer ke Suriah.

Senin, 01/10/2018 09:11 1

Suriah

JWT Gelar Pertemuan dengan HTS

Ia menekankan tak ada pembicaraan secara khusus mengenai kesepakatan Idlib sama sekali. Pertemuan itu membahas penyelesaian perbedaan antara kedua pihak yang baru-baru ini terjadi.

Senin, 01/10/2018 08:23 0

China

Cina Ganti Nama Sungai Karena Diambil dari Islam

sungai yang selama ini dikenal dengan nama Sungai Ai, merujuk pada nama Aisyah salah satu istri Nabi Muhammad, kini diganti nama menjadi Sungai Danong.

Senin, 01/10/2018 07:42 1

Manhaj

Kesepakatan Idlib dan Pelucutan Senjata Mujahidin

Beberapa hari yang lalu, demiliterisasi kota Idlib, Suriah, yang disepakati oleh Turki dan Rusia menjadi perbincangan hangat di sejumlah media internasional. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan koleganya, Vladimir Putin, menyepakati skenario untuk masalah Idlib. Kedua kepala Negara sepakat membentuk zona aman di Idlib yang di dalamnya tak ada kelompok-kelompok pejuang yang mereka kategorikan “ekstremis”.

Ahad, 30/09/2018 19:49 0

Close