... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Berkaca dari Chili, Mengukur Usaha Indonesia Menekan Jumlah Korban Gempa

Foto: Jalur Cincin Api Gempa di Indonesia

KIBLAT.NET – Bencana alam memang tidak dapat dihindari. Terlebih negara Indonesia berdiri di atas titik temu lempeng-lempeng bumi. Suatu ketika bisa saja ada pergeseran yang menyebabkan gempa bumi, lalu memengaruhi gelombang air laut hingga menimbulkan tsunami.

Sedih belum sepenuhnya hilang dari wajah Lombok. Namun duka kembali datang dengan gempa beriring tsunami di Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah. Jumlah korban menjadi pembicaraan hangat seketika itu. Sayangnya tak cukup banyak yang berpikir bagaimana menekan jumlah korban saat gempa bumi terjadi.

Semua orang memiliki kesempatan agar terhindar dari musibah-musibah serupa. Namun, terkadang tak semua orang peka bahwa musibah dapat datang kapan saja. Padahal, kesempatan untuk selamat juga bisa dipersiapkan kapan saja. Mulai dari memperkokoh infrastruktur bangunan yang mampu bertahan saat diguncang gempa, memberikan pengajaran simulasi evakuasi, pengamatan ketat situasi alam setempat dan lain sebagainya.

Dalam temuan Kiblat.net di kawasan terdampak gempa di Lombok, bangunan-bangunan yang runtuh umumnya tidak menggunakan kerangka beton. Bahkan, bahan bangunan hanya terdiri dari susunan batu bata yang dilapisi semen.

Chili negara yang pernah dilanda gempa berkekuatan 8,4 skala richter, disusul gelombang tsunami setinggi 4,5 meter pada 16 September 2015 silam. Arus air laut telah merobohkan bangunan-bangunan di sepanjang pesisir kota Coquimbo, kawasan yang dihuni sekitar 150.000 jiwa. Sebagian diseret air ke laut, sebagian lainnya terbawa arus dan puing-puingnya bertebaran di sepanjang kota. Sembilan dinyatakan tewas di Coquimbo, dan empat lainnya di daerah sekitar.

BACA JUGA  Dari Piagam Jakarta ke Pancasila: Jalan Panjang Dasar Negara (Bag. 1)

Gempa bumi yang lebih lemah di Lombok dan Sulawesi Tengah telah menewaskan ribuan korban. Lantas mengapa gempa berkekuatan 8,4 SR, salah-satu gempa terkuat di dunia menewaskan korban jiwa yang jauh lebih sedikit?

Laman The Guardians mengungkapkan usaha Chili untuk menekan angka kematian dalam insiden gempa bumi. Ricardo Toro adalah mantan jenderal angkatan darat yang mengelola badan bantuan bencana Chili, ONEMI. Melalui idenya, ONEMI meluncurkan program bernama ‘Chile Prepares’ (Chili Bersiaga). Kegiatan paling utama dalam program ini adalah latihan evakuasi. Setiap tahunnya, simulasi evakuasi dapat dilakukan minimal enam hingga tujuh kali di seluruh wilayah.

Program itu dibuat oleh Toro setelah mengalami kejadian pahit saat gempa di Haiti. Saat itu, Toro ditugaskan PBB di Port au Prince, Haiti pada tahun 2010 ketika gempa berkekuatan 7,7 SR menghancurkan kota.

Di sana ia menemukan konstruksi bangunan buruk dan rapuh mengakibatkan bangunan akan benar-benar runtuh saat diguncang gempa. Sehingga, relawan dan tim medis cukup kewalahan menangani banyaknya korban yang terhimpit bangunan. Jumlah korban mencapai puluhan ribu termasuk istri Ricardo Toro.

Chili merupakan negara yang sering diguncang gempa. Sebab, Chili terletak di kawasan dinamakan Cincin Api, area yang membentang sampai Alaska dan Jepang. Gempa di Valdivia pada tahun 1960, dengan kekuatan 9,5 SR merupakan guncangan terbesar yang pernah dialami Chili. Ribuan jiwa tewas dalam musibah itu.

BACA JUGA  MUI dan Politik Praktis: Kilas Balik Sejarah

Gempa itu telah menyisakan duka mendalam bagi Chili. Juga menjadi satu alasan pemerintah Chili sangat memperhatikan konstruksi bangunan warganya. Chili mengharuskan semua bangunan baru dapat bertahan dari gempa berkekuatan 9,5 SR. Meskipun begitu, Chili mengakui bangunan demikian pun dapat retak, miring dan bahkan dinyatakan tidak layak digunakan, tetapi bangunan tidak boleh roboh seketika.

Berkenaan dengan simulasi evakuasi penyelamatan saat gempa, sirine peringatan digunakan untuk memperingatkan penduduk. Beberapa menit setelah gempa, suara keras sirine akan berbunyi dari pusat kota Coquimbo dan kawasan pantai. Ambulans, petugas pemadam kebakaran, polisi seketika turun untuk mempercepat proses evakuasi, menyakinkan warga yang enggan meninggalkan rumah untuk segera menyelamatkan diri. Selain itu, bila terdeteksi terjadinya tsunami maka pesan peringatan tsunami akan masuk melalui telepon seluler, mendesak warga agar meninggalkan daerah pesisir.

Usaha Chili untuk menekan angka kematian korban gempa menarik perhatian banyak negara. Pada 23 September 2015, ONEMI bekerja sama dengan Badan Kemanusiaan PBB dan International Search and Rescue Advisory Group (INSARAG) menggelar pelatihan simulasi evakuasi gempa di Santiago, yang dikenal dengan pertemuan Simex 2015. Negara yang terlibat dalam pelatihan ini antara lain, Argentina, Kolombia, Costa Rica, Kuba, Peru, dan Spanyol. Pertemuan seminggu ini mencakup tindakan darurat skala penuh untuk simulasi gempa 9,0 SR dengan episentrum di Santiago.

Lantas, seberapa besar usaha pemerintah Indonesia menekan jumlah korban gempa?

Penulis: Syafei Irman

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Negara Langgar HAM Jika Biarkan Habib Rizieq Dicekal

Negara Langgar HAM Jika Biarkan Habib Rizieq Dicekal

Selasa, 02/10/2018 20:18 2

Indonesia

Ribuan Rumah di Palu Amblas Ditelan Bumi Saat Gempa, Begini Penjelasan BNPB

Ribuan Rumah di Palu Amblas Ditelan bumi Saat Gempa, Begini Penjelasan BNPB

Selasa, 02/10/2018 18:07 0

Indonesia

Pasca Gempa Sulteng, 100 Lebih WNA Dievakuasi

Pasca Gempa Sulteng, 100 Lebih WNA Dievakuasi

Selasa, 02/10/2018 17:17 0

Indonesia

Tim Advokasi GNPF Ulama Adukan Pencekalan Habib Rizieq ke Komnas HAM

Tim Advokasi Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF Ulama) melaporkan pencekalan yang diterima Habib Rizieq Syihab ke Komnas HAM

Selasa, 02/10/2018 17:10 0

Indonesia

Ini Kendala yang Dihadapi dalam Proses Evakuasi Korban Gempa Tsunami Palu

Ini Kendala yang Dihadapi Dalam Proses Evakuasi Korban Gempa Tsunami Palu

Selasa, 02/10/2018 13:20 0

Indonesia

Ini Saran Polisi Untuk Konvoi Bantuan yang Lewat Donggala

Untuk mencegah penjarahan, Kapolres Mamuju Utara sarankan agar sebagian bantuan diturunkan di wilayah Donggala

Selasa, 02/10/2018 10:00 0

Indonesia

Antisipasi Gangguan, Polisi Kawal Distribusi Bantuan Gempa Palu

Gempa Palu sisakan PR keamanan distribusi bantuan. Aparat kepolisian berkomitmen menyediakan pengamanan untuk relawan atau warga yang hendak menyalurkan bantuan kepada korban gempa Palu-Donggala

Selasa, 02/10/2018 08:43 0

Prancis

Turki dan AS Gelar Latihan Gabungan untuk Patroli di Manbij, Suriah

"Latihan bersama sedang berlangsung dan kami harus menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya," kata Menteri Pertahanan AS, Jim Matisse, kepada sekelompok kecil wartawan yang menemaninya selama kunjungannya ke Paris pada Senin (01/10).

Selasa, 02/10/2018 08:20 0

Suriah

Faylaq Al-Syam Bantah Tarik Senjata Berat dari Zona Demiliterisasi

“Apa yang disebutkan lembaga pengawas HAM Suriah (SOHR) bohong, fitnah dan tidak benar sama sekali,” kata salah satu komandan Faylaq, Umar Hudzaifah, kepada Reuters.

Selasa, 02/10/2018 07:06 0

Afrika

Al-Shabaab Serang Konvoi Militer Italia di Pusat Ibukota Mogadishu

Gerakan Al-Shabaab menyatakan bertanggung jawab atas serangan itu.

Selasa, 02/10/2018 06:30 0

Close