Cina Ganti Nama Sungai Karena Diambil dari Islam

KIBLAT.NET, Beijing – Pihak berwenang Cina mengubah nama sebuah sungai mengandung kata Arab di wilayah Ningxia yang dihuni minoritas muslim etnis Hui. Hal itu bertujuan menghapus budaya keislaman di daerah itu.

Menurut majalah Newsweek, yang dilansir Al-Jazeera pada Ahad (30/10), sungai yang selama ini dikenal dengan nama Sungai Ai, merujuk pada nama Aisyah salah satu istri Nabi Muhammad, kini diganti nama menjadi Sungai Danong.

Danong adalah nama kuno dari ibukota Ningxia, sekarang disebut Yinchuan.

Para pejabat Cina mengatakan perubahan nama itu datang sesuai dengan undang-undang 2013 yang akan mengubah nama-nama tempat yang diambil dari bahasa asing ke dalam bahasa lokal.

Majalah itu mengutip seorang peneliti Cina yang kerap meneliti etnis Hui mengatakan bahwa mengubah nama sungai tersebut merupakan ketidaktahuan dan kebodohan. Karena nama Aisyah itu sebenarnya bukan dinisbatkan kepada nama nabi umat muslim tapi nama seorang wanita cantik dari etnis Hui. Ia menambahkan, pemerintah juga mulai menghapus 860 buku dari rak-rak perpustakaan setempat yang berbicara tentang sekte Hui.

Newsweek menyoroti bahwa keputusan-keputusan ini datang dalam kebijakan presiden Cina untuk mempelajari agama-agama dengan konsep budaya Beijing.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat