... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Tanggapan Syaikh Al-Muhaisini Pasca Kesepakatan Rusia dan Turki Terkait Idlib

Foto: Abdullah Al-Muhaisini

KIBLAT.NET – Pasca perjanjian terakhir antara Rusia dan Turki terkait Idlib, syaikh Abdullah Al-Muhaisini, ulama Saudi yang berjihad di Suriah memberikan tanggapan dan nasehat kepada faksi-faksi jihad Suriah dalam menyikapi kesepakatan tersebut. Berikut terjemahan dari tanggapan Al-Muhaisini yang diungah di channel telegramnya.

Beberapa orang menanyakan pendapat saya tentang poin-poin yang tercantum dalam kesepakatan terakhir (antara Turki dan Rusia), maka saya katakan :

Tidak diragukan bahwa keputusan dalam menyikapi kesepakatan antara Rusia dan Turki berada di tangan faksi-faksi yang Allah berikan tanggung jawab kepada mereka untuk mengurusi urusan ahlu Syam, tetapi, saya sampaikan nasihat kepada mereka karena rasa cinta saya :

Saudara-saudaraku, sesungguhnya kalian sedang melukis sejarah para generasi masa depan yang utuh dan menentukan nasib ribuan orang, bahkan jutaan muhajirin (imigran). Kalian sedang mengurusi buah dari pohon yang disirami dengan darah ratusan ribu syuhada.. Kalian sedang mengemban beban yang berat dan tanggung jawab yang besar. Perpecahan dan perselisihan kalian di masa lalu berdampak pada munculnya poin-poin kesepakatan ini., maka, saya nasihatkan kepada kalian dan diri saya :

  1. Untuk beristighfar (memohon ampun) terlebih dahulu dan kembali kepada Allah.
  2. Hendaknya jangan mengambil keputusan kecuali setelah mengerahkan seluruh upaya, baik dalam bermusyawarah, mempelajari reaita dan istikharah. Agar keputusan yang kalian ambil komprehensif. Sehingga mendatangkan rahmat bagi kalian dan bagi umat kalian.
  3. Senjata kalian seperti kehormatan kalian, jika kalian menyerahkannya –semoga tidak ditakdirkan Allah- kalian telah melalaikan dan mempertaruhkan masa depan penduduk Syam.
  4. Slogan dan panji kalian, yang atas dasar itu pasukan kalian berperang dan atas dasar itu pula pemuda kalian gugur sebagai syahid, hendaklah (berperang demi meninggikan kalimat Allah).
BACA JUGA  Vandalisme Mushola Darussalam Tindak Pidana Serius

اللهم إنا نقاتل لتكون كلمتك هي العليا

“Ya Allah, sesungguhnya kami berperang dalam rangka meninggikan kalimat-Mu.”

Maka, jangan khianati darah mereka.

  1. Saudara kalian, para muhajirin, datang kepada kalian dengan meninggalkan keluarga dan istri-istri mereka. Di belakang mereka telah runtuh jembatan-jembatan yang mengantarkan mereka kembali ke rumah-rumah mereka. Di antara mereka ada yang syahid dan ada yang menunggu syahid, mereka adalah amanah yang berada di leher-leher kalian.
  2. Hukum asal rezim dan Rusia adalah berkhianat, menepati perjanjian adalah pengecualian. Hendaklah tragedy Dar’a selalu di benak kalian setiap kalian mengambil keputusan.
  3. Tidak ada tawar menawar, kepentingan yang sempit, kedengkian dan perselisihan dalam mengambil keputusan ini. Karena ini adalah keputusan bersejarah yang nama kalian akan dicatat oleh sejarah. Maka, pertimbangkanlah maslahat agama, umat dan harta kalian. Minta tolong lah kepada Allah dan mintalah keputtusan yang tepat.

Terakhir, sesungguhnya kami sebagai kaum Muhajirin, saudara-saudara kalian di waktu-waktu sulit, bi idznillah. Kami berdamai dengan orang-orang yang kalian berdamai dengannya, kami berperang pada orang-orang yang kalian memeranginya, baik musuh-musuh Allah dan musuh-musuh kalian. Saya mohon kepada Allah supaya menunjukkan kalian pada kebenaran dan jalan yang lurus.

Sedangkan kalian wahai saudara hijrah dan jihad, maka, cukuplah firman Allah untuk kalian,

وَمَنْ يُهَاجِرْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يَجِدْ فِي الْأَرْضِ مُرَاغَمًا كَثِيرًا وَسَعَةً ۚ وَمَنْ يَخْرُجْ مِنْ بَيْتِهِ مُهَاجِرًا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ يُدْرِكْهُ الْمَوْتُ فَقَدْ وَقَعَ أَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

BACA JUGA  Kemenag: Harus Ada Standar Imam Masjid

“Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. an-Nisa : 100)

Seandainya hijrah dan jihad kalian tidak mendatangkan apa-apa, kecuali berdebunya kaki-kaki kalian di jalan Allah, niscaya itu sudah cukup bagi kalian sebagai keuntungan. Senantiasalah minta kepada Allah supaya amalan kalian diterima, supaya amal-amal kalian tidak sia-sia atau hilang begitu saja..

Ini bukan berarti tidak ada pertemuan para wakil fraksi untuk membahas urusan ikhwah yang tersisa. Mereka sedang memperhatikan peran mereka di masa datang dan kebutuhan-kebutuhan mereka.

Tanggapan Syaikh Abdullah Al-Muhaisini atas kesepakatan terbaru Rusia dan Turki

Tanggapan Syaikh Abdullah Al-Muhaisini atas kesepakatan terbaru Rusia dan Turki

Sumber: https://t.me/almo7aisni
Penerjemah: Zamroni
Editor: Arju

 


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Tazkiyah

Ketika Raja Mesir Al-Muqauqis Bertemu Sahabat Berkulit Hitam Legam

Muqauqis berkata,"Bagaimanakah kalian bisa menerima orang hitam itu sebagai orang yang termulia? Bukankah seharusnya dia orang yang paling rendah?"

Sabtu, 29/09/2018 11:34 0

Info Event

Ayo Hadiri Tabligh Akbar Bersama Dr. Ahmad Zain An-Najah, MA di Bekasi

TABLIGH AKBAR MADINA Membina rumah tangga sesuai dengan tuntunan Al Qur’an dan Sunnah menjadi keharusan...

Sabtu, 29/09/2018 09:15 0

Indonesia

Banyak Bangunan dan Rumah di Kabupaten Sigi Rata dengan Tanah

Saat gempa mengguncang, masyarakat berhamburan keluar rumah. Warga panik dan berupaya menghindar dari kejatuhan reruntuhan bangunan.

Sabtu, 29/09/2018 08:30 0

Indonesia

Pasca Gempa Bumi, Jaringan Telekomunikasi di Donggala Terputus

Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo, Ferdinandus Setu mengatakan bahwa pasca diguncang gempa bumi, jaringan telekomunikasi di Donggala, Sulawesi Tengah terputus.

Jum'at, 28/09/2018 22:19 0

Artikel

Fanatisme Buta Suporter Sepakbola

Fanatisme pendukung sepakbola kembali berakhir tragis, kali ini salah seorang suporter persija yang menjadi korban pengroyokan oknum suporter Persib Bandung.

Jum'at, 28/09/2018 21:29 0

Indonesia

Gempa Susulan Masih Terjadi, BNPB Imbau Masyarakat Donggala Waspada

Bahkan, gempa susulan masih terus berlangsung.

Jum'at, 28/09/2018 18:50 0

Indonesia

Gempa 7,7 SR Guncang Donggala Sulteng, Beredar Video Sesaat Pasca Gempa

Warganet langsung membagikan foto dan video pasca gempa. Terlihat beberapa rumah yang rusak dan hiruk-pikuk warga yang berlarian.

Jum'at, 28/09/2018 18:38 0

Artikel

Perang dan Damai di Patani, Thailand Selatan

Pergolakan di wilayah Pattani, Narathiwat dan Yala di Thailand Selatan masih diwarnai dengan aktivitas kekerasan.

Jum'at, 28/09/2018 16:29 0

Indonesia

Hak Tayang Dikembalikan, TV One Bisa Siarkan Film G30S/PKI

Stasiun televisi TV One akhirnya bisa memutar film G30S/PKI.

Jum'at, 28/09/2018 15:40 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Tugas Ulama, Meluruskan Penyimpangan Penguasa

Pada kesempatan kali ini redaksi kiblat.net menyediakan naskah khutbah jumat yang bertemakan kewajiban ulama dalam meluruskan penyimpangan penguasa.

Kamis, 27/09/2018 20:30 0

Close
CLOSE
CLOSE