Al-Sisi dan Netanyahu Bahas Terorisme hingga Negosiasi Israel-Palestina

KIBLAT.NET, New York – Presiden Mesir Abdel Fattah Al-Sisi meminta agar negosiasi antara Palestina dan Israel terus dilanjutkan. Hal ini dikatakannya selama pertemuan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di sela-sela Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York.

Pertemuan yang diadakan pada Rabu (26/09/2018) malam itu membahas tentang cara untuk menghidupkan kembali proses perdamaian. Al-Sisi menekankan perlunya mencapai solusi yang adil dan komprehensif untuk Palestina berdasarkan solusi dua negara dan referensi internasional yang relevan.

“Presiden menegaskan bahwa penyelesaian akhir masalah Palestina akan terkait pada penciptaan realitas baru di Timur Tengah, di mana semua orang di wilayah ini akan menikmati stabilitas, keamanan dan pembangunan,” kata Duta Besar Bassam Radhi, juru bicara kepresidenan Mesir seperti dikutip Asharq Al-Awsat.

Dia menambahkan bahwa perdana menteri Israel menyatakan apresiasi terhadap peran penting Mesir di Timur Tengah dan upayanya untuk memerangi terorisme serta untuk membangun stabilitas dan perdamaian di wilayah tersebut.

Kairo sedang memediasi gencatan senjata antara Israel dan Hamas di tengah-tengah sering terjadi bentrokan sengit di sepanjang perbatasan antara Israel dan Gaza.

Pertemuan antara Al-Sisi dan Netanyahu adalah yang kedua sejak 2014. Pada September 2017, presiden Mesir bertemu dengan Netanyahu di New York untuk membahas proses perdamaian antara Palestina dan Israel di sela-sela pertemuan PBB.

Sisi juga bertemu dengan Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte. Presiden menyambut baik perkembangan hubungan bilateral antara kedua negara.

Menurut jubir presiden, pertemuan itu membahas cara-cara untuk meningkatkan kerja sama antara kedua pihak, terutama di bidang ekonomi dan perdagangan. Serta membahas peningkatan investasi Italia dalam proyek-proyek pembangunan besar di Mesir.

Kedua pihak juga meninjau perkembangan terakhir di kawasan itu, terutama perang melawan terorisme dan migrasi ilegal dan situasi di Libya dan Suriah.

Sumber: Aawsat
Redaktur: Ibas Fuadi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat