Sejarah Pemberontakan PKI Perlu Ditulis Ulang dari Kacamata Umat Islam

KIBLAT.NET, Jakarta – Peneliti dari Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII), Hadi Nur Ramadhan mengatakan bahwa generasi muda hari ini banyak disuguhi sejarah pemberontakan PKI dari kacamata Orde Baru. Menurutnya jika menggunakan sudut pandang Orde Baru, umat Islam tidak sepenuhnya sepakat.

“Mau tidak mau, penulisan sejarah hari ini didominasi oleh sejarawan yang pro Orde Baru. Yang memang ada beberapa hal dari kacamata umat Islam, tidak sepenuhnya kita sepakat,” katanya saat dihubungi Kiblat.net pada Kamis (27/09/2018).

Pria yang akrab dengan sapaan Kang Hadi ini menekankan bahwa perlu ada penulisan ulang sejarah pemberontakan PKI. Baik melalui film, maupun tulisan yang sesuai dengan kacamata umat Islam.

“Perlu ada penulisan ulang tentang pemberontakan PKI, baik peristiwa 1948 maupun 1965 versi umat Islam perlu ditonjolkan ketimbang versi Orde Baru. Karena yang berhadapan secara langsung adalah umat Islam,” sambungnya.

Ia menilai, umat Islam perlu membuat gerakan secara sistematis tentang bagaimana bahaya komunisme. Baik disampaikan dalam kajian keislaman maupun kajian yang bersifat akademis.

“Langkah ini dilakukan agar umat Islam tidak lupa dengan bahaya PKI dan ideologi komunisme di Indonesia. Bangsa ini tidak boleh lupa terhadap sejarah,” paparnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: M. Rudy

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat