... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

KOKAM: Nonton Film G30S PKI Penting untuk Pelajari Sejarah Kelam Indonesia

Foto: Museum G30S/PKI yang terletak di sekitar Lubang Buaya (foto: Tempo)

KIBLAT.NET, Jakarta – Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) menyatakan tak perlu ada kecurigaan terhadap gelaran nonton bareng film Penumpasan Penghianatan G30S PKI. Kegiatan itu dinilai penting untuk pembelajaran anak bangsa.

Sejumlah cabang KOKAM menggelar nonton bareng film Penumpasan Penghianatan G30S PKI di pengujung September ini. Komandan Nasional KOKAM, Mashuri Masyhuda menegaskan bahwa nonton bareng film Penumpasan Penghianatan G30S PKI untuk pembelajaran kepada masyarakat.

“Ini (nonton bareng.red) menurut saya penting menjadi pembelajaran bukan hanya untuk KOKAM, tapi untuk seluruh anak bangsa, bahwa kita punya sejarah kelam,” ujar Masruri kepada Kiblat.net pada Kamis (27/09/2018).

Dia menyebut sejarah kelam itu berupa upaya Partai Komunis Indonesia (PKI) yang merongrong ideologi Pancasila. Selain itu, kegiatan nonton fil itu juga dalam rangka mengenang jasa pahlawan yang telah gugur karena tragedi berdarah yang dilakukan PKI.

Masruri menilai kekhawatiran segelintir kalangan yang menyebut kegiatan itu akan memunculkan sikap intoleransi dan kebencian tidak perlu ada. Sebaliknya, sikap melupakan sama sekali peristiwa pemberontakan PKI adalah hal yang lucu.

“Kalau ada yang menghalangi, apa motivasinya. Kalau dia punya pemahaman seperti pemahaman PKI, itu harus kita lawan,” ujarnya.

“Kalau ada alasan lain, maka ayo kita diskusi kenapa tidak mau. Masalahnya di mana. Kalau mereka main tidak boleh, ini perlu dicurigai,” sambung Masruri.

BACA JUGA  Habib Rizieq Sampaikan Lima Amanat Perjuangan di Reuni 212

Komandan Nasional KOKAM itu juga menekankan tidak perlu ada kecurigaan yang berlebihan terhadap kegiatan nonton bareng film Penumpasan Penghianatan G30S PKI. Misalnya kegiatan tersebut ditunggangi oleh orang tertentu. “Jangan dianggap ditunggangi oleh kegiatan politik. Ini berjalan seperti apa adanya saja. Tahun lalu, tahun besok, tidak perlu ada kecurigaan berlebihan,” pungkas Masruri.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

AS Sedang Mempersiapkan Perang Terbuka di Suriah

"Hari ini ada lima tentara yang dihadapi di Suriah, dan insiden baru-baru ini menunjukkan bahwa risiko perang regional adalah ancaman nyata," pungkasnya.

Kamis, 27/09/2018 17:31 0

Yaman

Krisis Yaman, Satu Anak Meninggal Setiap Sepuluh Menit Akibat Kelaparan

Krisis Yaman, Satu Anak Meninggal Setiap Sepuluh Menit Akibat Kelaparan

Kamis, 27/09/2018 15:37 1

Amerika

Pendiri Blackwater: Misi Pentagon di Afghanistan Gagal Total

Prince mengatakan, “Rencana dan strategi baru tersebut diumumkan Presiden Trump setahun yang lalu, dan dilaksanakan oleh para jenderal yang masih bertugas saat ini, yaitu strategi ‘memperkuat strategi sebelumnya’ yang sudah gagal, dan selanjutnya terus mengalami kegagalan.”

Kamis, 27/09/2018 13:41 0

Palestina

Kekerasan Meningkat, PBB Peringatkan Perang Baru Meletus di Gaza

"Situasi di lapangan memburuk dengan cepat, dan ketegangan di Tepi Barat dan Gaza meningkat," kata Mladenov kepada BBC.

Kamis, 27/09/2018 08:44 0

Suriah

SOHR: Rezim Assad Pindahkan Ratusan Anggota ISIS ke Idlib

Mereka diturunkan di lokasi-lokasi dekat wilayah kontrol pejuang Islam yang aktif di Idlib.

Kamis, 27/09/2018 08:20 0

Suriah

Langgar Kesepakatan, Militer Suriah dan Milisi Iran Tembakan Artileri ke Idlib

Serangan itu diluncurkan di saat pihak-pihak penjamin berkomitmen kembali menerapkan kesepakatan zona tanpa kekerasan.

Kamis, 27/09/2018 07:16 0

Video Kajian

Pengaruh Keluarga Terhadap Kepribadian Anak – Ust. Tri Asmoro Kurniawan

KIBLAT.NET – Seringkali kita lalai dan acuh dalam masalah pendidikan anak. Sampai pada suatu titik,...

Kamis, 27/09/2018 02:51 0

Suriah

Erdogan: Kelompok “Radikal” Mulai Keluar dari Zona Demiliterisasi di Idlib

KIBLAT.NET, Ankara – Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengumumkan bahwa “kelompok-kelompok radikal mulai keluar” dari...

Rabu, 26/09/2018 19:27 0

Asia

Dituding Rencanakan Aksi Bom, 9 Muslim Pattani Dipenjara Pemerintah Thailand

Menurut pengakuan tujuh dari 14 terdakwa, mereka mengalami penyiksaan secara fisik dalam tahanan. Mereka juga dipaksa mengakui perbuatan yang tidak mereka lakukan.

Rabu, 26/09/2018 17:35 0

Eropa

Makin Banyak Penduduk Norwegia yang Masuk Islam, Ini Alasannya

Jumlah penduduk Norwegia yang memeluk Islam meningkat menjadi setidaknya 3.000 dalam beberapa tahun terakhir.

Rabu, 26/09/2018 15:00 0

Close