... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Titian

Insiden Pengeroyokan Harlingga, Begini Cara Islam Menjaga Nyawa Manusia

Foto: Harlingga Sirla, korban pengeroyokan oknum suporter sepakbola

KIBLAT.NET – Pengeroyokan yang dilakukan oknum bobotoh terhadap Harlingga Sirlia yang berakibat kepada kematian, memberikan sebuah potret murahnya harga nyawa manusia. Kematian Harlingga bukanlah yang pertama, terlalu banyak potret yang bisa kita tangkap yang menggambarkan murahnya harga sebuah nyawa. Mulai dari tawuran antar pelajar, perseteruan antar geng motor, perselisihan supporter sepakbola dan perkara-perkara sepele lainnya.

Hal ini menjadi kontras jika melihat agama mayoritas di Indonesia adalah Islam. Padahal Islam sangat menjaga dan mengahargai setiap nyawa, apalagi jika dia seorang muslim. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa hancurnya dunia dan isinya lebih ringan di sisi Allah dari pada tertumpahnya darah seorang muslim tanpa alasan yang dibenarkan. Salah satu mekanisme penjagaan terhadap jiwa di dalam Islam adalah dengan hukuman qishash, bagi siapa saja yang terbukti melakukan pembunuhan dengan sengaja, dalam bahasa fikihnya disebut qotlul amd.

Qishash, Sebuah Mekanisme Menjaga Kehidupan

Allah SWT berfirman :

وَلَكُمْ فِي الْقِصَاصِ حَيَاةٌ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya, “Dan dalam qishash itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, wahai orang-orang yang berakal, supaya kamu bertakwa.” (QS. al-Baqarah: 179)

Qishash, pada kenyataannya adalah hukuman mati, lantas kenapa disebut terdapat kehidupan? Hal ini ditinjau dari efeknya, yaitu apabila hukum qishash ditegakkan, manusia terhalangi dari melakukan pembunuhan terhadap manusia yang lain. Dengan demikian, kelangsungan hidup manusia akan tetap terjaga. Imam Qatadah rahimahullah berkata :

جعل الله في القصاص حياة ونكالا وعظة إذا ذكره الظالم المعتدي كف عن القتل

Artinya, “Allah menetapkan hukum qishash (hukuman mati) itu pada hakikatnya adalah kehidupan, peringatan dan nasihat. Karena, ketika orang dzalim yang memiliki niat jahat mengingat qishash (sebagai hukumannya nanti), ia akan menahan diri untuk membunuh.” (Fathul Qadir, 1/228)

Ibnu Katsir rahimahullah menambahkan ketika beliau berkomentar tentang ayat 179 surat al-Baqarah :

يقول اللّه تعالى وفي شرع القصاص- وهو قتل القاتل- حكمة عظيمة، وهي بقاء المهج وصونها، لأنّه إذا علم القاتل أنّه يقتل انكفّ عن صنيعه، فكان في ذلك حياة للنّفوس

Artinya, “Allah menyinggung syari’at Qishash -hukuman mati- hikmahnya besar, yaitu keberlangsungan hidup dan penjagaannya. Karena jika pembunuh mengetahui bahwa dirinya akan dibunuh juga, niscaya ia menahan diri dari perbuatannya. Di sana lah kehidupan.” (Tafsir Ibn Katsir, 1/211)

Di dalam qishash ada kehidupan, yaitu kehidupan untuk saling menghargai hak hidup manusia lainnya. Karena nyawa adalah harta yang tidak bisa dibeli, tidak boleh dihilangkan dengan sembarangan, Terlebih hanya masalah sepele. Sehingga qishash dapat mengangkat martabat manusia bahkan menjadikan manusia termasuk Ulul Albab (orang-orang yang cerdas). Imam Asy-Syaukani rahimahullah mengatakan :

فإنه جعل القصاص الذي هو موت حياة باعتبار ما يؤول إليه من ارتداع الناس عن قتل بعضهم بعضا؛ إبقاء على أنفسهم، واستدامة لحياتهم، وجعل هذا الخطاب موجها إلى أولي الألباب؛ لأنهم هم الذين ينظرون في العواقب، ويتحامون ما فيه الضرر الآجل،

BACA JUGA  MUI Bali Minta Aparat Bubarkan Mister dan Miss Gaya Dewata 2018

Artinya, “Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebut qishash yang hakikatnya adalah kematian sebagai kelangsungan hidup, ditinjau dari akibat yang ditimbulkannya, berupa tercegahnya manusia saling bunuh di antara mereka. Hal ini dalam rangka menjaga keberadaan jiwa mereka dan keberlangsungan kehidupan mereka.

Allah Subhanahu wa Ta’ala juga menyampaikan ayat ini untuk ulil albab (orang yang berakal), karena merekalah orang yang memandang jauh ke depan dan berlindung dari bahaya yang munculnya di kemudian hari.” (Fathul Qadir, 1/176)

Qishash Bukanlah  Kekejaman tapi Rahmat Allah

Qishash adalah bagian tak terpisahkan dari  syariat Islam yang seutuhnya adalah rahmat. Islam diturunkan untuk membawa kemaslahatan manusia. Sejatinya Islam datang dari Sang Maha Mengatur segala Kehidupan.

Dalam Islam, pemberlakuan qishash bertujuan untuk mewujudkan kebaikan manusia seutuhnya. Hukuman qishash sudah berjalan selama berabad-abad dalam pemerintahan Islam dengan berbagai coraknya. Kampanye seram dan mengerikan terhadap syariat Islam, terkhusus qishash, dimulai sejak adanya kampanye Islamophobia oleh musuh-musuh Islam. Guna mencitrakan negatif terhadap Islam. Syaikh Muhammad Amin bin Muhammad Mukhtar Asy-Syinqithi berkata:

Artinya, “Klaim musuh-musuh Islam bahwa qishash tidak sesuai dengan hikmah -karena mengurangi jumlah masyarakat, karena membunuh orang kedua (pembunuh) setelah orang pertama (korban) meninggal. Seharusnya (orang kedua) hukumannya tidak dibunuh, yaitu dipenjara. Selama dia di penjara, mungkin saja dia dikarunia anak dan bertambah populasi masyarakat.

Akan tetapi, semua itu adalah pendapat yang keliru dan salah. Tidak ada hikmahnya sama sekali. Hukuman penjara tidak membuat jera dari pembunuhan. Jika hukuman terseut tidak membuat jera, maka orang-orang bodoh akan melakukan banyak pembunuhan, sehingga populasi masyarakat berkurang akibat pembunuhan yang merajalela.” (Adhwa’ul Bayan, 3/285).

Sehingga, jika ada oknum yang menyangkal bahwa qishash adalah hukum yang kejam, biadab dan tidak berprikemanusiaan. Pada dasarnya mereka hanya melihat satu pihak dan melupakan pihak yang lain. Mereka hanya melihat kepada pelaku, lantas bagaimana dengan keluarga korban pembunuhan. Secara umum mereka sangat terpukul dan tidak bersedih. Terlebih jika mengetahui keluarganya dibunuh dengan sadis, bayangan kejamnya pembunuhan tidak akan hilang dari mereka. Syaikh Shalih bin Fauzan menyatakan:

Artinya, “Syariat qishash adalah rahmat bagi manusia dan penjagaan atas darah mereka, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,‘Dan dalam qishash itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu.‘ (Qs. al-Baqarah: 179). Celakalah mereka yang menyatakan bahwa qishash itu biadab dan sadis. Mereka tidak melihat kepada kebiadaban pelaku pembunuhan ketika membunuh orang tak berdosa, ketika menebar rasa takut di daerah tersebut, dan ketika menjadikan para wanita janda, anak-anak menjadi yatim, serta hancurnya rumah tangga.

Mereka kasihan kepada pelaku kejahatan dan tidak kasihan korban yang tak berdosa. Sungguh jelek akal dan kedangkalan mereka. Allah berfirman, ‘Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki? Dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?‘ (Qs. al-Ma`idah: 50)” (al-Mulakhkhash al-Fiqhi, 2/475)

Qishash adalah Keadilan yang Tidak Bisa Ditawar

BACA JUGA  Polda Bali Benarkan Acara Mister dan Miss Gaya Dewata Berbau LGBT

Dengan qishash tegaklah keadilan dan tertolonglah orang yang terzalimi. Yaitu dengan memberikan kemudahan bagi wali atau keluarga korban untuk melakukan tindak.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ قُتِلَ لَهُ قَتِيلٌ فَهُوَ بِخَيْرِ النَّظَرَيْنِ إِمَّا أَنْ يُفْدَى وَإِمَّا أنْ يَقْتُلَ

Artinya,“Siapa menjadi keluarga korban terbunuh maka ia memiliki dua pilihan: Memilih diyat, dan bisa juga membunuh (meminta qishash).” (HR. Muslim no. 1355)

Lafal At-Tirmidzi rahimahullah :

وَمَنْ قُتِلَ لَهُ قَتِيلٌ فَهُوَ بِخَيْرِ النَّظَرَيْنِ إِمَّا أَنْ يَعْفُوَ وَإِمَّا أَنْ يَقْتُلَ

Artinya,“Siapa menjadi keluarga korban terbunuh maka ia diberi dua pilihan : memaafkannya atau membunuhnya.” (HR. at-Tirmidzi no. 1409)

Setelah seseorang divonis qishash, penguasa sekalipun tidak bisa mengintervensi atau membatalkan hukuman. Karena itu adalah hak keluarga korban, dan hukuman itu adalah ketetapan dari Allah ta’ala. Sehingga di sini ditemukan keadilan, ketika penguasa tidak menentang hukum yang ditetapkan oleh Yang Maha Kuasa. Tugas penguasa dan pemerintah hanya menfasilitasi dan melaksanakan hukum Allah ta’ala.

Sekuat apapun pihak pelaku yang terhukum mati dalam kasus pembunuhan, jika keluarga ahli waris tidak memaafkan, maka hukuman qishash tetap terlaksana. Sebesar apapun tebusan yang akan diberikan pada keluarga korban, tetap tak akan mempengaruhi hukuman qishash.

Namun dalam Islam sangat dianjurkan bagi keluarga atau wali korban untuk memaafkan atau tidak meminta qishash, cukup dengan diyat. Akan lebih baik lagi jika memberi maaf tanpa meminta tebusan sama sekali. Tentu tanpa mengesampingkan hak keluarga korban. Kita tentu harus obyektif, tidak hanya memandang orang yang terhukum mati, tapi hak korban juga harus diperhatikan.

Qishash sebagai Penebus Dosa

Hukum qishash dalam Islam bukan hanya sekedar hukuman, namun sebagai penutup perkara dan pembersih dosa bagi si pelaku pembunuhan. Sehingga di akhirat nanti, pelaku terbebas dari siksaan yang lebih berat di neraka akibat dosa membunuh yang dilakukannya. Dalam kata lain, pelaku telah dihapuskan dosanya dengan qishash dan mendapatkan rahmat Allah, insya Allah.

مَنْ أَصَابَ ذَنْبًا أُقِيمَ عَلَيْهِ حَدُّ ذَلِكَ الذَّنْبِ فَهُوَ كَفَّارَتُهُ

Artinya,“Barang siapa melakukan dosa yang telah ditegakkan had atas dosa tersebut, itu menjadi penebus baginya.” (HR. Ahmad no. 21876)

Dalam hukum qishash tidak sesederhana yang dibayangkan, untuk kasus pembunuhan seperti yang dilakukan para terhukum mati, urusan nyawa dibayar nyawa melewati proses yang cukup berliku. Jika terbukti membunuh dengan sengaja maka, syarat meminta qishash adalah seluruh wali korban pembunuhan sepakat untuk menuntut qishash, jika ada salah satu yang memaafkan maka gugurlah permintaan qishash.

Demikianlah hukum qishash yang menyimpan banyak hikmah. Kita tidak akan mengetahui berapa banyak hikmah dalam qishash kecuali kita memberlakukannya. Sehingga tidak ada orang kuat yang menganiaya orang lemah. Hukum menjadi adil karena bukan milik penguasa, namun hukum adalah milik Yang Maha Kuasa. Wallahu ‘alam bish showab.

Penulis: Zamroni
Editor: Arju

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

KOKAM: Nonton Film G30S PKI Penting untuk Pelajari Sejarah Kelam Indonesia

KOKAM menilai menonton film G30S PKI penting bagai anak bangsa dalam rangka mempelajari sejarah kelam Indonesia

Kamis, 27/09/2018 18:54 0

Suriah

AS Sedang Mempersiapkan Perang Terbuka di Suriah

"Hari ini ada lima tentara yang dihadapi di Suriah, dan insiden baru-baru ini menunjukkan bahwa risiko perang regional adalah ancaman nyata," pungkasnya.

Kamis, 27/09/2018 17:31 0

Indonesia

KOKAM Gelar Nonton Bareng G30S/PKI di Berbagai Daerah

Komandan Nasional KOKAM, Mashuri Masyhuda mengatakan bahwa jajarannya akan menggelar nonton bareng film G30S/PKI

Kamis, 27/09/2018 17:21 0

Indonesia

Terkendala Hak Tayang, TV One Tak Bisa Tayangkan Film G30S PKI

TVOne tak bisa menayngkan film G30S PKI karena terkendala hak tayang

Kamis, 27/09/2018 16:44 1

Yaman

Krisis Yaman, Satu Anak Meninggal Setiap Sepuluh Menit Akibat Kelaparan

Krisis Yaman, Satu Anak Meninggal Setiap Sepuluh Menit Akibat Kelaparan

Kamis, 27/09/2018 15:37 1

Amerika

Pendiri Blackwater: Misi Pentagon di Afghanistan Gagal Total

Prince mengatakan, “Rencana dan strategi baru tersebut diumumkan Presiden Trump setahun yang lalu, dan dilaksanakan oleh para jenderal yang masih bertugas saat ini, yaitu strategi ‘memperkuat strategi sebelumnya’ yang sudah gagal, dan selanjutnya terus mengalami kegagalan.”

Kamis, 27/09/2018 13:41 0

Indonesia

Sejarah Pemberontakan PKI Perlu Ditulis Ulang dari Kacamata Umat Islam

Generasi muda hari ini banyak disuguhi sejarah pemberontakan PKI dari kacamata Orde Baru. Menurut Peneliti dari Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII) jika menggunakan sudut pandang Orde Baru, umat Islam tidak sepenuhnya sepakat.

Kamis, 27/09/2018 13:12 0

Indonesia

Ustadz Abdul Somad: Jangan Berkelahi Hanya Karena Hal Sepele

Dalam kesempatan di kajian subuh itu, Ustadz Abdul Shomad menyampaikan tentang peran Islam terhadap negara Indonesia.

Kamis, 27/09/2018 12:45 0

Palestina

Kekerasan Meningkat, PBB Peringatkan Perang Baru Meletus di Gaza

"Situasi di lapangan memburuk dengan cepat, dan ketegangan di Tepi Barat dan Gaza meningkat," kata Mladenov kepada BBC.

Kamis, 27/09/2018 08:44 0

Suriah

SOHR: Rezim Assad Pindahkan Ratusan Anggota ISIS ke Idlib

Mereka diturunkan di lokasi-lokasi dekat wilayah kontrol pejuang Islam yang aktif di Idlib.

Kamis, 27/09/2018 08:20 0

Close