... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Dituding Rencanakan Aksi Bom, 9 Muslim Pattani Dipenjara Pemerintah Thailand

Foto: Muslim Pattani di Thailand selatan.

KIBLAT.NET, Bangkok – Pengadilan Thailand menjatuhkan vonis penjara kepada sembilan pemuda muslim dari wilayah Pattani, Thailand selatan, Selasa (25/09/2018). Mereka dituding merencanakan aksi pemboman menggunakan mobil di ibu kota Bangkok. Aktivis HAM mengatakan bahwa mereka mengalami penyiksaan agar menerima dakwaan tersebut.

Pengadilan Pidana Ratchada di Bangkok menjatuhkan vonis empat tahun penjara terhadap 9 dari 14 terdakwa karena keterlibatan dengan kelompok kriminal bawah tanah. Sementara satu dari mereka menghadapi enam tahun penjara karena kepemilikan “budu” karena dianggap sebagai bahan peledak. Menurut masyarakat Melayu, “budu” adalah sejenis sambal kecap yang dikemas dalam sebuah botol.

Kasus ini bermula pada tahun 2016, sebanyaknya 50 warga muslim Thailand selatan yang sebagian besar adalah mahasiswa di Universitas Ramkhamhaeng di Bangkok, ditangkap dalam operasi sweping polisi-militer pada 10 Oktober 2016 silam. Sejumlah orang dibebaskan namun 14 orang ditangkap kembali pada bulan berikutnya.

Proses pengadilan berlangsung hampir 2 tahun, dengan seluruh terdakwa ditangkap tanpa jaminan. Mereka dituding terlibat jaringan kelompok kriminal bawah tanah dan kepemilikan “budu”.

Aktivis media sosial mengkampanyekan bahwa budu bukan bom.

Menurut pengakuan tujuh dari 14 terdakwa, mereka mengalami penyiksaan secara fisik dalam tahanan. Mereka juga dipaksa mengakui perbuatan yang tidak mereka lakukan. Hal ini dikatakan oleh pengacara Adilan dan aktivis dari Cross Cultural Foundation.

“Tingkat siksaan yang dikatakan oleh orang-orang ini bervariasi,” kata Pornpen Khongkachonkiet dari Cross Cultural Foundation. “Mereka mengatakan telah dipukul, dikunci di kepala, dan disiram atau disemprot dengan air dan dikunci di kamar yang dingin,” tambahnya.

BACA JUGA  Omnibus Law: Pesta Oligarki di Tengah Pandemi

Salah satu dari mereka yang awalnya ditahan, Tarmizi Tohtayong, menggambarkan di pengadilan bagaimana dia ditutup matanya dan dipukuli sampai menandatangani pengakuan sebelum dia dibebaskan. Ketika dia ditahan lagi, dia membantah terlibat dalam merencanakan pemboman. Tapi setelah itu dia kemudian disiram dengan air dan dimasukkan di ruangan yang sangat dingin selama berhari-hari sampai dia mengaku lagi. Tarmizi tidak bisa mengerti bahasa Thailand, tetapi dijanjikan akan dibebaskan begitu dia menandatangani dokumen.

“Itu hanya karena kami berasal dari provinsi-provinsi selatan (Patani). Itu saja yang mereka lihat dari kami -mereka fobia terhadap muslim Patani dari selatan jauh. Ketika kami berbicara kebenaran, tidak ada yang percaya kami. Itu melelahkan. Sangat melelahkan,” kata Hanila Der Lamat, ibu dari seorang terdakwa bernama Ussamal Gatehhayee.

Warga Pattani di Thailand selatan telah hidup di bawah kondisi darurat militer dengan mengabaikan HAM yang memungkinkan aparat bertindak sewenang-wenang. Menurut laporan Monitoring and Fact Finding Situation in Deep South Thailand report 2016-2017, sebanyak 382 kasus embunuhan di luar hukum tercatat dalam kurun waktu 2004-2017 di wilayah tersebut. Seperti dilapor oleh Tidak satu pun pejabat dan aparat keamanan Thailand yang pernah dihukum karena pembunuhan dan penyiksaan tahanan di luar hukum di pengadilan.

Sumber: Pracathai, Benar News, Washington Post
Redaktur: Ibas Fuadi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Busyro Muqoddas: Demokrasi dalam Titik Nadir, Hasilkan Sistem Korup

"Demokrasi formil tapi praktiknya formil plus transaksional, menghasilkan sistem yang korup. Walaupun tidak semuanya korup, tapi sistem itu korup," kata Busyro.

Rabu, 26/09/2018 15:29 0

Indonesia

Bolehkan Bekas Napi Koruptor Nyaleg, MA Langgar 2 Undang-undang

Bolehkan Bekas Napi Koruptor Nyaleg, MA Dinilai Langgar 2 Undang-undang

Selasa, 25/09/2018 20:32 0

Opini

HAM Dipasung, Indonesia Beralih dari Negara Hukum?

Aksi mahasiswa untuk memberi warning kepada pemerintah tak selalu berjalan mulus. Mereka kerap mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari pihak keamanan yang mengawal jalannya demonstrasi.

Selasa, 25/09/2018 19:55 0

Indonesia

Beredar Video Pintu Istiqlal Ditutup, Begini Penjelasan Pengurus Masjid

Beredar video di media sosial yang menggambarkan pintu masjid Istiqlal, Jakarta ditutup.

Selasa, 25/09/2018 15:33 0

Hoax Buster

Hoax Video Suporter Bobotoh Teriak Kalimat Tauhid Saat Keroyok Haringga

"Tidak ada, jangan membawa isu apapun dalam kejadian ini," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Barat, Komisaris Besar Trunoyudho Wisnu Andiko.

Selasa, 25/09/2018 13:22 0

Tazkiyah

Masih Mau Menyombongkan Diri Setelah Baca Kisah Ini?

Pemuda itu menjawab,"Dahulu aku menyombongkan diri di tempat yang seharusnya orang merendahkan diri, dan kini aku dihinakan Allah di tempat dimana banyak orang yang menyombongkan diri."

Selasa, 25/09/2018 13:00 0

Indonesia

KAMMI Sumut: Tindakan Polisi ke Mahasiswa di Ambang Batas Kewajaran

Ia menegaskan, saat itu mahasiswa tidak membawa senjata apapun melainkan hanya menyampaikan aspirasi mahasiswa kepada pemerintah agar mengurus negara dengan baik.

Selasa, 25/09/2018 11:01 0

Info Event

Diuji Penyakit Bersamaan, Pasangan Pengajar Al-Quran di Lombok Butuh Uluran Tangan

Ilham (42) satu diantara 390.529 jiwa juga mengalaminya, bersama sang istri Nur Hayati (45) tidak bisa beranjak dari rumah ketika gempa berkekuatan 7.0 SR melanda Lombok (5/9) lalu, pukul 19:46 WITA

Selasa, 25/09/2018 07:50 0

Video Kajian

Hamba dengan Derajat Tinggi di Surga – Ust. Abu Rusydan

KIBLAT.NET – Ada seorang hamba yang akan diangkat derajatnya 100 kali lebih tinggi dari yang...

Selasa, 25/09/2018 03:12 0

Tarbiyah Jihadiyah

Beramal Sholeh untuk Tujuan Duniawi

Dewasa ini kita sering mendapati anjuran untuk mengerjakan sebuah amalan sholeh, entah itu sholat dhuha, sedekah, sholat tahajjud dan amalan sholeh lainnya, namun seringkali diming-imingi oleh manfaat dunia. “Sholat dhuhalah, niscaya bisnis anda meningkat.” “Sedekahlah, niscaya omset usaha anda bertambah.”

Senin, 24/09/2018 21:00 0

Close
CLOSE
CLOSE