... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Busyro Muqoddas: Demokrasi dalam Titik Nadir, Hasilkan Sistem Korup

Foto: Ketua Bidang Hukum PP Muhammadiyah, M. Busyro Muqoddas

KIBLAT.NET, Jakarta – Menyusul putusan Mahkamah Agung yang membolehkan mantan napi tipikor menjadi calon legislatif, Ketua Bidang Hukum PP Muhammadiyah, M. Busyro Muqoddas angkat suara. Menurutnya, jika nantinya para mantan napi tipikor tersebut terpilih kembali, akan menyebabkan hal serius.

“Kondisi demokrasi di Indonesia saat ini berada pada titik nadir. Demokrasi formil tapi praktiknya formil plus transaksional, menghasilkan sistem yang korup. Walaupun tidak semuanya korup, tapi sistem itu korup, sehingga yang dikorupsi adalah infrastruktur-infrastruktur termasuk PLN. Itu kan membahayakan. APBN digasak, infrastruktur digasak, perubahan APBN digasak,” kata Busyro usai diskusi publik yang digelar di gedung Muhammadiyah Pusat pada Selasa (25/09/2018).

Menurut Busyro, tengah terjadi krisis multidimensional yang bermula dari partai politik. Dia pun menyebut partai politik telah kehilangan kepekaan moral dan kepekaan sosial ketika membiarkan calon-calon yang bermasalah untuk maju dalam pemilihan legislatif. Dalam kesempatan yang sama, dia juga menyebut masyarakat mestinya bangkit dari kesenyapan dalam menanggapi hal ini, terutama yang berasal dari perguruan tinggi.

“Ini dimulai dari parpol, jadi sumber permasalahannya parpol. Saya orang kampus, tapi melihat situasi kampus kita negeri atau swasta senyap, terlalu lama senyap. Mestinya sebagai kekuatan kritis itu melihat situasi sekarang ini sudah harus memberikan sikap-sikap yang akademis, yang akuntabel, yang profesional. Termasuk misalnya memproyeksi, kira-kira seperti apa wajah demokrasi sehabis pemilu mendatang,” ujarnya.

BACA JUGA  Pahit Manis Kisah Perjalanan Pesepeda Asal Lampung Menuju Reuni 212

Secara konseptual, lanjut Busyro menjelaskan, demokrasi Indonesia tidak bisa cukup dengan demokrasi jalanan, demokrasi marah, pengarahan massa, dan perang medsos. Dia pun memilih demokrasi dengan membangun tradisi intelektualisme melalui diskusi.

“Nah, diskusi dengan pendekatan intelektualisme ini menjadi penting ketika bacaan-bacaan kita tentang korupsi itu bukan saja kehilangan ruh intelektualisme. Tetapi juga kehilangan arah, mengalami disorientasi. Diskusi ini memberikan persepektif kepada kami, kepada kita,” pungkasnya.

Reporter: Qoid
Editor: M. Rudy

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Eropa

Makin Banyak Penduduk Norwegia yang Masuk Islam, Ini Alasannya

Jumlah penduduk Norwegia yang memeluk Islam meningkat menjadi setidaknya 3.000 dalam beberapa tahun terakhir.

Rabu, 26/09/2018 15:00 0

Arab Saudi

Liga Muslim Dunia Luncurkan Sistem Identifikasi Halal Canggih

Liga Muslim Dunia/ Muslim World League (MWL) meluncurkan sistem identifikasi halal canggih yang akan menjamin bahwa semua produk daging yang diekspor ke Arab Saudi dan sejumlah negara lain memenuhi standar Syariah.

Rabu, 26/09/2018 10:24 0

Afghanistan

Serangan Jet Afghanistan Hantam Rumah Guru Sekolah, 9 Sipil Tewas

"Kami mengingatkan semua pihak yang berkonflik untuk memenuhi kewajiban mereka melindungi warga sipil dari bahaya," kata pernyataan UNAMA.

Rabu, 26/09/2018 09:20 0

Iran

Serangan di Ahwaz, Saudi Tolak Tuduhan Iran

Arab Saudi menolak tudingan Iran mendukung militan yang menewaskan 25 tentara Garda Revolusi Iran dalam parade militer akhir pekan lalu.

Rabu, 26/09/2018 08:47 0

Suriah

Komplotan Penculik Ciptakan Ketakutan Warga di Idlib

Mereka meminta tebusan ratusan dolar kepada keluarga korban

Rabu, 26/09/2018 07:40 0

Myanmar

Bantai Muslim Rohingya, Panglima Militer Myanmar “Dicari” di Jelang Sidang Umum PBB

Bantai Muslim Rohingya, Panglima Militer Myanmar "Dicari" di Jelang Sidang Umum PBB

Selasa, 25/09/2018 21:12 0

Opini

HAM Dipasung, Indonesia Beralih dari Negara Hukum?

Aksi mahasiswa untuk memberi warning kepada pemerintah tak selalu berjalan mulus. Mereka kerap mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari pihak keamanan yang mengawal jalannya demonstrasi.

Selasa, 25/09/2018 19:55 0

Hoax Buster

Hoax Video Suporter Bobotoh Teriak Kalimat Tauhid Saat Keroyok Haringga

"Tidak ada, jangan membawa isu apapun dalam kejadian ini," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Barat, Komisaris Besar Trunoyudho Wisnu Andiko.

Selasa, 25/09/2018 13:22 0

Tazkiyah

Masih Mau Menyombongkan Diri Setelah Baca Kisah Ini?

Pemuda itu menjawab,"Dahulu aku menyombongkan diri di tempat yang seharusnya orang merendahkan diri, dan kini aku dihinakan Allah di tempat dimana banyak orang yang menyombongkan diri."

Selasa, 25/09/2018 13:00 0

Palestina

Tentara Israel Tembaki Demonstran Gaza, Satu Gugur

Seorang juru bicara militer mengatakan tentara menghadapi kondisi itu sebagaimana menanggapi serangan.

Selasa, 25/09/2018 08:40 0

Close