... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

HTS Masih Kaji Kesepakatan Turki-Rusia

Foto: Bendera HTS

KIBLAT.NET, Idlib – Hai’ah Tahrir Al-Syam (HTS), faksi Islamis yang memegang kendali banyak wilayah di Idlib, masih mengkaji kesepakatan Turki-Rusia atas wilayah terakhir oposisi di Suriah utara. Dalam waktu dekat, HTS akan mengeluarkan pernyataan resmi menyikapi kesepakatan dua Negara penjamin itu.

Direktur Hubungan Media HTS, Imaduddin Mujahid, Senin (24/09), mengungkapkan kepada Al-Quds Al-Araby bahwa Dewan Syura HTS masih bermusyawarah menentukan sikap perjanjian yang disepakati di Kota Sochi, Rusia, tersebut. Permasalahan ini sangat sensitive dan perlu pengkajian mendalam.

Ia menambahkan, gerakan akan mengeluarkan pernyataan resmi setelah musyawarah selesai. Dia menyebut, pernyataan itu akan dikeluarkan dalam beberapa hari ke depan.

Mujahid menegaskan bahwa senjata merupakan garis merah. Artinya, HTS akan menolak menyerahkan senjata dalam kesepakatan tersebut.

Menurut bocoran informasi dari dalam gerakan jihadis di Idlib, HTS tengah menetapkan garis besar untuk menyetuji kesepakatan Turki-Rusia. Paling inti, menolak penyerahan senjata berat dan masalah eksodus pengungsi di Suriah utara.

Sejumlah pengamat melihat, keterlambatan HTS mengeluarkan pernyataan resmi menyikapi kesepakatan Rusia-Turki karena ada perbedaan pandangan di internal. HTS berupaya mencari solusi terbaik yang tidak melenceng dari gari-garis yang mereka yakini.

Sebelumnya, kelompok jihadis Tandzim Hurrasuddin menyatakan menolak kesepakatan Rusia-Turki. Sementara kelompok-kelompok Free Syrian Army (FSA) menerima namun menolak menyerahkan senjata.

Sumber: Al-Quds Al-Araby
Redaktur: Sulhi El-Izzi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video Kajian

Hamba dengan Derajat Tinggi di Surga – Ust. Abu Rusydan

KIBLAT.NET – Ada seorang hamba yang akan diangkat derajatnya 100 kali lebih tinggi dari yang...

Selasa, 25/09/2018 03:12 0

Tarbiyah Jihadiyah

Beramal Sholeh untuk Tujuan Duniawi

Dewasa ini kita sering mendapati anjuran untuk mengerjakan sebuah amalan sholeh, entah itu sholat dhuha, sedekah, sholat tahajjud dan amalan sholeh lainnya, namun seringkali diming-imingi oleh manfaat dunia. “Sholat dhuhalah, niscaya bisnis anda meningkat.” “Sedekahlah, niscaya omset usaha anda bertambah.”

Senin, 24/09/2018 21:00 0

Analisis

Menanti Takdir Idlib Setelah Kesepakatan Erdogan-Putin

Menanti Takdir Idlib Setelah Kesepakatan Erdogan-Putin. Nasib oposisi mungkin seperti di Aleppo dan Dar'a bila bergantung pada negosiasia Turki dan Rusia.

Senin, 24/09/2018 17:27 0

Tazkiyah

Ketika Khalifah Umar bin Khattab Tidak Didengarkan Rakyatnya

Pada suatu hari, Amirul Mukminin Umar bin Khattab naik ke mimbar dengan mengenakan pakaian rangkap dua. Ia berkata,"Wahai segenap manusia, tidakkah kalian mendengarkan?".

Senin, 24/09/2018 15:01 0

Indonesia

Tengku Zulkarnain: Polri Bukan Alat untuk Gebuk Mahasiswa

Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Tengku Zulkarnain menyayangkan tindakan kekerasan aparat kepolisian terhadap mahasiswa di Medan.

Senin, 24/09/2018 09:57 0

Indonesia

GTA Serahkan Bangunan Masjid dan Sekolah untuk Korban Gempa Lombok

Lembaga kemanusiaan Griya Tabungan Akhirat (GTA) menyerahkan bangunan masjid dan sekolah semi permanen kepada warga korban gempa

Senin, 24/09/2018 09:39 0

Indonesia

GTA Salurkan Bantuan ke Dusun Terisolir di Lombok Utara

Dusun Serui adalah kawasan terpencil yang berjarak kurang lebih 15 km dari Tanjung, Kabupaten Lombok Utara.

Senin, 24/09/2018 09:08 0

Manhaj

Wilayatul Faqih, Agenda Politik Kaum Syiah

Khomeini menarasikan konsep ini dan mengajak para pengikutnya untuk meyakini pentingnya mendirikan Negara yang dipimpin oleh wakil dari Imam Ghaib.

Ahad, 23/09/2018 13:33 1

Indonesia

Saling Tolak di Masyarakat Dinilai Karena Lemahnya Penegakan Hukum

Ia juga menyebutkan bahwa penolakan Ustadz Abdul Somad di berbagai tempat tidak semua diproses hukum. Maka, ia menilai wajar jika masyarakat Sumatera pun melakukan penolakan.

Ahad, 23/09/2018 12:31 0

Indonesia

Wasekjen MUI Minta GP Ansor Berhenti Buat Kegaduhan ke Pihak Berseberangan

"Kalau dia ngusir di sini nanti dia diusir juga dia di tempat lain. Kalau di Jawa mengusir, nanti dia di Sumatera diusir. Jadi apa negara kita kalau begini ceritanya," katanya,

Ahad, 23/09/2018 11:11 0

Close