... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Suara Pembaca

HAM Dipasung, Indonesia Beralih dari Negara Hukum?

Foto: Demo di gedung DPRD Sumut.

KIBLAT.NET – Kebebasan berkumpul, berserikat dan mengeluarkan pendapat sudah akrab di telinga masyarakat Indonesia. Aturan tersebut dicantumkan dalam pasal 28E ayat (3) UUD 1945. Artinya, setiap warga negara bebas untuk menyuarakan pendapatnya, baik untuk mengkritisi pemerintah ataupun mendukung kebijakan pemerintah.

Salah satu elemen yang kerap menyuarakan pendapat adalah mahasiswa. Di Indonesia, sejarah mencatat bahwa mahasiswa lah yang melakukan pergerakan pada tahun 1998 sehingga mampu menumbangkan rezim orde baru yang dianggap otoriter.

Hingga saat ini, mahasiswa masih aktif untuk selalu mengontrol kebijakan pemerintah. Baik soal nilai tukar rupiah yang anjlok, mahalnya bahan pokok, naiknya Bahan Bakar Minyak (BBM) dan sebagainya.

Namun, aksi mahasiswa untuk memberi warning kepada pemerintah tak selalu berjalan mulus. Mereka kerap mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari pihak keamanan yang mengawal jalannya demonstrasi. Tak jarang para mahasiswa menerima kekerasan dengan menggunakan pentungan.

Sebagai contoh yaitu sikap polisi terhadap mahasiswa yang melakukan aksi mengkritik pemerintahan Jokowi-JK di depan gedung DPRD Sumatera Utara pada 20 September lalu. Menurut pengakuan Ketua Umum KAMMI WIilayah Sumatera Utara, Mangaraja Harahap, banyak mahasiswa yang menjadi korban.

“Kepala mahasiswa berdarah, mukanya perempuan yang ikut aksi berdarah, jidat mahasiswa dipukuli pakai pentungan. Yang sempat dibawa ke rumah sakit ada 10 orang untuk dirawat. Selebihnya dirawat di tempat oleh teman-temannya. Belum lagi yang babak belur badan dan wajah mahasiswa,” tuturnya.

BACA JUGA  Hijrah Fest; Menangkap Dunia yang Berubah

Anehnya sebelum aksi, ternyata ada sekelompok massa pro pemerintah yang juga melakukan demonstrasi dan beberapa dari massa tersebut membawa balok. Setelah melakukan aksi, mereka tetap berada di tempat dan melakukan provokasi terhadap mahasiswa. Bentrokan pun pecah, polisi akhirnya melakukan kekerasan terhadap mahasiswa.

Tentu tindakan kepolisian tersebut sudah tidak sesuai prosedur dan melanggar HAM. Dalam sebuah negara yang menjunjung tinggi HAM seperti Indonesia, hukum seharusnya mengawal setiap warga negara yang sedang menjalankan haknya.

Maka, saat itu tugas polisi adalah menghargai orang yang sedang menjalankan haknya, yaitu berdemonstrasi. Artinya, saat itu penegak hukum seharusnya mengawal mahasiswa dan membubarkan massa pro Jokowi karena mereka sudah melakukan provokasi. Bukan sebaliknya.

Jika demikian terus berlanjut, Indonesia bukan lagi Rechtstaat (negara hukum.red), tapi telah bergeser ke machstaat (negara kekuasaan.red). Dan jika sudah berpindah ke machstaat, yang berlaku adalah hukum rimba, tanpa mempedulikan HAM. Siapa yang kuat dia menang, siapa memiliki kekuasaan dia dapat menaklukkan.

Tentu ini sangat berbahaya karena berpotensi terjadi konflik antara rakyat dan penguasa. Maka, sudah seharusnya pihak penegak hukum memperbaiki regulasinya dalam mengawal masyarakat yang sedang menjalankan haknya sebagai warga negara.

Penulis: Taufiq Ishaq

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Beredar Video Pintu Istiqlal Ditutup, Begini Penjelasan Pengurus Masjid

Beredar video di media sosial yang menggambarkan pintu masjid Istiqlal, Jakarta ditutup.

Selasa, 25/09/2018 15:33 0

Hoax Buster

Hoax Video Suporter Bobotoh Teriak Kalimat Tauhid Saat Keroyok Haringga

"Tidak ada, jangan membawa isu apapun dalam kejadian ini," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Barat, Komisaris Besar Trunoyudho Wisnu Andiko.

Selasa, 25/09/2018 13:22 0

Tazkiyah

Masih Mau Menyombongkan Diri Setelah Baca Kisah Ini?

Pemuda itu menjawab,"Dahulu aku menyombongkan diri di tempat yang seharusnya orang merendahkan diri, dan kini aku dihinakan Allah di tempat dimana banyak orang yang menyombongkan diri."

Selasa, 25/09/2018 13:00 0

Indonesia

KAMMI Sumut: Tindakan Polisi ke Mahasiswa di Ambang Batas Kewajaran

Ia menegaskan, saat itu mahasiswa tidak membawa senjata apapun melainkan hanya menyampaikan aspirasi mahasiswa kepada pemerintah agar mengurus negara dengan baik.

Selasa, 25/09/2018 11:01 0

Palestina

Tentara Israel Tembaki Demonstran Gaza, Satu Gugur

Seorang juru bicara militer mengatakan tentara menghadapi kondisi itu sebagaimana menanggapi serangan.

Selasa, 25/09/2018 08:40 0

Info Event

Diuji Penyakit Bersamaan, Pasangan Pengajar Al-Quran di Lombok Butuh Uluran Tangan

Ilham (42) satu diantara 390.529 jiwa juga mengalaminya, bersama sang istri Nur Hayati (45) tidak bisa beranjak dari rumah ketika gempa berkekuatan 7.0 SR melanda Lombok (5/9) lalu, pukul 19:46 WITA

Selasa, 25/09/2018 07:50 0

Suriah

Suriah dan Cina Teken Kerjasama Pulihkan Situs Arkeologi

KIBLAT.NET, Damaskus – Rezim Suriah menandatangani nota kesepahaman dengan Cina untuk memulihkan situs arkeologi di...

Selasa, 25/09/2018 07:17 0

Suriah

HTS Masih Kaji Kesepakatan Turki-Rusia

Mujahid menegaskan bahwa senjata merupakan garis merah. Artinya, HTS akan menolak menyerahkan senjata dalam kesepakatan tersebut.

Selasa, 25/09/2018 05:43 0

Video Kajian

Hamba dengan Derajat Tinggi di Surga – Ust. Abu Rusydan

KIBLAT.NET – Ada seorang hamba yang akan diangkat derajatnya 100 kali lebih tinggi dari yang...

Selasa, 25/09/2018 03:12 0

Tarbiyah Jihadiyah

Beramal Sholeh untuk Tujuan Duniawi

Dewasa ini kita sering mendapati anjuran untuk mengerjakan sebuah amalan sholeh, entah itu sholat dhuha, sedekah, sholat tahajjud dan amalan sholeh lainnya, namun seringkali diming-imingi oleh manfaat dunia. “Sholat dhuhalah, niscaya bisnis anda meningkat.” “Sedekahlah, niscaya omset usaha anda bertambah.”

Senin, 24/09/2018 21:00 0

Close