... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Bantai Muslim Rohingya, Panglima Militer Myanmar “Dicari” di Jelang Sidang Umum PBB

Foto: Jenderal Militer Myanmar Dicari di New York Jelang Sidang Umum PBB

KIBLAT.NET, New York – Gambar Jenderal Senior Myanmar Min Aung Hlaing terpampang di beberapa titik di New York jelang pelaksanaan Sidang Umum PBB. Dia dianggap bertanggung jawab atas pe,bunuhan massal terhadap etnis muslim Rohingya.

Foto-foto “Wanted” Min Aung Hlaing, Panglima Militer Myanmar yang bertanggung jawab atas kekejaman terhadap Rohingya dipajang di berbagai titik di New York. Hal itu merupakan bagian dari kampanye Amnesty International untuk meminta akuntabilitas atas kejahatan kemanusiaan yang terjadi di Myanmar.

Kampanye tersebut dilaksanakan untuk menyambut para pemimpin dunia, termasuk perwakilan dari pemerintah Myanmar, yang bertemu di New York minggu ini dalam sesi sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNGA) ke-73.

Sekretaris Jenderal Amnesty International Kumi Naidoo mengatakan Jenderal Senior Min Aung Hlaing bertanggung jawab atas kejahatan terhadap kemanusiaan di Myanmar. “Dia berada di puncak rantai komando dalam berbagai operasi pembunuhan, pemerkosaan, penyiksaan, dan pembakaran desa oleh tentara Myanmar yang memaksa ratusan ribu orang melarikan diri dari rumah mereka,” ujar Naidoo dalam keterangan pers yang diterima Kiblat.net, Selasa (25/09/2018).

“Pasukannya juga telah melakukan kejahatan perang terhadap warga sipil etnis minoritas di Myanmar bagian utara, di mana konflik terus berlangsung. Kami ingin para pemimpin dunia mengingat wajah Min Aung Hlaing di benak mereka minggu ini ketika mereka membahas langkah-langkah selanjutnya untuk akuntabilitas,” imbuhnya.

Naidoo menyebut sudah terlalu lama Min Aung Hlaing berhasil keluar dari sorotan dan melarikan diri dari perhatian internasional. Dia semestinya bertanggungjawab terhadap banyak kejahatan terhadap etnis muslim Rohingya. “Sekarang saatnya untuk mengekspos semua pihak yang terlibat dalam tragedi kemanusiaan ini, dan memastikan mereka semua dimintai pertanggungjawaban,” tegasnya.

Poster-poster yang dipasang di sekitar New York antara lain berbunyi “Dicari untuk pembunuhan massal, jangan biarkan dia lolos”.

Ada juga poster yang berisi kutipan pernyataan mengerikan dari para penyintas Rohingya. “Saya mendengar tangisan bayi, lalu mereka menembak, dan seketika suasana hening,” kata seorang wanita Rohingya berusia 45 tahun. Wanita ini mengacu pada cucunya yang berusia tujuh bulan, yang tewas dibunuh oleh tentara pada bulan Agustus 2017.

Penelitian yang dilakukan oleh Amnesty International menunjukkan bahwa banyak kejahatan yang dilakukan terhadap wanita, pria dan anak-anak Rohingya, sebelumnya telah direncanakan dan diatur di tingkat tertinggi dalam militer Myanmar. Mustahil bagi struktur komando militer Myanmar yang dipimpin oleh Min Aung Hlaing dan pejabat militer senior lainnya, untuk tidak menyadari apa yang terjadi di Negara Bagian Rakhine utara. Namun, mereka gagal mengambil tindakan untuk mencegah maupun menghentikan kejahatan, atau bahkan untuk menghukum orang-orang yang bertanggung jawab.

Bahkan, komandan militer, termasuk Min Aung Hlaing, melakukan perjalanan ke wilayah Rohingya sebelum atau saat operasi pembersihan etnis untuk mengawasi jalannya praktik tersebut dan mendokumentasikan kunjungan mereka di postingan Facebook.

Amnesty International juga mengidentifikasi adanya unit militer tertentu yang beroperasi di bawah komando langsung dari Kantor Perang Min Aung Hlaing yang berada di Negara Bagian Rakhine utara sejak bulan Agustus 2017, yang bertanggung jawab atas banyak pelanggaran yang mengerikan terhadap etnis Rohingya.

Amnesty International juga menemukan fakta adanya keterlibatan unit yang sama ini dalam kejahatan perang dan pelanggaran hak asasi manusia lainnya terhadap warga sipil etnis minoritas di Kachin dan Negara Bagian Shan di Myanmar utara.

Amnesty International menyerukan kepada Dewan Keamanan PBB untuk merujuk situasi di Myanmar ke Pengadilan Kriminal Internasional tanpa penundaan. “Para pemimpin dunia harus mengingat wajah Min Aung Hlaing di ingatan mereka,” kata Kumi Naidoo.

“Aung Min Hlaing dan jajarannya memimpin pasukan untuk melakukan kejahatan yang mengerikan di bawah hukum internasional,inilah saatnya bagi mereka untuk menghadapi keadilan,” pungkasnya.

Reporter: Imam S.
Editor: Wildan Mustofa


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Bolehkan Bekas Napi Koruptor Nyaleg, MA Langgar 2 Undang-undang

Bolehkan Bekas Napi Koruptor Nyaleg, MA Dinilai Langgar 2 Undang-undang

Selasa, 25/09/2018 20:32 0

Opini

HAM Dipasung, Indonesia Beralih dari Negara Hukum?

Aksi mahasiswa untuk memberi warning kepada pemerintah tak selalu berjalan mulus. Mereka kerap mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari pihak keamanan yang mengawal jalannya demonstrasi.

Selasa, 25/09/2018 19:55 0

Indonesia

Beredar Video Pintu Istiqlal Ditutup, Begini Penjelasan Pengurus Masjid

Beredar video di media sosial yang menggambarkan pintu masjid Istiqlal, Jakarta ditutup.

Selasa, 25/09/2018 15:33 0

Hoax Buster

Hoax Video Suporter Bobotoh Teriak Kalimat Tauhid Saat Keroyok Haringga

"Tidak ada, jangan membawa isu apapun dalam kejadian ini," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Barat, Komisaris Besar Trunoyudho Wisnu Andiko.

Selasa, 25/09/2018 13:22 0

Tazkiyah

Masih Mau Menyombongkan Diri Setelah Baca Kisah Ini?

Pemuda itu menjawab,"Dahulu aku menyombongkan diri di tempat yang seharusnya orang merendahkan diri, dan kini aku dihinakan Allah di tempat dimana banyak orang yang menyombongkan diri."

Selasa, 25/09/2018 13:00 0

Indonesia

KAMMI Sumut: Tindakan Polisi ke Mahasiswa di Ambang Batas Kewajaran

Ia menegaskan, saat itu mahasiswa tidak membawa senjata apapun melainkan hanya menyampaikan aspirasi mahasiswa kepada pemerintah agar mengurus negara dengan baik.

Selasa, 25/09/2018 11:01 0

Info Event

Diuji Penyakit Bersamaan, Pasangan Pengajar Al-Quran di Lombok Butuh Uluran Tangan

Ilham (42) satu diantara 390.529 jiwa juga mengalaminya, bersama sang istri Nur Hayati (45) tidak bisa beranjak dari rumah ketika gempa berkekuatan 7.0 SR melanda Lombok (5/9) lalu, pukul 19:46 WITA

Selasa, 25/09/2018 07:50 0

Video Kajian

Hamba dengan Derajat Tinggi di Surga – Ust. Abu Rusydan

KIBLAT.NET – Ada seorang hamba yang akan diangkat derajatnya 100 kali lebih tinggi dari yang...

Selasa, 25/09/2018 03:12 0

Tarbiyah Jihadiyah

Beramal Sholeh untuk Tujuan Duniawi

Dewasa ini kita sering mendapati anjuran untuk mengerjakan sebuah amalan sholeh, entah itu sholat dhuha, sedekah, sholat tahajjud dan amalan sholeh lainnya, namun seringkali diming-imingi oleh manfaat dunia. “Sholat dhuhalah, niscaya bisnis anda meningkat.” “Sedekahlah, niscaya omset usaha anda bertambah.”

Senin, 24/09/2018 21:00 0

Analisis

Menanti Takdir Idlib Setelah Kesepakatan Erdogan-Putin

Menanti Takdir Idlib Setelah Kesepakatan Erdogan-Putin. Nasib oposisi mungkin seperti di Aleppo dan Dar'a bila bergantung pada negosiasia Turki dan Rusia.

Senin, 24/09/2018 17:27 0

Close