... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Komnas HAM Malaysia Bantah Dukung Pernikahan Sejenis

Foto: LGBT

KIBLAT.NET, Kuala Lumpur- Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) atau Suruhanjaya Hak Asasi Manusia Malaysia (Suhakam) membantah telah mendukung pernikahan sesama jenis. Suhakam menyatakan bahwa hanya memperjuangkan hak asasi manusia bukan pernikahan sejenis.

“Merujuk beberapa laporan media yang memberi gambaran negatif seolah-olah Suhakam memperjuangkan perkawinan sejenis atau homoseksual di Malaysia. Dengan ini, kami menyatakan bahwa tidak mendukung perkawinan sejenis di Malaysia,” ungkap Ketua Suhakam Malaysia, Tan Sri Razali Ismail di Kuala Lumpur, Ahad (23/09/2018).

Meskipun demikian, Suhakam konsisten pada pendiriannya yaitu tidak ada pihak yang boleh mendiskriminasikan komunitas LGBT, baik atas dasar agama maupun politik. Pasalnya banyak kasus yang menyerang individu mulai dari pelecehan hingga pembunuhan.

“Kami ingin menekankan bahwa semua individu, terlepas dari orientasi seksual atau identitas gender, harus memiliki hak dasar yang sama seperti yang dinyatakan dalam Konstitusi Federal,” katanya.

Sumber: The Star
Redaktur: Syafei Irman


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Tengku Zulkarnain: Polri Bukan Alat untuk Gebuk Mahasiswa

Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Tengku Zulkarnain menyayangkan tindakan kekerasan aparat kepolisian terhadap mahasiswa di Medan.

Senin, 24/09/2018 09:57 0

Indonesia

GTA Serahkan Bangunan Masjid dan Sekolah untuk Korban Gempa Lombok

Lembaga kemanusiaan Griya Tabungan Akhirat (GTA) menyerahkan bangunan masjid dan sekolah semi permanen kepada warga korban gempa

Senin, 24/09/2018 09:39 0

Indonesia

GTA Salurkan Bantuan ke Dusun Terisolir di Lombok Utara

Dusun Serui adalah kawasan terpencil yang berjarak kurang lebih 15 km dari Tanjung, Kabupaten Lombok Utara.

Senin, 24/09/2018 09:08 0

Manhaj

Wilayatul Faqih, Agenda Politik Kaum Syiah

Khomeini menarasikan konsep ini dan mengajak para pengikutnya untuk meyakini pentingnya mendirikan Negara yang dipimpin oleh wakil dari Imam Ghaib.

Ahad, 23/09/2018 13:33 1

Indonesia

Saling Tolak di Masyarakat Dinilai Karena Lemahnya Penegakan Hukum

Ia juga menyebutkan bahwa penolakan Ustadz Abdul Somad di berbagai tempat tidak semua diproses hukum. Maka, ia menilai wajar jika masyarakat Sumatera pun melakukan penolakan.

Ahad, 23/09/2018 12:31 0

Indonesia

Wasekjen MUI Minta GP Ansor Berhenti Buat Kegaduhan ke Pihak Berseberangan

"Kalau dia ngusir di sini nanti dia diusir juga dia di tempat lain. Kalau di Jawa mengusir, nanti dia di Sumatera diusir. Jadi apa negara kita kalau begini ceritanya," katanya,

Ahad, 23/09/2018 11:11 0

Indonesia

Mantan PM Malaysia Najib Razak Dibebaskan Bersyarat

Najib harus membayar uang jaminan senilai 3,5 juta ringgit atau sekitar Rp 12,5 miliar. Jika tak dibayarkan, ia akan dipenjara sebelum kembali menghadap ke meja hijau.

Ahad, 23/09/2018 10:14 0

Indonesia

KPAI Minta Tim Seleksi CPNS Tak Loloskan Bandar Narkoba dan Penjahat Seksual

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta tim seleksi CPNS agar lebih selektif dalam penyeleksian.

Sabtu, 22/09/2018 18:10 0

Indonesia

Ingin Netral, Din Syamsudin Mundur dari Utusan Khusus Presiden

KIBLAT.NET, Jakarta- Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsudin telah mengundurkan diri sebagai utusan khusus...

Sabtu, 22/09/2018 17:41 0

Indonesia

Dalami Kasus Persekusi UAS di Bali, Polisi Periksa Ahli Bahasa dan Pidana

Penyidik Krimsus Polda Bali kali ini memeriksa ahli bahasa Prof Rahayu Sutiarti dan ahli pidana DR Abdul Chair Ramadhan.

Sabtu, 22/09/2018 17:14 0

Close