... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Komandan Tandzim Hurrasuddin Dibunuh Orang Tak Dikenal

KIBLAT.NET, Idlib – Seorang komandan faksi pejuang Suriah, Tandzim Hurrasuddin, dibunuh orang tak dikenal pada Ahad (23/09). Kejadian itu terjadi sehari setelah faksi jihadis itu mengumumkan menolak kesepakatan Turki-Rusia atas Idlib.

Koresponden Enabbaladi.net melaporkan, korban dikenal dengan nama Sayyaf. Ia ditembak di kepala oleh orang tak dikenal di kota Kansfarah di daerah Jabal Zawiyah, pedesaan Idlib.

Sehari sebelum kejadian, Hurrasuddin mengeluarkan pernyataan resmi menolak kesepakatan Turki-Rusia. Mereka beralasan, kesepakatan itu hanya konspirasi besar. Organisasi yang dibentuk belum lama itu pun memperingatkan kejadian di Bosnia, di mana pejuang kalah setelah menyerahkan senjata di bawah kesepakatan yang menguntungkan sementara.

Hurrasuddin faksi bersenjata pertama yang menolak kesepakatan Rusia-Turki secara resmi.

Sampai berita ini diturunkan, belum diketahui pelaku. Insiden ini terjadi di saat Idlib berupaya mengurangi serangan dari dalam dan di dalam.

Pembunuhan menargetkan komandan pejuang biasanya dilakukan oleh sel tidur rezim dan ISIS. Mereka menyamar menjadi warga sipil untuk menyasar targetnya.

Hurrasudin merupakan pecahan faksi-faksi oposisi bersenjata yang sebelumnya bagian dari Hai’ah Tahrir Al-Syam (HTS) dan faksi lainnya. Mereka membentuk faksi setelah HTS melepaskan memisahkan diri dari Organisasi Al-Qaidah. Faksi ini memiliki kekuatan cukup banyak.

Sejumlah pihak melihat, kesepakatan Turki-Rusia mungkin mencegah agresi militer besar-besaran terhadap Idlib. Namun perjanjian itu mungkin dapat menciptakan pertempuran antarsesama faksi oposisi.

BACA JUGA  Turki Netralisir 51 Pasukan Assad di Idlib

Sumber: Enabbaladi.net
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Tengku Zulkarnain: Polri Bukan Alat untuk Gebuk Mahasiswa

Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Tengku Zulkarnain menyayangkan tindakan kekerasan aparat kepolisian terhadap mahasiswa di Medan.

Senin, 24/09/2018 09:57 0

Indonesia

GTA Serahkan Bangunan Masjid dan Sekolah untuk Korban Gempa Lombok

Lembaga kemanusiaan Griya Tabungan Akhirat (GTA) menyerahkan bangunan masjid dan sekolah semi permanen kepada warga korban gempa

Senin, 24/09/2018 09:39 0

Indonesia

GTA Salurkan Bantuan ke Dusun Terisolir di Lombok Utara

Dusun Serui adalah kawasan terpencil yang berjarak kurang lebih 15 km dari Tanjung, Kabupaten Lombok Utara.

Senin, 24/09/2018 09:08 0

Manhaj

Wilayatul Faqih, Agenda Politik Kaum Syiah

Khomeini menarasikan konsep ini dan mengajak para pengikutnya untuk meyakini pentingnya mendirikan Negara yang dipimpin oleh wakil dari Imam Ghaib.

Ahad, 23/09/2018 13:33 1

Indonesia

Saling Tolak di Masyarakat Dinilai Karena Lemahnya Penegakan Hukum

Ia juga menyebutkan bahwa penolakan Ustadz Abdul Somad di berbagai tempat tidak semua diproses hukum. Maka, ia menilai wajar jika masyarakat Sumatera pun melakukan penolakan.

Ahad, 23/09/2018 12:31 0

Indonesia

Wasekjen MUI Minta GP Ansor Berhenti Buat Kegaduhan ke Pihak Berseberangan

"Kalau dia ngusir di sini nanti dia diusir juga dia di tempat lain. Kalau di Jawa mengusir, nanti dia di Sumatera diusir. Jadi apa negara kita kalau begini ceritanya," katanya,

Ahad, 23/09/2018 11:11 0

Indonesia

Mantan PM Malaysia Najib Razak Dibebaskan Bersyarat

Najib harus membayar uang jaminan senilai 3,5 juta ringgit atau sekitar Rp 12,5 miliar. Jika tak dibayarkan, ia akan dipenjara sebelum kembali menghadap ke meja hijau.

Ahad, 23/09/2018 10:14 0

Indonesia

KPAI Minta Tim Seleksi CPNS Tak Loloskan Bandar Narkoba dan Penjahat Seksual

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta tim seleksi CPNS agar lebih selektif dalam penyeleksian.

Sabtu, 22/09/2018 18:10 0

Indonesia

Ingin Netral, Din Syamsudin Mundur dari Utusan Khusus Presiden

KIBLAT.NET, Jakarta- Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsudin telah mengundurkan diri sebagai utusan khusus...

Sabtu, 22/09/2018 17:41 0

Indonesia

Dalami Kasus Persekusi UAS di Bali, Polisi Periksa Ahli Bahasa dan Pidana

Penyidik Krimsus Polda Bali kali ini memeriksa ahli bahasa Prof Rahayu Sutiarti dan ahli pidana DR Abdul Chair Ramadhan.

Sabtu, 22/09/2018 17:14 0

Close