... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Titian

Beramal Sholeh untuk Tujuan Duniawi

Foto: Gemerlap dunia

KIBLAT.NET – Ada sebuah kisah masyhur yang diambil dari kitab Talbis Iblis karya Ibnul Jauzi. Pada bab tiga disebutkan  kisah seorang pemuda ingin menebang pohon yang banyak disembah manusia. Dengan amarah karena Allah dia mendatangi pohon dengan kapaknya.

Tetiba datanglah setan yang menjelma menjadi manusia dan menghadangnya.

“Apa tujuanmu kemari?” tanya setan.

“Aku hendak menebang pohon yang disembah manusia, karena itu perbuatan syirik menyekutukan Allah,” jawab tegas pemuda itu.

“Jika kamu tidak ikut menyembahnya, apakah mereka yang menyembah pohon itu merugikanmu?” Setan mencoba menggoyahkan tekad pemuda itu.

“Aku tetap akan menebangnya,” jawab pemuda itu.

Kemudian setan memberikan tawaran yang menggiurkan,”Begini, mungkin ini yang terbaik buatmu, kamu urungkan niatmu sebagai imbalannya dua dinar di setiap pagi di bawah bantalmu,”jelas setan.

Hati pemuda itu pun goyah dan ragu dengan tawaran setan,”Bagaimana mungkin aku mendapatkannya?”

“Aku yang akan menyediakan untukmu setiap dirimu bangun tidur,” ujar setan dengan sorak sorai kemenangan di hatinya.

Keesokan harinya, pemuda itu memang mendapat dua dinar di bawah bantalnya selepas bangun tidur. Namun, di pagi setelahnya, dua dinar yang dijanjikan setan itu tidak ada.

Maka, ia pun kembali bergegas dengan kemarahan memuncak ingin kembali menebang pohon itu. Setan pun kembali datang dengan menjelma.

“Apa yang akan kamu lakukan?” Tanya setan.

“Aku ingin menebang pohon ini yang dipersekutukan dengan Allah,”jawab pemuda itu.

“Kamu pembohong!!!” Gertak setan,”Sebenarnya kamu kemari karena uang dua dinar yang kujanjikan padamu.”

Maka, terjadilah pergumulan hebat antara pemuda dan setan ini. Setan berhasil mencekik pemuda itu dan menghempaskannya ke tanah, hampir-hampir ia mati karenanya.

Setan pun menyeletuk,”Apakah kamu tidak sadar bahwa aku setan? Kedatanganmu di awal murni karena Allah, maka aku tidak bisa mengalahkanmu. Kedatanganmu kedua kalinya bukanlah karena Allah, melainkan karena dua dinar yang kujanjikan padamu, maka dengan mudah aku menghempaskanmu.”

Ini adalah kisah tentang keikhlasan yang begitu mendarah daging. Dengan membaca seksama kita bisa mendapat pelajaran bagaimana arti penting sebuah keikhlasan beramal untuk Allah dan tentang beramal dengan amalan akhirat tetapi untuk tujuan dunia.

Ya, terlihat amalan ukhrawi tetapi bertujuan untuk duniawi. Pemuda itu ingin menebang pohon kesyirikan, itu adalah tujuan yang mulia secara kasat mata. Namun, siapa sangka kedatangan pemuda yang kedua kalinya karena dua dinar yang tidak dia terima. Maka, hanguslah amalan yang terlihat berorientasi akhirat ternyata bertujuan untuk dunia.

Beramal Akhirat dengan Tujuan Dunia

Dewasa ini kita sering mendapati anjuran untuk mengerjakan sebuah amalan sholeh, entah itu sholat dhuha, sedekah, sholat tahajjud dan amalan sholeh lainnya, namun seringkali diming-imingi oleh manfaat dunia. “Sholat dhuhalah, niscaya bisnis anda meningkat.” “Sedekahlah, niscaya omset usaha anda bertambah.” Dan sekian banyak slogan lainnya.

BACA JUGA  Kasus Bos PT Indaco Urung Dibawa ke Pengadilan, Orang Tua Korban Tuntut Keadilan

Kita tidak memungkiri adanya manfaat duniawi dari sebuah amal sholeh, namun yang patut kita antisipasi adalah terjadinya niat yang salah dan motivasi yang salah dalam melakukan sebuah amal sholeh. Seperti kisah di atas, secara fisik amalan sama, sama-sama sedekah, sama-sama sholat dhuha, namun ketika yang satu kehilangan ruh amal yaitu ikhlas, maka akan lain nilainya di sisi Allah. Ketika sholat dhuha, tahajjud dan sedekah hanya menjadi batu loncatan untuk kesuksesa duniawi, maka ketika itu pula dia tidak bernilai di sisi Allah, bahkan bisa terjatuh kepada kesyirikan, karena memalingkan niat ibadah yang seharusnya untuk Allah menjadi motivasi-motivasi duniawi.

Allah berfirman

مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لا يُبْخَسُونَ,أُولَئِكَ الَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِي الآخِرَةِ إِلا النَّارُ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوا فِيهَا وَبَاطِلٌ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Hud : 15-16)

Macam-macam Beramal Untuk Dunia

Dalam kitab Nur Al-Ikhlas Wa Dzulumat Iradah Ad-Dunya bi Amali Al-Akhirah fi Dzu’i Al-Kitab wa Sunnah karya syaikh Said bin Ali bin Wahf Al-Qahthaniy disebutkan ada empat macam beramal untuk dunia

  1. Amalan-amalan saleh yang dilakukan manusia seperti infaq, sedekah, shalat, berbuat baik sesama manusia, mencegah kezaliman dan sebagainya lillahi ta’ala. Tetapi semua itu dilakukan tidak berharap balasan di akhirat. Yang diinginkan adalah balasan Allah berupa penjagaan dan bertambahnya harta, penjagaan keluarga, sanak saudara, bertambahnya kenikmatan atas dirinya dan keluarganya. Tidak memiliki keinginan atau meminta Jannah dan dihindarkan dari api neraka. Maka, balasan atasan amalannnya sepenuhnya diberikan di dunia semata dan tidak diberikan di akhirat.
  2. Beramal saleh bertujuan untuk mendapatkan pujian manusia dan tidak berharap balasan di akhirat.
  3. Beramal saleh bertujuan untuk mendapatkan harta, tidak ada niatan untuk mengharap wajah Allah dan untuk kehidupan di akhirat. Misalnya hijrah untuk keuntungan dunia, berjihad untuk ghanimah, menuntut ilmu untuk mendapatkan ijazah, mutlak tidak diniatkan untuk Allah. Mempelajari Al-Quran, tekun dalam shalat karena pekerjaan di masjid dan contoh lainnya yang hanya bertujuan mendapatkan dunia tanpa sedikitpun berharap pahala.
  4. Beramal saleh hanya untuk Allah dan tidak pernah menyekutukan Allah dalam beramal, tetapi juga melakukan amalan kekafiran yang dapat mengeluarkan dari keislaman.
BACA JUGA  CBA: Dana Pemulihan Belum Cair, Korban Gempa Lombok Kena PHP Pemerintah

Dengan melihat empat macam beramal untuk dunia ini hendaknya memberikan kita kewaspadaan. Waspada dalam setiap amalan yang kita lakukan. Setelah kita belajar banyak mengenai syariat Allah dan amalan yang diajarkan nabi, PR kedua kita adalah memperbaiki keikhlasan hanya untuk Allah semata.

Adapun jika Allah memberikan balasan di dunia, itu adalah anugerah untuk kita dan bukan merupakan tujuan utama dalam beramal. Karena barangkali itu adalah bentuk ujian dari Allah berupa kenikmatan. Akankah kita tetap meniatkan amalan hanya untuk wajah Allah atau hanya berharap balasan kenikmatan di dunia saja. Apakah ketika Allah menghentikan kenikmatan setelah kita beramal atau bahkan Dia menimpakah bencana, kita tetap  beramal untuk Rabb semata atau tidak.

PR ketiga bagi kita adalah jangan sampai kita menghasung seseorang untuk beramal karena berharap balasan di dunia. Seperti dalam poin pertama bagaimana seseorang beramal lillahi ta’ala berharap bertambahnya  harta. Kalau kita berkilah bahwa kita juga berharap ridha-Nya, apakah patut bagi kita menduakan Allah dalam niat karena wajah-Nya dan balasan di dunia? Tentu tidak. Niat dalam beramal hanyalah untuk keridhaan Allah, balasan di dunia hanyalah bonus saja, jangan berharap mendapatkan balasan cepat di dunia.

Obat untuk Meluruskan Keikhlasan

Ketika kita telah mampu untuk mengontrol hati dari sifat riya’ ternyata muncul penyakit lain yang tak kalah bahayanya. Yaitu beramal akhirat dengan tujuan dunia. Maka, syaikh Said bin Ali memberikan beberapa tips untuk mengembalikan keikhlasan pada tempatnya

  1. Mengetahui macam-macam amalan untuk dunia dan menghindarinya
  2. Mendalami keagungan Allah dengan mempelajari nama-nama-Nya, sifat-sifat-Nya yang sesuai dengan pemahaman ahlu sunnah wal jamaah. Dengan mengenal Allah lebih dalam akan membuat seorang hamba semakin mengimani bahwa hanya Dia-lah Yang Maha Segalanya dan hanya Dia-lah yang menjadi tujuan setiap amal kita.
  3. Mempelajari apa-apa yang telah disiapkan Allah di akhirat berupa nikmat dan siksaan, mengingat kematian dan azab kubur. Jika seseorang selalu mengingat hal ini, maka tidak akan terbesit di hatinya rasa riya’ dan mengharap dunia.
  4. Memunculkan rasa takut akan akibat dari beramal untuk dunia dan selalu mengingat ancaman Allah dalam hal ini
  5. Selalu berdoa pada Allah agar diberikan ketetapan hati dan selalu diluruskan keikhlasan dalam beramal.

Wallahu a’lam bi shawab

Penulis : Dhani El_Ashim
Editor: Arju

Sumber dari kitab Nur Al-Ikhlas Wa Dzulumat Iradah Ad-Dunya bi Amali Al-Akhirah fi Dzu’i Al-Kitab wa Sunnah karya syaikh Said bin Ali bin Wahf Al-Qahthaniy

 

 

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Afrika

Hari Warisan Nasional, Ulama Afrika Selatan Kenang Perjuangan Syaikh Yusuf Al Makassari

Berbagai ormas Islam di Afrika Selatan mendeklarasikan berdirinya Syaikh Yusuf Al Makassari Islamic Council (SYAMIC) atau Dewan Islam Syaikh Yusuf Al Makassari.

Senin, 24/09/2018 20:13 0

Analisis

Menanti Takdir Idlib Setelah Kesepakatan Erdogan-Putin

Menanti Takdir Idlib Setelah Kesepakatan Erdogan-Putin. Nasib oposisi mungkin seperti di Aleppo dan Dar'a bila bergantung pada negosiasia Turki dan Rusia.

Senin, 24/09/2018 17:27 0

Tazkiyah

Ketika Khalifah Umar bin Khattab Tidak Didengarkan Rakyatnya

Pada suatu hari, Amirul Mukminin Umar bin Khattab naik ke mimbar dengan mengenakan pakaian rangkap dua. Ia berkata,"Wahai segenap manusia, tidakkah kalian mendengarkan?".

Senin, 24/09/2018 15:01 0

Afghanistan

513 Tentara Afghanistan Tewas dalam Sebulan

"Pertempuran (dengan gerilyawan) menyala, yang mengakibatkan kerugian besar di kedua pihak," kata Menteri Pertahanan Afghanistan, Tariq Shah Behrami, dalam pernyataan parlemen kepada Senat pada Ahad.

Senin, 24/09/2018 14:24 0

Suriah

Komandan Tandzim Hurrasuddin Dibunuh Orang Tak Dikenal

Pembunuhan itu terjadi setelah organisasi jihadis di Suriah itu mengeluarkan pernyataan menolak kesepakatan Turki-Rusia

Senin, 24/09/2018 13:32 0

Malaysia

Komnas HAM Malaysia Bantah Dukung Pernikahan Sejenis

Suhakam membantah telah mendukung pernikahan sesama jenis

Senin, 24/09/2018 10:26 0

Indonesia

Tengku Zulkarnain: Polri Bukan Alat untuk Gebuk Mahasiswa

Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Tengku Zulkarnain menyayangkan tindakan kekerasan aparat kepolisian terhadap mahasiswa di Medan.

Senin, 24/09/2018 09:57 0

Indonesia

GTA Serahkan Bangunan Masjid dan Sekolah untuk Korban Gempa Lombok

Lembaga kemanusiaan Griya Tabungan Akhirat (GTA) menyerahkan bangunan masjid dan sekolah semi permanen kepada warga korban gempa

Senin, 24/09/2018 09:39 0

Mesir

Lagi, Rezim Mesir Vonis Mursyid Tinggi IM Hukuman Seumur Hidup

Ini merupakan vonis seumur hidup ketiga yang dialaminya

Senin, 24/09/2018 09:37 0

Indonesia

GTA Salurkan Bantuan ke Dusun Terisolir di Lombok Utara

Dusun Serui adalah kawasan terpencil yang berjarak kurang lebih 15 km dari Tanjung, Kabupaten Lombok Utara.

Senin, 24/09/2018 09:08 0

Close